OPINI
Sekuler Tidak Pernah Tuntas Mengatasi Masalah Ketenagakerjaan
Oleh: Ummu Amira
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Dunia ketenagakerjaan saat ini sedang menghadapi tantangan yang cukup berat dan menyita perhatian berbagai pihak. Fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar dan terus-menerus menjadi realitas yang tidak bisa dihindari, menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi pekerja. Berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, perdagangan, hingga jasa, dilaporkan telah melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan, sehingga jumlah tenaga kerja yang kehilangan mata pencaharian meningkat tajam dalam kurun waktu terakhir.
Seperti yang terjadi baru-baru ini di Jakarta, PT Xacti Indonesia menutup operasional perusahaan di Depok, Jawa Barat, serta melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 350 karyawan. Penyebab utama PT Xacti Indonesia tutup dan melakukan PHK lantaran kondisi ketidakpastian dari kondisi global dan dalam negeri. Akibatnya, perusahaan tak kuat lagi beroperasi (cnnindonesia.com, 26-5-2026).
Selain itu, di tempat lain juga melakukan hal yang sama. Seperti, bagi ribuan karyawan Meta, pekerjaan mereka berakhir dengan pemberitahuan via email. Email tersebut, yang diperoleh Business Insider, masuk inbox karyawan pukul 4 subuh Rabu (20/5) saat Meta memangkas hampir 8.000 pekerjaan atau sekitar 10% total tenaga kerja. PHK dilakukan untuk efisiensi dan peningkatan infrastruktur AI (detikinet.com, 23-5-2026).
Banyaknya pekerja yang terkena PHK ini tidak terjadi begitu saja, melainkan didorong oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Mulai dari tekanan ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih, perubahan kebijakan usaha, persaingan pasar yang semakin ketat, hingga kemajuan teknologi yang mulai menggantikan peran manusia dalam beberapa proses produksi. Bagi para pekerja, kondisi ini bukan sekadar kehilangan pekerjaan, melainkan hilangnya sumber penghasilan utama yang menjadi tumpuan hidup diri sendiri maupun keluarga, yang berujung pada ketidakpastian ekonomi dan tekanan sosial. Persaingan mencari kerja semakin ketat. satu lowongan pekerjaan dapat dilamar ribuan orang. Masalah ini menjadi isu strategis karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu yang terkena dampak, tetapi juga berimbas pada stabilitas ekonomi dan ketenangan sosial di masyarakat.
Hal ini terjadi karena disebabkan penerapan sistem sekuler kapitalis di negeri ini. Sistem yang dibuat oleh hawa nafsu manusia, yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga segala kebijakan yang dibuat hanya berasaskan manfaat dan menzalimi rakyat. PHK masal yang terjadi adalah buah logis dari sistem kapitalis yang menjadikan buruh sebagai komoditas. Dalam ekonomi kapitalisme, tujuan utama pelaku usaha/pemilik modal adalah memaksimalkan keuntungan. Untuk mencapai itu, semua unsur produksi dihitung berdasarkan nilai uang dan kebutuhan pasar. misalnya dalam membeli bahan baku. Bahan baku dibeli saat dibutuhkan, dihentikan pembeliannya jika mahal atau tidak laku.
Begitu juga dengan nasib buruh, tenaga kerja dibayar sesuai harga pasar, dipekerjakan saat perusahaan butuh tenaga untuk menghasilkan keuntungan, dan dibebaskan atau di-PHK saat keuntungan menurun, biaya mahal, atau tidak lagi dibutuhkan. Karena prinsip utama kapitalisme adalah persaingan bebas dan pencarian keuntungan sebesar-besarnya. Agar menang dalam bersaing, perusahaan harus menekan biaya produksi serendah mungkin. sebagaimana prinsip sistem kapitalis dalam berekonomi. modal sekecil-kecilnya dan untung sebesar-besatnya. Tanpa melihat unsur halal dan haram. Bagi mereka Biaya terbesar seringkali adalah upah buruh. Makanya saat ekonomi melambat, permintaan barang turun, atau muncul teknologi baru yang lebih murah, perusahaan akan segera memangkas biaya — dan cara paling cepat adalah mengurangi jumlah pekerja (melakukan PHK).
Jadi, selama sistem ini mementingkan keuntungan di atas segalanya dan menganggap tenaga kerja sebagai biaya atau barang, maka PHK akan niscaya disistem yang kapitalisme ini. Tanpa lagi memikirkan nasib para pekerjanya. Dalam ekonomi kapitalis modal berpusat pada segelintir orang dan ini adalah ciri utama dari sistem ini. Bagi mereka modal adalah segala sesuatu yang dipakai untuk berkuasa dan menghasilkan keutungan sebanyak-banyaknya.
Dalam sistem kapitalisme, mekanisme pasar bebas dan persaingan membuat kekayaan cenderung berkumpul di segelintir orang. Semakin besar modal yang dimiliki, semakin mudah mereka menguasai rakyat yang kecil dan miskin untuk dijadikan alat sebagai peraup keuntungan. Pada akhirnha kekayaan dan kendali atas ekonomi terpusat pada kelompok pemilik modal, pengusaha besar, atau korporasi. Negara dalam sistem kapitalisme hanya berperan sebagai penjaga kepentingan para pemilik modal. Korporasi akan terus menyetir dan berkuasa terhadap rakyat yang lemah, karena pengusaha berkolaborasi dengan penguasa. Beginilah potret buruknya siatem kapitalisme.
Sangat berbeda jauh dengan Islam. Islam merupakan sebuah ideologi atau aturan hidup yang berasal dari Sang Pencipta alam semesta, yaitu Allah Swt. yang sudah pasti aturan tersebut adalah aturan terbaik untuk hamba-hambaNya, yang akan melahirkan kesejahteraan hidup. Sebagaimana firman Allah Swt.:
"Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan." (TQ.S. Al-A'raf 96)
Di dalam Islam negara adalah raa'in. Negara wajib menjamin lapangan kerja bagi pencari nafkah sebagai bagian dari tanggung jawab menjamin kesejahteraan rakyat. Negara tidak hanya bertindak sebagai regulator, tetapi juga pengelola sumber daya dan pembuka lapangan kerja seluas-luasnya. Dalam pengelolaan sumber daya alam, negara wajib mengelola kepemilikan umum (seperti pertambangan, energi, dan hutan) dan hasilnya dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat, yang secara otomatis membuka banyak lapangan kerja baru. Dari segi distribusi kekayaan, Pemerintah diwajibkan untuk memfasilitasi sirkulasi harta dan memberikan modal atau lahan (seperti sektor pertanian dan perdagangan) agar masyarakat dapat mandiri. Negara juga menyediakan infrastruktur, pendidikan keterampilan gratis, hingga penciptaan iklim usaha yang kondusif menjadi pilar agar setiap individu bisa mendapatkan penghasilan.
Negara islam adalah negara yang independen, tanpa bergangung kepada asing. Sitem ekonominya akan memutuskan rantai ketergantungan pada modal kapitalis, kerena negara islam memiliki sumber daya alam yang melimpah, dikelolas sendri oleh negara dan haram hukumnya dikelola oleh asing. Rasulullah saw. bersabda:
"Kaum muslimin berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Baitul mal hadir sebagai jaminan nyata. Negara khilafah wajib memenuhi pelayanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan secara langsung bagi setiap individunya. Inilah kesejahteraan yang dijanjikan oleh sistem Islam. Maka dari itu sudah seharusnya kita menerapkan aturan Islam di dalam kehidupan secara kaffah untuk mengatur hidup kita dalam naungan negara khilafah.
Via
OPINI
Posting Komentar