Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Rupiah Melemah, Rakyat Makin Sengsara
OPINI

Rupiah Melemah, Rakyat Makin Sengsara

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Muezza Amanda
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Di tengah berbagai kemelut cobaan yang dihadapi masyarakat, yang paling berat adalah ketidakstabilan ekonomi yang tak kunjung usai. Saat ini rupiah mengalami kemerosotan yang demikian parah, sudah mencapai lebih dari Rp17.000,00 per 1 dolar Amerika. Situasi ini mereferensikan kelemahan nilai tukar rupiah yang saat ini menempati posisi ke-enam dalam rangkaian mata uang terlemah di dunia. Lemahnya rupiah saat ini merupakan cerminan secara langsung terhadap kondisi masyarakat. Depresiasi rupiah terhadap dolar ini membuat perekonomian di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Hal ini berdampak pada naiknya harga-harga di setiap sektor terutama pangan dan energi.

Fakta yang paling miris adalah, seberapapun kenaikannya, tetap ada perut lapar yang harus diisi dan tagihan yang harus dibayar, sehingga semakin terpuruk masyarakat, semakin tinggi angka peminjam yang berada pada platform pinjaman online. Data terakhir dari OJK per Maret 2026, memperlihatkan pinjaman online telah tembus angka 101,03 Triliun, angka ini tumbuh 26,25% secara bertahap dari tahun ke tahun. Fakta lainnya lagi, selain pinjol, masyarakat sudah sangat terpojok mengadaikan barang-barang mereka untuk mendapatkan pendanaan, dalam data OJK transasksi ini tercatat mencapai 127,99 Triliyun atau setara 83,33% dari total industri pembiayaan yang ada di Indonesia (Bloombergtechoz, 5-5-2026).  

Data-data ini adalah fakta bahwa saat ini, detik ini, masyarakat menanggung sendiri beban hidup yang begitu berat kerena ketiadaan peran pemerintah untuk menyelesaikan problematika ini secara keseluruhan, bukan tidakan reaktif seperti bansos dan subsidi, melainkan menyelesaikan akar permasalahnnya secara keseluruhan, yang ada justru kian hari semakin banyak kebijakan yang diambil yang salah dan justru menambah beban masyarakat karena akar permasalahan yang tidak mampu diidentifikasi oleh pemerintah atas sistem yang rusak saat ini. 

Ketidakstabilan ekonomi yang ada dan juga kondisi kenyataan masyarakat yang ada saat ini adalah bentuk natural dari sistem ekonomi kapitalisme, dimana kepentingan segenap manusia adalah apa yang menyetir bagaiamana kebijakan ekonomi yang di praktekan secara massif dan umum tanpa pandang bulu, sehingga yang terbebani adalah masyarakat kecil, bukan mereka yang membuat kebijakan. sesungguhnya hubungan pemerintahan, dan masyarakat saat ini tidaklah baik, segalanya diukur dengan nilai untung dan rugi, sehingga hubungan masyarakat dengan sistem dan penguasa yang melindungi sistem tersebut sangat transaksional. Mereka bukanlah pengurus masyarakat, melainkan hanyalah regulator yang menjembatani transaksi kapitalis dengan masyarakat. 

Padahal sesungguhnya, Allah menciptakan manusia sebagai pemimpin di muka bumi ini, untuk memakmurkan bumi dan seisinya, melalui seperangkat aturan yang di buat oleh Allah Sang Pencipta. Mulai dari pengaturan sumber daya alam, sampai kepada bagaimana kemudian sejatinya manusia bertansaksi satu sama lainnya. Khilafah sebagai bentuk negara akan mengaplikasikan sistem syariat baik domestik maupun internasional, dengan mekanisme tertentu seperti larangan riba, jaminan pemerataan distribusi, pengaturan kepemilikan dan lainnya. 

Semua kebijakan yang diaplikasikan memiliki hanya satu tujuan yang itu menjamin kesejahteraan masyarkat yang sejatinya adalah tanggung jawab pemimpin, karena dia adalah ra’in (pengurus) dan junnah (perisai). Pemerintah adalah pelayan masyarakat, bukan regulator transaksi untung rugi antara swasta dan umat.
Wallahua'lam.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ketika Ruang Hidup Anak Tak Lagi Aman, Tanggung Jawab Siapa?

Tanah Ribath Media- Juni 05, 2026 0
Ketika Ruang Hidup Anak Tak Lagi Aman, Tanggung Jawab Siapa?
Oleh: Annisa Nia  (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Menurut laporan KPAI yang bertajuk: “Darurat Perlindungan Anak" menyataka…

Most Popular

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Semakin Berat

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Semakin Berat

Mei 30, 2026
Refleksi Nakba: Derita Palestina

Refleksi Nakba: Derita Palestina

Mei 30, 2026
Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Mei 30, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Semakin Berat

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Semakin Berat

Mei 30, 2026
Refleksi Nakba: Derita Palestina

Refleksi Nakba: Derita Palestina

Mei 30, 2026
Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Mei 30, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us