OPINI
Pelucutan Senjata: Solusi atau Siasat?
Oleh: Kamila Nafisa
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Tanah Palestina atau yang lebih dikenal dengan Yerussalem memiliki sejarah yang sangat panjang. Tanah Palestina bukanlah tanah biasa, karena tanah tersebut diagungkan oleh 3 agama besar: Islam, Yahudi, dan Nasrani. Selama 13 abad lamanya Palestina berada di bawah naungan Daulah Islam. Pasca keruntuhannya ditahun 1924 M, Palestina resmi terlepas dari Daulah beralih di tangan Inggris dan dihadiahkan kepada Zionis. Dari situ, mulailah perjuangan Palestina dalam mempertahankan tanah mereka. Bukankah ini sebuah penghinaan untuk mereka? Ketika senjata yang mereka punya harus dilepaskan.
"Hari ini Dewan Perdamaian Board of Peace (BoP) mencapai kesepakatan bersejarah untuk pelucutan senjata Hamas dan semua kelompok bersenjata lain di Gaza. Ini adalah langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan yang langgeng" Tulis Trump ditruth social, dikutip dari kantor berita AFP (31-7-2026).
Beberapa hari setelah presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana pelucutan senjata Hamas, Israel kembali melakukan serangan udara di jalur Gaza pada Sabtu dan Minggu (1-2/08/2026) yang menewaskan 8 warga Palestina (IDN Times.com, 2-8-2026).
Lembaga-lembaga dunia seperti Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) ataupun Board of Peace (BoP) berusaha untuk melakukan perjanjian damai antar dua negara yakni Palestina dan Israel. Ya g diwakili oleh berbagai negara diseluruh dunia. Sejuta kali perjanjian damai telah ketuk palu. Tapi sayang, dalam pelaksanaanya Israel sering kali melanggar perjanjian damai tersebut. Apakah perjanjian yang semu akan melahirkan perdamain sejati?
Pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza, sejatinya hal tersebut hanya merupakan siasat AS dan Israel melalui BoP. Hali ini merupakan wajah keberpihakan AS terhadap Israel secara tidak langsung, tujuan utamanya adalah untuk melemahkan perjuangan rakyat Palestina atas peperangan ini. Masuknya Indonesia dalam BoP secara tidak langsung, menyerahkan Gaza dan Palestina kepada Harimau yang kelaparan.
Pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata bukanlah atas nama perdamaian. Hal tersebut hanyalah label untuk menguatkan penguasaan mereka atas tanah Palestina, serta melemahkan perlawanan Hamas dalam peperangan ini. Karena mau Hamas menggunakan senjata atau tidak penjajahan, perampasan tanah dan genosida akan terus dilancarkan dan dilakukan oleh Zionis Yahudi.
Bahkan faktenya, dalam pembangunan New Gaza terus dilanjutkan oleh AS melalui faktor lokalnya, yang telah mereka pilih dan latih. Tujuannya adalah agar mudah diterima oleh rakyat Palestina. Tak berhenti sampai situ, propaganda yang mereka serukan adalah " Demi penyelmatan penduduk Gaza ". Jika demikian tujuannya kenapa tidak dari dulu diserukan?
Pengiriman pasukan dari berbagai penjuru dunia maupun pasukan stabilitas internasional. Tentu tidaklah dirujukanuntuk pembebasan Gaza. Melainkan untuk mengokohkan pertahanan Israel ditanah Gaza.
Maka sudah jelas semua solusi yang ditawarkan oleh dunia saat ini tidaklah solutif. Sehingga tugas kita sekarang adalah menyadarkan Umat akan bahayanya AS dan Zionis dengan terus membuat siasat baru untuk melanggengkan penjajahan mereka diatas tanah Ummat Islam, yaitu Palestina.
Sikap pengecut para penguasa negeri-negeri muslim, yang mana mereka lebih memilih tunduk pada penjajah dibandingkan membela tanah Palestina. Hal tersebut merupakan pengkhianatan yang sangat besar terhadap Ummat. Sehingga tugas kita sebagai seorang pemuda dan pemudi adalah, mendorong Ummat untuk mengkritiki dan mengoreksi pengkhianatan pemimpin negeri-negeri muslim, yang mereka tunduk dengan penjajah dalam lembaga mereka yaitu, BoP.
Kemerdekaan Palestina tidak mungkin tercapai jika kondisi Ummat Islam terpecah-belah seperti sekarang ini. Sehingga sudah seharusnya kita menyadarkan Ummat, akan pentingnya persatuan Ummat Islam di seluruh penjuru dlam satu kepemimpinan. Yakni Khilafah Islamiyyah.
Pengiriman tentara dari berbagai negara seperti yang dilakukan oleh negara-negara saat ini tidak akan mampu membebaskan Palestina dari cengkeraman AS dan Israel. Sehingga tugas kita adalah meyakinkan Ummat bahwa Palestina baru akan terbebas ketika tentara kaum muslim dikirim kesana dengan komando Khalifah. Sebagaimana yang tertulis dalam tinta emas sejarah umat Islam.
Via
OPINI
Posting Komentar