PUISI
Bara Kecil Perjuangan
Oleh: Ani Ummu Adli
TanahRibathMedia.Com—Ada percikan semangat yang tercetus disaat yang telah pasti.
Ada bara yang perlahan mulai terlihat.
Dari yang tadinya kecil kemudian semakin membesar, merayap dan menyebar.
Mengirimkan gejolak lidah-lidah api yang mulai berani menunjukkan keberadaan.
Saat bara semangat berubah menjadi kobaran kekuatan yang mampu memanaskan dan membakar seluruh permukaan..
Menyebar tanpa batas..
Namun, terarah jelas tersebab hembusan angin kebangkitan.
"Min az zulumaati ila an nuur. "
Dari kegelapan menuju cahaya ridho Ilahi…
Yaitu cahaya kesejahteraan hakiki yang tanpa sekat...,
tanpa debat...,
tanpa syarat...,
tanpa sesiapa makhlukpun yang kuasa menghambat.
Saat kobaran semakin membesar.., menyambar, membuat kobaran demi kobaran baru lainnya sehingga menerangi alam sekitar.
Terang benderang
tiada lagi dzhalim kegelapan yang menyesakan dada pemilik hati yang beriman.
Saat tabir gelap itu kemudian terbakar musnah oleh api kebangkitan...
Tiada lagi kesedihan...
Tiada lagi jeritan ketidak adilan...
Tiada lagi tiran yang bertindak dengan kesewenangan.
Masa kejayaan yang dinantikan telah mulai digaungkan.
Menggema.. Merambat cepat keseluruh penjuru pelosok tanpa penghambat.
Allahu Akbar...
Allahu Akbar...
Allahu Akbar...!!!
Namun tak ada yang abadi..
Sekali berarti... setelah itu pasti kan mati.
Kelak saat kobaran perjuangan itu lenyap ditelan ajal kehidupan...
Akan terjejas jelaga sebagai penanda bahwa kau pernah ada.
Bahwa kau pernah begitu berarti...
Pergimu tidaklah sia-sia.
Wahai jiwa-jiwa yang tenang...
Yang sesungguhnya tidak bisa diam saat kegelapan menghadang.
Nikmatilah sajian Rabb-mu di tempat keabadian.
Hadiah yang indah untukmu...
Karena engkau adalah pejuang milik-Nya.
Yang berjuang untuk tegaknya keadilan dan kesejahteraan dalam syariah Islam yang telah dijanjikan.
Via
PUISI
Posting Komentar