OPINI
Bunuh Diri, Solusi Pintas Berlumur Dosa
Oleh: Nurul Lailiya
(Aktivis Muslimah)
TanahRibathMedia.Com—Ada sebuah seloroh yang mengatakan bahwa "hidup ini memang penuh ujian, kalau penuh wijen namanya onde-onde". Terdengar lucu namun penuh makna. Bila kita renungkan secara mendalam sampainya kita pada fase hidup sekarang, termasuk masalah yang kita hadapi saat ini adalah buah keberhasilan kita menyelesaikan masalah sebelumnya.
Sejak usia 2 bulan setelah lahir ke dunia, seorang bayi sudah dirangsang secara alami agar bisa tengkurap. Hal itu bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan koordinasi motorik yang kompak agar tubuh bayi bisa tengkurap dengan sempurna. Dengan penuh semangat bayi itu berusaha menggerakkan kepala dan badannya ke kiri dan ke kanan. Kadang bila dia telah lelah berusaha pecahlah tangisnya yang membuat semua anggota keluarga tertawa gemas. Lalu diangkatlah dia dalam buaian agar kembali tenang untuk selanjutnya berjuang lagi. Setelah berkali-kali berlatih dia akhirnya berhasil tengkurap dengan sempurna bahkan bisa semakin lihai membolak-balikan badannya.
Dengan bertambahnya usia, tantangan, masalah, hambatan, ujian dan cobaan akan terus mengikuti setiap fase hidup manusia. Saat sudah lihai tengkurap, dia akan belajar duduk, merangkak, melangkah, berjalan hingga akhirnya bisa berlari. Semua fase itu memiliki makna bahwa masalah yang ada itu harus kita selesaikan dengan usaha semaksimal mungkin.
Memang tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan mudah. Akan datang saat-saat kita merasa masalah yang kita miliki sangat berat. Mungkin itulah yang dirasakan oleh seorang pria berinisial FS (30) yang ditemukan tewas bunuh diri di GBK (Gelora Bung Karno) dekat pintu 10 pada Ahad, 06 September 2026 seperti yang diberitakan oleh detiknews.com edisi 14 September 2026. Berdasarkan hasil penyelidikan, penyebab korban nekad mengakhiri hidupnya adalah karena permasalahan dan tekanan hidup alias himpitan ekonomi, bahkan sebelumnya dia juga merupakan korban perundungan. Sebuah botol berisi cairan yang ditemukan tidak jauh dari jasad korban masih dalam penyelidikan aparat. Diduga kuat barang itu adalah racun.
Kejadian ini tentu sangat menyedihkan. Bayangkan saja seorang lelaki muda yang seharusnya memiliki cara pandang yang luas dalam menghadapi masalah justru berpikir sesempit itu. Padahal ada banyak cara yang bisa dilakukan agar beban hidup kita lebih ringan. Salah satunya adalah dengan menceritakan permasalahan yang kita hadapi pada orang yang kita percaya. Syukur-syukur bila kita mendapat solusi darinya. Namun bila dia tidak bisa membantu paling tidak kita merasa lega karena sudah bercerita padanya.
Sebagai makhluk yang lemah dan penuh keterbatasan dalam menghadapi masalah sudah sepatutnya kita mendekatkan diri kepada Allah Swt karena janjiNya yang mengatakan bahwa "Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan" (terjemahan Surat Al Insyiroh ayat 5) bahkan diulang lagi di ayat 6. Petunjuk ini kiranya cukup menjadi penguat iman bagi kaum muslimin bahwa selama kita meminta pertolongan Allah maka tidak ada masalah yang sangat berat.
Sadarilah bahwa sesungguhnya setiap masalah adalah cara Allah untuk mengingatkan kita agar selalu mendekat kepada Allah karena Dia adalah Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maka dengan kekuasaanNya itu sangat mudah bagi Allah untuk menyelesaikan masalah kita. Untuk itu panguatan akidah umat melalui pendidikan Islam memang sangat dibutuhkan.
Islam menumbuhkan dan menjaga keimanan individu penganutnya dengan sangat sistematis melalui pendidikan keimanan sejak dini. Anak-anak dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah senantiasa dipahamkan bahwa segala perbuatannya di dunia ini diketahui oleh Allah Swt karena Allah Maha Melihat. Dengan keyakinan itu akan lahir generasi yang selalu waspada dan berhati-hati dalam menghadapi serta menyelesaikan masalah. Dia akan berusaha menyelesaikannya dengan cara yang diridhoi Allah Swt.
Sebagai muslim pun patutnya kita ingat bahwa syari'at Islam melarang kaumnya untuk berputus asa dari rahmat Allah (QS. Yusuf ayat 87). Yakinlah bahwa rahmatNya itu luas dan tancapkan dalam hati bahwa bisikan untuk mengakhiri hidup karena tidak sanggup menyelesaikan masalah adalah bisikan setan. Makhluk laknat itu akan menjerumuskan kita ke lembah dosa yang tidak dapat dimaafkan oleh Allah seperti bunuh diri ini hingga kita telah menjadi temannya di neraka jahannam kelak seperti terjemahan QS. An-Nisa' ayat 30. Naudzubillah.
Adanya kejadian bunuh diri ini menjadi tanda bahwa tata kehidupan kita memang berpeluang menyebabkan orang putus asa. Tekanan hidup muncul dari berbagai arah karena kebijakan pemerintah yang sekuler kapitalistik selalu saja merugikan rakyat kecil, belum lagi pergaulan yang dipenuhi dengan persaingan materi, perundungan bahkan tuntutan dunia kerja yang semakin mencekik namun nominal gaji masih belum memenuhi semua kebutuhan hidup.
Hidup yang mulia dan sejahtera hanya akan kita rasakan ketika semua manusia tunduk pada syari'at Islam yang datang dari Allah. Pemerintahan Islam mewajibkan pemimpinnya untuk memberi kehidupan yang sejahtera, aman dan damai bagi penduduknya. Pemerintah smenguasai sumber daya mineral untuk dikelola dan didistribusikan dengan harga murah, layanan kesehatan dan pendidikan diberikan secara gratis. Ketertiban dan keamanan terjamin karena hukum qishas siap mengancam para perampok dan pencuri. Harga kebutuhan pokok bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat karena jalur distribusi yang pendek dan pengadaannya juga dijamin. Tidak hanya itu suasana amar makruf nahi munkar juga kental terasa dalam masyarakatnya hal ini tentu mampu meningkatkan rasa persaudaraan dan menjaga kesehatan mental sesamanya.
Via
OPINI
Posting Komentar