SP
Kabut Asap Seharusnya menjadi Pengingat
TanahRibathMedia.Com—Fenomena kondisi orang tua saat ini, yg tidak sedikit melakukan protes terhadap guru, ketika anak mendapatkan tugas yang cukup banyak atau beberapa ulangan dalam waktu yang berdekatan. Di satu sisi, orang tua tentu memiliki kekhawatiran ketika melihat anak kelelahan atau kesulitan membagi waktu. Di sisi lain, tugas dan evaluasi merupakan bagian dari proses pendidikan. Guru membutuhkan latihan dan penilaian untuk mengetahui sejauh mana materi dipahami peserta didik.
Kapitalisme membentuk cara pandang orang tua terhadap pendidikan dengan nilai materialisme dan orientasi pada kenyamanan, pendidikan anak dapat semakin dipandang sebagai jasa yang harus memberikan kepuasan kepada konsumen. Akibatnya, relasi orang tua dan sekolah bisa bergeser: dari
“Guru adalah mitra yang membantu mendidik anak” menjadi
“Sekolah adalah penyedia layanan, sehingga anak harus dibuat nyaman dan orang tua harus puas”. Ketika budaya kenyamanan membuat setiap tuntutan pendidikan dianggap sebagai masalah yang harus dihilangkan.
Dalam perspektif Islam, pendidikan adalah tarbiyah, anak adalah amanah yang harus dididik agar mengenal Allah, memiliki ilmu, adab, dan tanggung jawab, serta daya Maka pendidikan anak bukan menjadi tanggung jawab guru saja. Orang tua mendidik di rumah, guru mendidik di sekolah, dan keduanya seharusnya saling mendukung.
Dari kejadian kabut asap seharusnya memberikan kesadaran kepada wali murid tentang betapa pentingnya peran guru dalam pendidikan anak-anak mereka. Guru memiliki peran penting dalam mendidik, membimbing, mengarahkan, mendisiplinkan, dan membantu anak memahami ilmu serta membentuk sikapnya. Maka kehadiran dan peran guru semestinya dihargai dan didukung, oleh karena itu pendidikan tidak selalu identik dengan kenyamanan. Belajar membutuhkan latihan, kesabaran, tanggung jawab, dan terkadang tekanan yang terukur.
Di sinilah pentingnya peran negara yaitu membangun sistem pendidikan yang terarah, mengatur beban belajar secara proporsional, meningkatkan kualitas guru, serta menyediakan mekanisme komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua.
Lekha Ummu Mahira
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar