OPINI
Muharam: Saatnya Umat Bangkit Memperjuangkan Islam Kaffah
Oleh: Reni Susanti, S.A.P
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Dalam kehidupan masalah merupakan sesuatu yang lumrah terjadi. Namun apa jadinya jika berbagai masalah terus terjadi tanpa henti mencekik sepanjang tahun yang entah sampai kapan berakhir seolah-olah tanpa ada yang bisa menghentikan dan tidak ada solusi sama sekali. Kemiskinan, kriminalitas, bullying, judol, prostitusi anak, ekplotasi seksual, dan kekerasan kini kian merajalela. Namun seperti tiada daya dan upaya untuk menghentikannya. Rakyat menanggung beban hidup yang teramat berat.
Sementara di dunia internasional, genosida Palestina terus berlangsung oleh Israel laknatullah. Umat Islam di Gaza dibuat mati kelaparan sedangkan penguasa muslim tidak peduli, tidak bergerak untuk mengirim pasukan.
Kini 1 Muharram 1448 telah tiba, Allah masih memberikan karunia-Nya berupa bulan Muharam kepada kita. Namun kondisi umat Islam masih sangat jauh dari predikat khairu ummah. Padahal predikat ini telah Allah sematkan kepada umat Islam dalam surah Ali-Imran ayat 110: “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”
Melihat kondisi saat ini, justru umat Islam berada pada posisi terbalik dari apa yang dikabarkan diayat tersebut. Seluruh kenestapaan merupakan buah dari penerapan sistem sekuler-kapitalisme, agama dipisahkan dari kehidupan dan ekonomi dikuasai oleh individu yang punya modal. Standar hidup hanya untuk mencari manfaat/materi tanpa peduli halal maupun haram. Sehingga kerusakan merata diseluruh lini kehidupan. Ketidakmampuan dalam membela Palestina membuktikan bahwa umat Islam lemah di panggung internasional. Hal ini karena tidak adanya institusi khilafah yang menyatukan dan melindungi umat. Umat Islam terpecah belah oleh nasionalisme dan tunduk pada kekuatan kafir.
Muharam adalah memontum refleksi bahwa semua kenestapaan ini akibat jauhnya umat dari Allah, mencampakkan hukum syara. Menjadikan Islam hanya sebagai agama ritual, bukan sebagai aturan hidup secara keseluruhan. Allah memerintahkan kita untuk menerapkan Islam secara kaffah. Dalam surah Al-Baqarah ayat 208 Allah katakan: “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh.”
Umat harus menyadari bahwa penderitaan ini terjadi bukanlah takdir yang harus diterima. Namun ada sebab dibalik itu semua. Makna hijrah yang sesungguhnya yang dicontohkan Rasulullah sangatlah jelas. Ketika dakwah beliau ditolak masyarakat Makkah selama bertahun-tahun, Allah perintahkan untuk hijrah ke Madinah agar membangun negara yang didalamnya menerapkan Islam secara kaffah. Maka hijrah hakiki yang kita lakukan saat ini adalah berjuang untuk hijrah dari sistem kufur sekulerisme-kapitalisme menuju Islam dalam naungan Daulah Khilafah.
Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita bahwa perubahan hakiki bukanlah perkara mudah dan remeh temeh, membutuhkan perjuangan yang panjang dan terorganisir serta sabar tanpa batas sebagaimana yang beliau dan para sahabat contohkan. Umat Islam wajib berjuang bersama jamaah dakwah Islam ideologis yang mengambil metode dakwah Rasulullah saw. untuk menegakkan kembali khilafah.
“Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (TQS Ali-Imron: 104)
Allahu a’lam.
Via
OPINI
Posting Komentar