SP
Zionis Sengaja Menargetkan Anak-Anak Gaza
TanahRibathMedia.Com—Dilansir bbc.com (24-6-2026), Komisi Penyidik PBB Palestina pada Selasa (23-6-2026) melaporkan, Israel sengaja menargetkan anak-anak Palestina yang mengakibatkan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang di jalur Gaza, dan kejahatan perang di Tepi Barat yang diduduki. Dengan menargetkan anak-anak, Israel menyerang kapasitas rakyat Palestina untuk terus ada dan menentukan masa depan mereka.
Pembunuhan anak-anak Palestina terus berlanjut setelah gencatan senjata pada Oktober 2025 lalu. Tindakan Israel ini merupakan bagian dari strategi yang sengaja untuk menghancurkan masa depan rakyat Palestina di Gaza dengan menargetkan anak-anak mereka.
Israel menargetkan anak-anak Palestina di Gaza dengan menembak organ vital mereka menggunakan senjata presisi, seperti drone quadcopter, penembak jitu dan menggunakan senjata berdaya ledak tinggi dalam serangan terhadap bangunan perumahan, sekolah dan kamp pengungsi yang dipadati anak-anak. Anak-anak Gaza di Tepi Barat, remaja laki-laki telah ditangkap, disiksa dan diperlakukan buruk di penjara serta fasilitas pertahanan Israel. Skala yang intens dan sifat sistematik operasi militer Israel di Gaza terus berlanjut. Akibatnya, terdapat jumlah kematian, cedera, dan trauma yang belum pernah terjadi sebelumnya pada anak-anak Palestina.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, lebih dari 1.020 warga Palestina telah tewas, di antaranya 265 anak-anak. Menurut Kementerian Kesehatan Pelestina, sejak Oktober 2023, militer Zionis Israel melancarkan operasi militer di Gaza, dengan 73.035 orang tewas di Gaza, di antaranya lebih dari 21.280 anak-anak. Perang memutus kesempatan anak-anak Gaza sebagai modal untuk membangun peradaban. Mirisnya, dunia dan lembaga internasional seolah membisu meski mengetahui jumlah korban dan berbagai kerusakan di Gaza. Dunia abai terhadap masa depan peradaban Palestina dan Islam. Sekat-sekat nasionalisme telah menjadikan para pemimpin negeri-negeri muslim tak bisa berbuat lebih selain hanya melakukan kecaman semata.
Padahal anak-anak Gaza sangat membutuhkan pertolongan untuk menyelamatkan hidup dan masa depan mereka. Rasulullah saw bersabda, "Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakit)." (HR. Bukhari dan Muslim)
"Mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan sebagiannya menguatkan sebagian lainnya." (HR. Bukhari, At Tirmidzi, An Nasa'i dan Ahmad)
Masa depan anak-anak Palestina hanya akan terselamatkan jika Zionis Israel dapat dikalahkan. Untuk itu, dibutuhkan adanya jihad dan tegaknya negara Islam, yakni Khilafah yang menerapkan Islam secara menyeluruh (kaffah) dalam kehidupan.
Karenanya, umat wajib berjuang menyeru penguasa negeri muslim untuk berjihad membebaskan Palestina. Bebasnya Palestina juga membutuhkan tegaknya Khilafah yang akan menjaga umat dari musuh-musuh Allah ta'ala. Khilafah senantiasa melindungi jiwa kaum muslim, termasuk anak-anak di seluruh wilayah Khalifah. Dengan jihad, Zionis Yahudi akan enyah dari tanah Palestina yang diberkati.
"Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepadaKu." (TQS. Al Mu'minun [23]: 52)
Wallahu'alam.
Sadawa
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar