Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Hanya Islam yang Mampu Memberikan Ruang Aman bagi Anak
OPINI

Hanya Islam yang Mampu Memberikan Ruang Aman bagi Anak

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Wida Nusaibah 
(Pemerhati Masalah Sosial)

TanahRibathMedia.Com—Kapitalisme dengan Sekularisme sebagai akidahnya yang sedang diterapkan oleh dunia saat ini termasuk oleh Indonesia telah gagal memberikan ruang aman bagi anak. Kekerasan terhadap anak terus terjadi setiap saat dalam berbagai bentuk, baik di rumah, luar rumah, maupun ranah daring. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis data yang menunjukkan bahwa ada 242 anak berusia 5-12 tahun dan 204 anak berusia 13-17 tahun menjadi korban pelanggaran pada Januari hingga April 2026. 

Pada data yang diunggah dalam siaran pers KPAI di laman resminya, terdapat 57 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan 76 kasus anak korban kekerasan fisik dan/atau psikis. Kemudian ada 12 kasus anak korban pornografi dan kejahatan siber, 5 kasus penculikan dan perdagangan anak, serta 8 kasus anak menjadi pelaku pelanggaran hukum (Kompas.com, 18-5-2026).

Sedangkan pada ranah daring, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid merilis data terkait maraknya anak-anak yang terpapar judi online (judol), yakni ada hampir 200 ribu anak di Indonesia, dengan 80 ribu di antaranya merupakan anak di bawah usia 10 tahun (Suara.com, 16-5-2026).

Kapitalisme Sekularisme Gagal Mewujudkan Ruang Aman bagi Generasi 

Sekularisme memisahkan Islam dari kehidupan, sehingga keimanan tidak lagi menjadi benteng individu dan keluarga.  Orientasi hidup hanya untuk mengejar materi. Tak heran, anak pun tidak lagi dipandang sebagai amanah dari Allah yang harus dijaga sedemikian rupa, karena kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. 
 
Penerapan sistem ekonomi kapitalis menyebabkan tekanan kehidupan yang tinggi sehingga hampir seluruh keluarga merasa terhimpit. Ekonomi kapitalis juga menciptakan kesenjangan sosial dan tingginya angka kemiskinan. Hal itu memicu banyak terjadinya  kekerasan dalam keluarga. Dalam masyarakat pun tercipta jurang pemisah atau individualisme.

Itu semua akibat gagalnya negara kapitalis dalam menjaga rakyatnya termasuk anak-anak. Ketika terjadi masalah hanya mampu menghadirkan solusi tambal sulam yang tidak menyentuh akar permasalahan. Solusi yang ditawarkan bersifat reaktif dan parsial, misalnya dengan pembatasan jam dan usia anak dalam penggunaan media sosial. Padahal, solusi tersebut tidaklah efektif untuk mengatasi maraknya kejahatan dan dampak buruk media sosial pada anak.  Ketika terjadi kejahatan pun, negara Kapitalisme tidak mampu memberikan sanksi yang menjerakan bagi pelaku. Tak heran kasus serupa maupun kasus yang lebih berat pelanggarannya terus berulang. 

Islam Mampu Mewujudkan Ruang Aman bagi Anak

Negara Islam menjadikan akidah Islam sebagai fondasi dalam setiap pengambilan kebijakan, sehingga suasana keimanan dalam kehidupan dapat terwujud. Hal itu melahirkan keluarga yang berakidah Islam dengan kuat, sehingga keimanan menjadi benteng pertama. Keluarga akan memandang bahwa anak merupakan amanah dari Allah Swt. yang harus dijaga dengan baik. Keluarga tidak akan meremehkan apalagi mengabaikan tanggung jawab menjaga anak. Seorang ibu akan fokus untuk mengurus, serta mendidik anak dan rumah tangganya, bukan mengejar karir dengan mengabaikan rumah tangga. Seorang ayah akan fokus mencari nafkah tanpa meninggalkan kewajiban mendidik anak dan istrinya. 

Ketangguhan keluarga tidak lepas pula dari keberhasilan penerapan sistem ekonomi. Dalam Islam, negara punya kewajiban menjamin dan memastikan terpenuhinya kebutuhan pokok setiap individu rakyat dan mendorong pemenuhan kebutuhan sekunder maupun tersiernya. Tekanan ekonomi tidak akan terjadi, sehingga tidak akan memicu kekerasan dalam rumah tangga. 

Negara Islam (Khilafah) hadir sebagai pelayan dan pelindung rakyat. Khilafah akan menutup berbagai pintu kerusakan dari hulunya, yaitu dengan membangun  pemahaman Islam yang benar di tengah umat dengan membangun sistem pendidikan berbasis akidah Islam. Juga menjaga media agar tidak merusak akidah dan membahayakan rakyat dengan menutup semua situs yang membahayakan tersebut dan hanya mengizinkan media untuk syiar Islam dan memberikan informasi yang tidak bertentangan dengan Islam. Khilafah juga menerapkan sistem sanksi (uqubat) yang bersifat zawajir dan jawabir bagi pelaku kekerasan terhadap anak, sehingga menjerakan dan memutus rantai kejahatan.

Dengan mekanisme sesuai syariat Islam, akan mampu mewujudkan ruang aman bagi anak. Semua itu hanya dapat diterapkan oleh sebuah institusi negara yang berlandaskan akidah Islam, yakni Khilafah. Oleh karena itu, keberadaan Khilafah sangatlah penting bagi kemaslahatan manusia termasuk bagi keamanan anak dan keberadaannya harus diperjuangkan agar segera tegak. 
Wallahu a'lam bishawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ketika Ruang Hidup Anak Tak Lagi Aman, Tanggung Jawab Siapa?

Tanah Ribath Media- Juni 05, 2026 0
Ketika Ruang Hidup Anak Tak Lagi Aman, Tanggung Jawab Siapa?
Oleh: Annisa Nia  (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Menurut laporan KPAI yang bertajuk: “Darurat Perlindungan Anak" menyataka…

Most Popular

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Semakin Berat

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Semakin Berat

Mei 30, 2026
Refleksi Nakba: Derita Palestina

Refleksi Nakba: Derita Palestina

Mei 30, 2026
Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Mei 30, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Semakin Berat

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Semakin Berat

Mei 30, 2026
Refleksi Nakba: Derita Palestina

Refleksi Nakba: Derita Palestina

Mei 30, 2026
Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Mei 30, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us