OPINI
HUT RI: Pesta Seremoni di Tengah Duka Bangsa
Oleh: Marlina Wati, S.E
(Muslimah Peduli Umat)
TanahRibathMedia.Com—Indonesia memang sudah merdeka secara fisik, tetapi kehidupan rakyat masih menghadapi berbagai persoalan. Kemiskinan, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan kesenjangan ekonomi masih dirasakan oleh masyarakat. Selain itu, korupsi dan pemborosan anggaran menunjukkan bahwa kekayaan negara belum sepenuhnya digunakan untuk kepentingan rakyat.
Masih banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan pendidikan, kesehatan, air bersih, dan fasilitas umum yang layak. Bencana seperti gempa dan kebakaran hutan juga terus terjadi. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kehidupan dan perekonomian masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Sungai Penuh menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan dan memperkuat rasa persatuan. Tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” jangan hanya menjadi slogan. Kemerdekaan harus benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat melalui kehidupan yang aman, kebutuhan yang terpenuhi, pendidikan yang baik, dan kesejahteraan yang merata.
Pemberian remisi kepada warga binaan juga menjadi bentuk pembinaan dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Oleh karena itu, semangat kemerdekaan harus diwujudkan dengan menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Kemerdekaan bukan hanya tentang upacara, tetapi tentang bagaimana rakyat dapat hidup aman, adil, dan sejahtera (Kompas86.com, 17-8-2026).
Pesta Seremoni di Tengah Duka Bangsa
Indonesia telah merdeka selama 81 tahun. Namun, kemerdekaan seharusnya bukan hanya tentang perayaan dan seremoni. Masih banyak rakyat yang menghadapi kemiskinan, pengangguran, bencana, serta kebutuhan hidup yang semakin berat. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah seharusnya lebih bijak dalam menentukan prioritas anggaran.
Perayaan kemerdekaan boleh dilakukan, tetapi jangan sampai mengabaikan kebutuhan rakyat yang lebih mendesak, seperti bantuan sosial, kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana. Krisis kepemimpinan juga menjadi persoalan. Pemimpin seharusnya hadir sebagai pengurus dan pelayan rakyat, bukan hanya menjaga kepentingan ekonomi dan investasi.
Selain itu, lemahnya pencegahan bencana menunjukkan perlunya perhatian yang lebih serius terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat. Negara tidak cukup hanya bertindak setelah bencana terjadi, tetapi harus melakukan pencegahan dan memberikan perlindungan sejak awal.
Sehingga, makna kemerdekaan perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata. Rakyat membutuhkan negara yang mampu memberikan keamanan, kesejahteraan, keadilan, dan pelayanan yang layak, bukan sekadar perayaan yang meriah di tengah penderitaan sebagian masyarakat.
Kemerdekaan Hakiki dalam Islam
Kemerdekaan hakiki dalam Islam bukan hanya berarti terbebas dari penjajahan atau tekanan dari manusia. Kemerdekaan yang sebenarnya adalah ketika manusia hanya tunduk dan menyembah kepada Allah Swt., serta tidak menjadikan manusia atau kekuasaan sebagai sesuatu yang menguasai dirinya secara mutlak.
Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 36:
“Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.”
Ayat ini mengajarkan bahwa manusia harus membebaskan dirinya dari segala bentuk penghambaan kepada selain Allah. Selain itu, Islam mengajarkan bahwa semua manusia memiliki kedudukan yang sama.
Allah Swt. berfirman;
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (TQS. Al-Hujurat:13)
Kemerdekaan hakiki juga tidak bisa dipisahkan dari kehidupan yang adil. Seorang pemimpin harus menjalankan amanah dan berlaku adil kepada rakyat. Amanah diberikan kepada yang berhak dan ketika menetapkan hukum di antara manusia dilakukan dengan adil.
Dalam sejarah Islam, khilafah Islamiyah dikenal sebagai salah satu bentuk kepemimpinan yang bertujuan mengatur kehidupan masyarakat berdasarkan ajaran Islam. Jadi bagi orang yang meyakini konsep khilafah, pemerintahan Islam diharapkan dapat menjadi sarana untuk menjaga agama, menegakkan keadilan, melindungi masyarakat, dan mewujudkan kesejahteraan.
Allah berfirman;
“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.” (TQS. An-Nur :55)
Allah berjanji kepada orang-orang beriman dan beramal saleh untuk diberikan kekuasaan di bumi serta keamanan dalam menjalankan agama. Kemerdekaan hakiki adalah ketika manusia benar-benar menjadi hamba Allah, dapat menjalankan agamanya dengan baik, memperoleh keadilan, serta terlindungi dari kezaliman.
Dalam pandangan yang mendukung khilafah, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kepemimpinan Islam yang amanah dan adil. Kemerdekaan seharusnya tidak hanya dirayakan dengan simbol dan upacara, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki kehidupan, menegakkan keadilan, menjauhi kezaliman, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Via
OPINI
Posting Komentar