Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat
OPINI

Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Rina Ummu Syahid
(Sahabat Tanah Ribath Media) 

TanahRibathMedia.Com—Depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat kondisi perekonomian Indonesia semakin mengkhawatirkan. Pelemahan nilai tukar ini berdampak pada naiknya harga bahan baku, energi, dan berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Akibatnya, beban hidup rakyat, khususnya kalangan menengah ke bawah, semakin berat.

Menutup Mei 2026, pergerakan rupiah belum menunjukkan tanda-tanda penguatan. Pada penutupan perdagangan Jumat (29-5-2026), rupiah terdepresiasi 0,48% ke posisi Rp17.874 per dolar AS. Angka ini menjadi posisi rupiah terlemah sepanjang sejarah. Sepanjang Mei, mata uang rupiah tercatat melemah hingga 2,91% dan mengalami depresiasi selama tiga bulan berturut-turut. Bahkan, rupiah kini berada di ambang level psikologis baru, yakni Rp18.000 per dolar AS (www.bloombergtechnoz.com, 29-5-2026).

Melemahnya rupiah bukan sekadar angka di pasar keuangan, tetapi berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Harga kebutuhan pokok semakin mahal, biaya produksi meningkat, dan daya beli rakyat terus menurun. Banyak masyarakat akhirnya kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehingga terjerat pinjaman online, utang, dan berbagai problem ekonomi lainnya. Pemerintah menilai kondisi ini masih relatif aman dan menganggap pelemahan rupiah dipengaruhi oleh konstelasi politik internasional, termasuk memanasnya konflik global yang memicu gejolak pasar dunia. Namun, masyarakat kecil justru merasakan dampak yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ketidakpekaan terhadap kondisi rakyat berpotensi melahirkan kebijakan yang tidak menyentuh akar persoalan. Akibatnya, masyarakat harus menanggung sendiri beban ekonomi, sementara utang negara terus meningkat dan berbagai kebijakan ekonomi justru semakin memberatkan rakyat. Islam memandang bahwa kesejahteraan rakyat merupakan tanggung jawab negara dan pemimpin. Dalam sistem ekonomi Islam, stabilitas ekonomi dijaga dengan aturan syariat, seperti larangan riba, pengaturan kepemilikan, distribusi kekayaan yang adil, serta penerapan sistem mata uang yang memiliki nilai intrinsik seperti emas dan perak. Allah Swt. berfirman:

“Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.”
(TQS. Al-Hasyr: 7)

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mengatur distribusi kekayaan agar tidak terjadi ketimpangan ekonomi yang menyengsarakan rakyat kecil. Selain itu, Islam juga mengharamkan riba karena menjadi salah satu penyebab ketidakstabilan ekonomi dan penindasan terhadap masyarakat. Allah Swt. berfirman:

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.”
(TQS. Al-Baqarah: 276)

Rasulullah ﷺ juga menegaskan tanggung jawab pemimpin terhadap rakyatnya seperti sabdanya dalam hadis:

“Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seorang imam (pemimpin) adalah perisai (junnah), tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.” (HR. Muslim)

Hadis-hadis tersebut menegaskan bahwa pemimpin wajib melindungi rakyat dari kesulitan hidup serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Karena itu, persoalan melemahnya rupiah tidak cukup diselesaikan dengan pernyataan bahwa kondisi masih aman. Dibutuhkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat dan mampu menghadirkan kestabilan ekonomi secara nyata.

Hal ini hanya dapat terwujud dengan diterapkannya sistem pemerintahan Islam secara kaffah dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyyah, yang menjadikan syariat Islam sebagai landasan dalam mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk ekonomi, politik, dan kesejahteraan rakyat. Dengan penerapan syariat Islam secara menyeluruh, negara akan berfungsi sebagai pengurus dan pelindung rakyat sehingga keadilan dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us