Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Ambisi Israel Raya: Merampas Palestina dan Merebut Masjidil Aqsa
OPINI

Ambisi Israel Raya: Merampas Palestina dan Merebut Masjidil Aqsa

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
22 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Hany Siti Nurlatifah
(Pegiat Literasi)

TanahRibathMedia.Com—Entitas zionis terus melancarkan serangan terhadap wilayah Gaza meskipun telah ada kesepakatan maupun seruan gencatan senjata dari berbagai pihak. Tindakan ini menunjukkan bahwa operasi militer tetap berjalan tanpa memedulikan upaya penghentian pertempuran yang seharusnya melindungi warga sipil dan membuka ruang bagi bantuan kemanusiaan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran luas di tingkat internasional. Ketidakpatuhan terhadap kesepakatan gencatan senjata membuat situasi di lapangan semakin tidak menentu, sementara warga Gaza terus menghadapi risiko kehilangan nyawa, kerusakan tempat tinggal, serta kesulitan akses ke makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Berbagai pihak telah menyerukan agar semua pihak yang terlibat segera mematuhi perjanjian gencatan senjata. Harapannya, penghentian tembak-menembak dapat terwujud sepenuhnya agar proses penyelamatan warga, penyaluran bantuan, dan upaya mencari solusi damai untuk mengakhiri konflik dapat berjalan dengan baik. Ribuan pemukiman di wilayah Tepi Barat terus diperluas secara bertahap. Ekspansi ini dilakukan dengan tujuan yang jelas, yakni merampas dan menguasai tanah milik rakyat Palestina. Hingga saat ini, diperkirakan sudah lebih dari 70 persen wilayah di sana dikuasai melalui pembangunan pemukiman tersebut, sehingga ruang hidup dan hak atas tanah bagi warga Palestina semakin menyempit dan terdesak (metrotvnews.com, 15-6-2026).

Dikutip dari detikNews.com (15-6-2026), tindakan provokatif juga terus terjadi di lokasi yang memiliki nilai sakral tinggi, yaitu Masjid Al Aqsa. Pengibaran bendera Israel di kawasan kompleks masjid tersebut kerap dilakukan, baik oleh kelompok pemukim maupun aparat keamanan. Tindakan ini dipandang sebagai simbol nyata upaya penguasaan oleh entitas zionis, yang dianggap sebagai bentuk penaklukan dan tantangan langsung terhadap keberadaan serta keyakinan umat Islam di tempat yang menjadi kiblat kedua mereka.

Kedua peristiwa ini saling berkaitan dan mencerminkan pola yang terus berlangsung. Ekspansi wilayah di Tepi Barat serta upaya menguasai kawasan suci di Al Aqsa menjadi bukti nyata bahwa upaya menguasai tanah dan identitas Palestina terus berjalan, yang pada gilirannya memperumit jalan menuju perdamaian dan menimbulkan ketegangan yang berkepanjangan di kawasan tersebut.

Demi mewujudkan ambisi membangun Israel Raya, entitas zionis menjalankan serangkaian tindakan yang merusak. Mereka menghancurkan wilayah Gaza secara besar-besaran, terus memperluas pemukiman di Tepi Barat untuk menguasai tanah, hingga melakukan tindakan yang dikategorikan sebagai genosida terhadap rakyat Palestina. Semua langkah ini dijalankan secara sistematis guna mencapai tujuan politik dan teritorial yang telah direncanakan (hidayatullah.com, 15-6-2026).

Apa yang dilakukan oleh entitas zionis tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Tindakannya mencerminkan kebiadaban dan kekejaman yang melampaui batas kemanusiaan. Lebih dari itu, perbuatan itu dinilai sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan sekaligus menjadi salah satu bentuk kerusakan terbesar yang terjadi di muka bumi pada masa ini. Tindakan-tindakan ini tidak hanya menimbulkan penderitaan mendalam bagi warga Palestina, tetapi juga melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia dan hukum internasional. Kondisi ini menjadi bukti nyata bagaimana ambisi kekuasaan dapat melahirkan penderitaan yang berkepanjangan dan merusak tatanan kehidupan bersama di kawasan tersebut.

Amerika Serikat secara terbuka mendukung terwujudnya ambisi pendirian Israel Raya. Bahkan, negara adidaya ini diketahui turut mengajak para penguasa di berbagai negara muslim untuk bergabung mendukung konsep solusi dua negara, yang dinilai banyak pihak justru menguntungkan pihak pendudukan dan melanggengkan penguasaan atas tanah Palestina. Akibat dari berbagai kesepakatan dan dukungan sepihak tersebut, penderitaan rakyat Palestina tak kunjung menemui titik akhir. Kondisi ini diperparah oleh sikap pengkhianatan yang ditunjukkan sebagian penguasa negara-negara muslim, yang lebih mengutamakan kepentingan politik dan hubungan sesaat dibandingkan hak dan nasib sesama saudara seagama.

Selain itu, ketiadaan persatuan yang kokoh di antara umat Islam menjadi faktor utama yang membuat perjuangan Palestina terasa semakin berat. Tanpa kesatuan sikap dan langkah yang nyata, tekanan terhadap pihak pendudukan lemah, sehingga keadilan dan kemerdekaan yang diharapkan rakyat Palestina terus terhambat dan sulit terwujud. Ambisi mewujudkan Israel Raya tidak boleh dibiarkan terus berjalan tanpa perlawanan. Rencana ini bertujuan melenyapkan hak dan keberadaan rakyat Palestina, sehingga menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi secara bersama-sama dan tegas.

Untuk melawannya, dibutuhkan lebih dari sekadar ucapan atau simpati belaka. Diperlukan kekuatan yang terpadu serta persatuan yang utuh di kalangan umat Islam, agar mampu berdiri seimbang dan melawan tekanan maupun upaya perluasan kekuasaan tersebut. Persatuan dan kekuatan itu perlu diwujudkan dalam bentuk yang nyata dan terstruktur. Menurut pandangan ini, bentuk yang mampu menyatukan potensi, sumber daya, dan kekuatan seluruh umat Islam secara terpadu adalah melalui sistem Khilafah, yang diyakini dapat menjadi benteng kokoh untuk membela kebenaran dan menghentikan segala bentuk penindasan.

Khilafah dipandang sebagai wujud persatuan umat Islam yang hakiki dan utuh. Melalui satu sistem kepemimpinan yang menyatukan seluruh potensi, sumber daya, dan kekuatan dari berbagai negeri, umat diyakini tidak lagi berdiri sendiri-sendiri, melainkan menjadi satu kesatuan yang kokoh dan bersatu padu. Dengan terbentuknya persatuan yang sesungguhnya ini, umat Islam diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan, membela hak-hak yang terampas, serta menghadapi ancaman yang datang dari luar. Inilah sebabnya mengapa tegaknya Khilafah dianggap sebagai fondasi penting untuk memulihkan martabat, kekuatan, dan kejayaan umat Islam secara menyeluruh.

Sistem Khilafah diyakini mampu menghapus sekat-sekat sempit yang memecah belah umat Islam, termasuk batasan-batasan nasionalisme buatan yang memisahkan satu negeri dengan negeri lainnya. Dengan adanya satu kepemimpinan yang menyatukan seluruh wilayah umat, tidak ada lagi perbedaan yang membatasi kerja sama, sehingga seluruh potensi dan kekuatan dapat digabungkan menjadi satu kesatuan yang utuh. Khalifah memegang peran dan tanggung jawab besar sebagai pemimpin seluruh umat Islam. Salah satu tugas utamanya adalah menjaga keamanan, hak, dan martabat umat di seluruh penjuru dunia, termasuk membela wilayah serta tempat-tempat suci yang sedang diduduki dan ditindas.

Untuk itu, Khalifah memiliki kewenangan penuh mengerahkan dan mengirimkan kekuatan militer guna membebaskan tanah Palestina dari pendudukan. Langkah ini diambil sebagai bentuk pembelaan terhadap rakyat yang menderita, sekaligus upaya nyata untuk menghentikan penindasan dan kejahatan yang dilakukan oleh entitas zionis. Dengan adanya satu komando dan kekuatan yang terpadu, upaya memerangi pendudukan tidak lagi bersifat terpisah atau lemah. Hal ini menjadi bukti bahwa persatuan di bawah kepemimpinan Khilafah memberikan sarana yang nyata untuk menegakkan keadilan, memulihkan hak yang dirampas, serta mengembalikan kemerdekaan dan kedaulatan bagi Palestina. Wallahu’alam bishshawaab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ambisi Israel Raya: Merampas Palestina dan Merebut Masjidil Aqsa

Tanah Ribath Media- Juni 22, 2026 0
Ambisi Israel Raya: Merampas Palestina dan Merebut Masjidil Aqsa
Oleh: Hany Siti Nurlatifah (Pegiat Literasi) TanahRibathMedia.Com— Entitas zionis terus melancarkan serangan terhadap wilayah Gaza meskipun telah a…

Most Popular

AKI Tinggi: Cermin Gagalnya Layanan Kesehatan

AKI Tinggi: Cermin Gagalnya Layanan Kesehatan

Juni 17, 2026
Ketika Pesantren Tak Lagi Aman: Ancaman Perundungan bagi Generasi

Ketika Pesantren Tak Lagi Aman: Ancaman Perundungan bagi Generasi

Juni 17, 2026
Ambisi Israel Raya: Rampas Palestina

Ambisi Israel Raya: Rampas Palestina

Juni 19, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

AKI Tinggi: Cermin Gagalnya Layanan Kesehatan

AKI Tinggi: Cermin Gagalnya Layanan Kesehatan

Juni 17, 2026
Ketika Pesantren Tak Lagi Aman: Ancaman Perundungan bagi Generasi

Ketika Pesantren Tak Lagi Aman: Ancaman Perundungan bagi Generasi

Juni 17, 2026
Ambisi Israel Raya: Rampas Palestina

Ambisi Israel Raya: Rampas Palestina

Juni 19, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us