SP
Mengenal HIV Pada Usia Sekolah
TanahRibathMedia.Com—Wakil Gubernur Jawa timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, edukasi pendidikan seksual sejak dini menjadi sangat penting. Hal itu dilakukan untuk mencegah perilaku seksual yang berisiko yang dapat berujung pada penularan HIV/ AIDS. Menurutnya, pendidikan seksual masih sering dianggap tabu. Padahal edukasi tersebut sangat diperlukan agar anak dapat memahami risiko pergaulan bebas sejak usia dini.
Diharapkan masing-masing daerah dapat melaksanakan kebijakan daerah atau pandangan tokoh setempat. Plt Dirjen penaggulangan penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni mengatakan, peningkatan jumlah kasus HIV yang ditemukan dalam setiap tahunnya kian bertambah, sehingga mengakibatkan meluasnya cakupan layanan tes HIV di berbagai faskes.
Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo mencatat sebanyak 7.230 orang hidup dengan Human Immunodeficiency Virus HIV (https.kumparan.com. 25-7-2026. Tingginya angka kasus HIV pada remaja mencerminkan betapa rusaknya sistem sosial yang diakibatkan dari salahnya penerapan sistem sekuler kapitalisme. Sistem kapitalisme yaitu sistem yang menjauhkan agama dari kehidupan dan mengadopsi paham liberalisme yaitu perilaku hidup bebas tanpa aturan yang menyebabkan berbagai kerusakan.
Meningkatnya temuan kasus HIV tidak bisa secara langsung dimaknai sebagai penularan. Salah dalam membaca masalah maka solusi yang ditawarkan pun menjadi problematika dan tidak akan benar-benar bisa menuntaskan masalah secara menyeluruh. Pencegahan yang tawarkan tidak menyentuh akar masalah edukasi seksual sekuler sering kali hanya terfokus pada dampak kesehatan dan kehamilan yang tidak di inginkan.
Penerapan sistem pendidikan Islam menyatukan materi kesehatan reproduksi dengan ilmu fikih pergaulan dan akhlak, sehingga para pelajar dapat memahami bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah dan menjaga amanah dari Allah. Para pelajar memahami aturan menjaga pandangan dan larangan mendekati zina serta perintah berpakaian syar'i dan mengatur pernikahan dan sanksi bagi pelanggar hukum syara.
Untuk mencegah HIV pada pelajar, Islam membangun sistem pergaulan sosial melalui sistem pergaulan dalam Islam. Sistem ini melibatkan tiga pilar yang harus bersinergi dan bersamaan untuk mewujudkan generasi yang selamat dari ancaman HIV serta pergaulan bebas. Tiga pilar tersebut adalah keluarga, lingkungan masyarakat, dan negara.
Wallahu ‘alam.
Sairah
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar