OPINI
Negara Gagal Mengurus Rakyat, Antrean BBM Menelan Korban
Oleh: Yuliana, S.E.
(Muslimah Peduli Umat)
TanahRibathMedia.Com—Kelangkaan BBM membuat antre yang panjang di SPBU. Hal ini dikeluhkan oleh warga dari berbagai daerah seperti Palembang, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan Medan. Kejadian ini sudah menjadi kasus yang besar sebab sudah menelan korban jiwa. Warga atau supir yang sedang antre BBM berusia 50 tahun ditemukan meninggal. Menurut polisi setempat supir tersebut meninggal karena kelelahan. Ini terjaadi di SPBU Jalan Lintas Timur Plembang Jambi Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Antrean ini memakan waktu berbulan-bulan sehingga mengganggu aktifitas masyarakat. Semua lapisan masyarakat sangat resah karena waktu mereka tersita di SPBU demi memperoleh BBM untuk kelancaran trasnsport mereka. Namun keyataan pahit yang mereka rasakan.
Sekretaris Organisasi angkutan Darat (Organda) Kurnia Lestari Adann menyebut situasi ini sebagai “darurat BBM”. bagi transportasi. Berdasarkan data yang ada dalam rapat antara BPH Migas dan pemerintah provinsi Sumsel, dari usulan sebanyak 2,8 kiloliter yang disalurkan atau yang hanya distujui sebanyak 630.000 KL (NewsIndonesia, 14 Juli 2026)
Derita Umat di Tangan Kapitalis
Perkara BBM sudah menjadi masalah yang menyengsarakan rakyat. Bukan hanya di Palembang, Sumatra Utara, Sumatra Selatan saja tapi sudah menjadi masalah bagi rakyat Indonesia secara global. Salah satu penyebab antrean adalah meroketnya harga BBM. Daerah penghasil minyak justru minyaknya langka. Pembelian dipersulit, penjual minyak eceran tidak bibenarkan. Pemerintah mengeluarkan praturan dengan persyaratan tertentu untuk pembelian bagi masyarakat.
Setiap SPBU antre panjang demi untuk sekedar mengisi BBM kendaraan pribadi. Dalam sistem kapitalis, negara hanya berperan sebagai korporasi dagang. Yang menyebabkan SDA yang seharusnya menjadi hak rakyat justru dijadikan ladang untuk meraup keuntungan individu dan kelompok tertentu. Semua SDA dikelola oleh asing. Penguasa berkolaborasi dengan pengusaha, kekayaan negeri yang melimpah hanya dinikmati para pemilik modal. Rakyat hidup sengsara menjadi buruh dan kuli di negeri sendiri dengan upah yang tidak sesuai dengan kebuuhan hidup.
Rakyat menjerit penguasa negeri menutup mata. Rakyat jadi sapi perah pemerintah berpesta meriah, rakyat hidup sulit pemerintah hidup mewah, rakyat dipaksa membayar pajak pejabat sibuk korupsi. Rakyat antre BBM pemerintah sibuk naikin gaji pejabat. Daerah yang kaya migas rakyat miskin melarat. Bos di Migas orang asing, rakyat minta kerja sekedar jadi buruh harus mengemis dan berebut antara sesama rakyat jelata. Daerah penghasil migas miskin BBM pun susah didapat dengan harga melambung. Rakyat yang menanggung limbah penguasa yang memungut hasil, akhirnya rakyat lagi yang menjadi korban ketidak adilan.
Pengelolaan migas dari hulu hingga hilir dikuasai oleh asing. Semua diserahkan kepada swasta, negara hilang hak kontrol mandiri dan masyarakat dipaksa tunduk pada permainan para korporat. Setiap daerah penghasil migas hanya diwarisi kerusakan. Rusak jalan yang berdebu, jalan hancur berlubang, rusak udara, dan sebagainya. Kelangkaan BBM ini bukannya ada jalan keluar, akar maslahnya tidak terselesaikan negara malah membuat regulasi teknis yang berbelit-belit dengan membatasi jatah beli dan memperumit syarat pembelian di SPBU.
Islam Solusi Problema Umat
Dalam Islam negara merupakan junnah bagi rakyat. Islam telah menetapkan bahwa haram bagi pengurus rakyat mengambil keuntungan dari kebutuhan mendasar atau kebutuhan dasar publik. Islam mewajibkan negara menjamin ketersediaan BBM sebagai pelayanan mutlak, bukan bahkan diperlakukan sebagai barang dagangan. Liberalisasi SDA dilarang dalam Islam. Tata kelola SDA seluruhnya mulai dari hulu hingga ke hilir di pegang oleh negara demi kemaslahatan umat bukan atas dasar manfaat dan keuntungan individu semata.
Pada institusi khilafah sistem pendidikan yang diterapkan adalah kurikulum berbasis akidah Islam. Untuk mewujudkan output pendidikan yang berkpribadian Islam dan menguasi iptek. Negara menyediakan SDM guru, sara prasarana demi mendukung pendidikan yang berkualitas. Untuk menyelamatkan anak-anak dari bahaya kerusakan menjadi kesadaran politik bahwa kerusakan yang ada saat ini adalah kerusakan sistemik akibat penerapan sistem skuler kapitalis. Hal ini yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat ke level yang lebih tinggi.
Untuk menaikkan level berfikir masyakat ke pemikiran yang lebih tinggi. Dibutuhkan dakwah yang menyeluruh, tidak bisa hanya dilakukan oleh individu. Gerakan dakwah pemikiranpun hendaklah dilakukan dengan konsisten agar umat muslim sadar bahwa untuk kembali ke sistem Islam umat Islam harus bersatu padu. Untuk memenuhi hak rakyat Islam menghapus birokrasi yang panjang dan berbelit-belit. Negara di bawah naungan khilafah dal sistem Islam akan menyalurkan atau mendistribusikan BBM secara merata dan mudah ke masyarakat secara adil demi kemakmuran rakyat.
Islam menjamin kesejahtraan rakyat. Wajib memenuhi kebutuhan mendasar seperti pendidikan, kesehatan. Pemimpin Islam bukan memimpin demi memanfaatkan rakyat untuk keuntungan, tapi demi kesejahtraan rakyat. Pemimpin Islam memimpin karena Allah, standanya halal dan haram. Menjalankan amanah dengan menegakkan syariat Allah.
Pemimpin Islam melayani rakyat. Memastikan setiap kebijakan yang dibuat benar-benar mensejahtrakan rakyat. Memastikan bahwa rakyat tidak ada yang kelaparan, tidak ada rakyat yang menganggur. Pemimpin Islam sangat takut pada azab Allah jika masa kepemimpinannya ada rakyat yangmenderita.
Pemimpin yang seperti ini hanya ada dalam Daulam Islam. Daulah hanya ada dalam khilafah. Untuk mewujudkan semua itu kita butuh mengkaji Islam secara kaffah, butuh mendakwahkan pemikiran umat. Dakwah butuh pergerakan bukan sebatas memahamkan pemikiran saja tanpa berjuang.
Wallahua’lam bishowab.
Via
OPINI
Posting Komentar