Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Solusi Stunting ala Makan Gizi Gratis yang bikin Miris
OPINI

Solusi Stunting ala Makan Gizi Gratis yang bikin Miris

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
23 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Heni Ummu Jaisy
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Lagi-lagi program Makan bergizi Gratis (MBG) jadi topik perbincangan. Bukan tanpa alasan jika itu terjadi, dari pernyataan Kepala Badan Komunikasi (BAKOM) Muhammad Qodari menyebut ada 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menerima transfer anggaran namun SPPG itu belum beroperasi. Juga disebutkan bahwa ada 414 SPPG fiktif yang tidak beroperasi tetapi mendapatkan transfer anggaran walaupun sudah bisa diatasi (Kompas.com, 29-7-2026).

Data per juni 2026 BGN mencatat ada 29.991 SPPG di seluruh Indonesia. Urutan pertama diduduki oleh Jawa Barat dengan jumlah 6.721 SPPG di urutan terakhir ada Papua Pegunungan dengan hanya ada 14 unit saja. Jika ditotal pulau paling timur ini hanya memiliki SPPG 10% saja dari total SPPG nasional. Padahal Papua adalah salah satu wilayah yang mempunyai prevalensi stunting terbanyak di antara wilayah yang lain. Tapi hanya memiliki dapur MBG tidak lebih dari 1%. Ini bertolak belakang dengan misi utamanya untuk memberantas kemiskinan dan stunting.

Masyarakat yang berharap ada perbaikan gizi malah dihadapkan pada fakta bahwa program ini menambah masalah baru, apalagi kalau bukan lahan basah korupsi. Padahal anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit, hasil pemangkasan beberapa sektor yang harusnya memperoleh perhatian lebih seperti pendidikan dan kesehatan. Mereka dianaktirikan dari pada program populis pemerintah.

Bagi-Bagi Kekuaaan

Bukan rahasia umum lagi bahwa banyak program di kabinet kita hari ini bukan hasil dari pertimbangan matang, setidaknya menggunakan data yang akurat. Kebijakannya mentikberatkan pada kepentingan segelintir orang yang punya hasrat kekuaaan. Sehingga mudah saja di sistem kapitalis ini untuk menjalankan program yang jauh dari kemaslahatan rakyat. Bayangkan, masyarakat yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di negeri ini luput dari perhatian. Ini akan berdampak buruk bagi kaum ibu dan generasi selanjutnya. Generasi emas yang digadang-gadang itu hanya akan jadi generasi cemas.

Para pendukung dan orang yang berada di lingkaran kekuasaan sedang menikmati lezatnya kue bagiannya sedang rakyat hanya diperlukan ketika masa pemilihan tiba, setelah itu nasibnya tidak diperdulikan lagi. Habis manis sepah dibuang.

Program populis seperti MBG juga jadi ajang untuk mengumpulkan modal yang diperlukan untuk pesta demokrasi mendatang. Kita tahu untuk hanya mencalonkan saja butuh dana yaang tidak sedikit. Setelah itu mereka harus cari cara balik modal dengan cepat dan mengumpulkan dana untuk periode selanjutnya persis seperti lingkaran setan yang tak ada ujungnya.

Kepemimpinan dalam Islam

Di alam kapitalis penguasa akan menempatkan diri mereka sebagai regulator, yaitu pengatur kepentingan pihak yang memberi mereka posisi (para kapital). Berbeda jauh dengan sistem Islam, pemimpin adalah raa'in. Mereka bertanggung jawab sepenuhnya pada rakyat yang dipimpin. Kekuaasan yang dimiliki dipandang sebagai amanah yang akan dihisab di akhirat kelak. Teladan ini bisa kita lihat pada pribadi amirul mukminin Umar bin Khattab, Khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq ketika ia merasa bersalah karena ada hewan yang terperosok akibat jalanan yang rusak di masa kepemimpinannya. Sang Khalifah segera memperbaiki jalan tersebut. Apalagi jika itu berhubungan dengan nyawa manusia, tentu akan lebih diutamakan.

Kebijakan yang dikeluarkan kan berbasis pada kemaslahataan orang banyak, akan diperhatikan individu per individu. Data bukan hanya sebatas angka yang tertulis di kertas tapi ada manusia yang perlu diurusi segera. Pemimpin dalam sistem Islam tidak disibukaan dengan pencitraan belaka. Hanya untuk terlihat baik depan publik karena setiap amal hanya ditujukan pada Allah Swt.

Ini sejalan dengan sistem pemilihan pemimpin yang mudah efektif dan efisien. Tidak memerlukaan biaya yang mahal jadi siapa yang ketika ia memenuhi syarat bisa menjadi seorang pemimpin. Sehingga kecil kemungkinan ada titipan kebijakan dari pemodal atau politik balas budi yang hari ini marak dipraktikan. Alhasil akan tercipta negara yang berkah. Kesejahteraan masyarakat bukan hanya sebatas slogan tapi tercipta ketika Islam diterapkan dalam sebuah sistem kehidupan.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Kapitalisasi Masjid Istiqlal: Dana Suci Umat Digulirkan ke Meja Judi Bursa Efek

Tanah Ribath Media- Agustus 23, 2026 0
Kapitalisasi Masjid Istiqlal: Dana Suci Umat Digulirkan ke Meja Judi Bursa Efek
Oleh: Mei Widiati, M.Pd .  ( Sahabat Tanah Ribath Media ) TanahRibathMedia.Com— Masjid Istiqlal Jakarta, yang berdiri anggun sebagai simbol kemerde…

Most Popular

‎Pelucutan Senjata Hamas, Makar Barat Melemahkan Palestina‎

‎Pelucutan Senjata Hamas, Makar Barat Melemahkan Palestina‎

Agustus 19, 2026
Mampukah Kurikulum Sekolah Mencegah L6BTQ?

Mampukah Kurikulum Sekolah Mencegah L6BTQ?

Agustus 15, 2026
Sejuta Sarjana Nganggur, Harusnya Pemerintah Ngatur

Sejuta Sarjana Nganggur, Harusnya Pemerintah Ngatur

Agustus 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

‎Pelucutan Senjata Hamas, Makar Barat Melemahkan Palestina‎

‎Pelucutan Senjata Hamas, Makar Barat Melemahkan Palestina‎

Agustus 19, 2026
Mampukah Kurikulum Sekolah Mencegah L6BTQ?

Mampukah Kurikulum Sekolah Mencegah L6BTQ?

Agustus 15, 2026
Sejuta Sarjana Nganggur, Harusnya Pemerintah Ngatur

Sejuta Sarjana Nganggur, Harusnya Pemerintah Ngatur

Agustus 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us