OPINI
Klaim “Tepi Barat” Milik Israel, Bukti Gagalnya Solusi ala Kapitalisme
Oleh: Yuliana, SE.
(Muslimah Riau)
TanahRibathMedia.Com—Israel mengklaim tiga wilayah administratif Tepi Barat milik Israel. Ben-Gavr memberi izin kepada tentara dan polisi menggunakan senjata dengan kebebasan menembaki warga Plestina. Ia berambisi menghabisi rakyat Gaza, ia juga mengatakan bahwa PM Israil gagal dalam membersihkanseluruh rakyat Palestina. Ben Gvir mengklaim seluruh wilayah Gaza adalah milik mereka. Ia dengan gamblang menyampaikan di chanel TV Israil, bahwa Palestina adalah negara mereka. Ben Gvir mengancam jika ia menjadi menteri Pertahanan ia akan membubarkan otoritas Palestina, serta mendorong pemindahan warga Palestina dari Tepi Bara dan Jalur Gaza.
Ben Gvir memandang bahwa Benjamin Netanyahu telah gagal mememindahkan warga Palestina. Ia berasumsi bahwa Benjamin Netanyahu tidak menginginkan hal itu dengan sepenuh hati (Metro TV, 3 Oktober 2026).
Para Penguasa Muslim Tetap Membisu
Saat kaum Muslim di Palestina hampir punah. Penguasa Muslim tetap tak bersuara, seharusnya keadaan di Gaza, Palestina merupakan tanggung jawab mereka, karena memiliki kekuasaan namun sangat disayangkan mereka terus saja membisu. Sikap penguasa muslim ini berakar pada penerapan ideologi kapitalisme yang memberi ruang kepada penjajah. Yang diinginkan oleh Israil adalah menguasai seluruh wilayah Palestina jugaTepi Barat dan Jalur Gaza. Hal ini dikarenakan keinginan mereka mewujudkan Israil Raya yang sudah mereka rancangkan.
Kejahatan dan kezaliman mereka adalah penjahat perang yang berhati Iblis. Genosida, pembakaran mesjid, pengeboman tempat pengungsian, penculikan anak-anak, wanita-wanita, pemuda-pemuda, dan penyiksaan serta pembunuhan terhadap lansia sangatlah keji. Yang terlebih keji lagi adalah pemimpin Muslim yang pekak dan tuli. Diamnya kaum muslim di seluruh penjuru dunia akan menciptakan lebih banyak Iblis-Iblis yang berwujud manusia. Kaum muslim yang hanya membisu membutakan mata kepala dan menutup mata hati dengan nafsu duniawi juga bisa tergolong dari golongan mereka.
Dengan tidak ada progres untuk membebaskan saudara kita di Palestina hanya diam seperti patung yang tak bernyawa, seperti hewan yang tak berakal, padahal setiap hari menyaksikan kebrutalan Zionis Laknatullah, dengan entengnya berkata, “itu sudah takdir mereka mereka sedang diuji keimanan mereka, kita jaga saja iman kita, doakan saja mereka.” Secara tak langsung kita sedang bersubhat dengan Israil laknatullah. Saat Al Aqsha sedang dikuasi dan digunakan oleh entitas Yahudi sebagai media ibadah mereka, kaum muslim di dunia hanya berpangku tangan tanpa ada rasa penyesalan. Padahal Al Aqsha merupaka kiblat pertama kaum muslim, tempat rasulullah naik ke langit untuk menjemput perintah solat.
Kaum muslim saat ini menolak untuk bersatu. Menolak untuk masuk Islam secara menyeluruh, Islam hanya dipakai saat ibadah ritual saja. Ketika diajak mengkaji Islam Kaffah “Tak usah terlalu ribet, Islam itu memudahkan umatnya, cukup solat puasa saja”. Pemikiran-pemikiran seperti inilah yang membuat kita tidak bisa bersatu, dan tidak bisa memahami maksa sebenarnya Islam.
Menyadarkan Umat dan Penguasa Muslim
Kaum muslim harus menyadarkan umat dan para penguasa dengan sungguh-sunguh. Kejahatan Zionis terhadap rakyat Palestina tidak boleh dibiarkan sampai semuanya sudah terlambat. Pendudukan Zionis adalah akar masalah di Palesina. Dalam Islam sikap yang bisa kita ambil terhadap penjajah hanya satu yaitu mengusir penjajah dengan mengirim tentara muslim untuk berjihad. Untuk mewujudkan hal ini yakni melalui persatuan umat di bawah naungan al khilafah yang menerapkan ideologi Islam.
Jihad termasuk ajaran Islam, yakni melawan kafir demi menegakkan agama Allah. Saat kaum muslim terjajah ataui diperangi oleh orang-orang kafir maka kita berkewajiban menolong saudara kita di manapun mereka berada. Seperti yang sudah Allah tuangkan dalam firman-Nya.
Allah memerintahkan kita memerangi dan mengusir para penjajah.
"Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian”. (TQS Al-Baqoroh: 191).
Peristiwa yang terjadi di Palestina mengarahkan bahwa pentingnya umat memiliki pelindung dan satu pemimpin yaitu di bawah naungan Daulah Islamiah. Imajinasi nasionalisme yang sengaja dibuat oleh penjajah asing telah membentuk suatu kelemahan bagi umat Islam, memporak-porandakan persatuan muslim hingga bercera-berai seperti yang kita rasakan saat ini.
Kita bisa mengingat hadits rasulullah:
(Innamal imama jannatu yuqotalu min waro ihi wayuttaqo bih)
“Imam atau khalifah adalah prisai di belakang dia kaum muslim berperang dan berlindung.” (HR Bukhari dan Muslim)
Perjuangan menegakkan khilafah sangatlah penting dan mendesak. Ini disebabkan urgennya keadaan kaum muslim di tangan sekulerisme. Islam memiliki aturan yang sangat menyeluruh, mulai dari etika berperang, perlindungan anak-anak, wanita, kaum tua semua tercakup dalam aturan yang didasarkan atas printah dan larangan Allah dan rasul.
Wallahua'lam bishowab.
Via
OPINI
Posting Komentar