Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SP Nyawa yang Terabaikan: Pelajaran Pahit dari Tragedi Anak di Kanal Golden Prawn
SP

Nyawa yang Terabaikan: Pelajaran Pahit dari Tragedi Anak di Kanal Golden Prawn

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
04 Jul, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



TanahRibathMedia.Com—Kabar meninggalnya seorang bocah berusia 7 tahun di kawasan kanal Golden Prawn, Batam, menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar: bagaimana keselamatan anak bisa terabaikan hingga berujung kehilangan nyawa? Peristiwa ini bukan sekadar musibah, tetapi cerminan dari lemahnya pengawasan dan sistem perlindungan terhadap anak di lingkungan sekitar (batam.inews.id, 15 Juni 2026).

Anak-anak pada usia dini masih sangat bergantung pada pengawasan orang dewasa. Minimnya pengawasan orang tua menjadi salah satu faktor yang tidak bisa diabaikan dalam peristiwa ini. Di usia tersebut, anak belum memiliki kemampuan untuk memahami risiko lingkungan, terutama di area berbahaya seperti kanal atau perairan terbuka. Ketika pengawasan longgar, potensi kecelakaan menjadi sangat besar.

Di sisi lain, aspek mitigasi keselamatan di wilayah pesisir dan kawasan wisata juga masih menjadi pekerjaan rumah. Banyak area yang berdekatan dengan air tidak dilengkapi dengan pengamanan yang memadai, seperti pagar pembatas, rambu peringatan, atau pengawasan petugas. Kondisi ini memperbesar risiko, terutama bagi anak-anak yang secara naluriah aktif dan penasaran terhadap lingkungan sekitarnya.

Peristiwa ini menegaskan bahwa perlindungan terhadap keselamatan jiwa anak bukan hanya tanggung jawab orang tua semata, tetapi juga masyarakat dan negara. Lingkungan yang aman tidak tercipta dengan sendirinya, melainkan melalui kesadaran kolektif dan kebijakan yang berpihak pada keselamatan.

Dalam perspektif Islam, menjaga jiwa manusia merupakan salah satu tujuan utama (maqashid syariah) yang harus diprioritaskan. Setiap nyawa memiliki nilai yang sangat tinggi dan tidak boleh diabaikan. Prinsip ini ditegaskan dalam firman Allah Swt.: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (TQS. An-Nisa: 29). Ayat ini mengandung makna bahwa menjaga keselamatan diri, termasuk mencegah hal-hal yang membahayakan, adalah kewajiban.

Islam juga menghadirkan seperangkat aturan yang komprehensif dalam menjaga jiwa, mulai dari tanggung jawab individu hingga peran negara. Orang tua memiliki peran utama sebagai pengawas, pendidik, dan pelindung bagi anak. Mereka tidak hanya bertugas memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memastikan keamanan dan keselamatan anak dalam setiap aktivitasnya.

Di sisi lain, masyarakat memiliki tanggung jawab sosial untuk saling mengingatkan dan menjaga lingkungan agar tetap aman. Sementara itu, negara wajib menyediakan infrastruktur yang mendukung keselamatan, termasuk di kawasan rawan seperti perairan dan tempat wisata. Tanpa peran aktif dari ketiga unsur ini, perlindungan terhadap anak akan selalu memiliki celah.

Tragedi ini seharusnya menjadi momentum evaluasi bersama. Pengawasan terhadap anak harus diperkuat, fasilitas keselamatan di ruang publik perlu ditingkatkan, dan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga nyawa harus ditanamkan kembali. Akhirnya, setiap kehilangan nyawa, terlebih anak-anak, adalah pengingat bahwa keselamatan tidak boleh dianggap sepele. Yang dibutuhkan bukan hanya penyesalan setelah kejadian, tetapi langkah nyata untuk memastikan peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.

Ilma Nafiah
(Sahabat Tanah Ribath Media) 
Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Nyawa yang Terabaikan: Pelajaran Pahit dari Tragedi Anak di Kanal Golden Prawn

Tanah Ribath Media- Juli 03, 2026 0
Nyawa yang Terabaikan: Pelajaran Pahit dari Tragedi Anak di Kanal Golden Prawn
TanahRibathMedia.Com— Kabar meninggalnya seorang bocah berusia 7 tahun di kawasan kanal Golden Prawn, Batam, menyisakan duka mendalam sekaligus per…

Most Popular

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

Juli 01, 2026
Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Juli 01, 2026
Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Juli 01, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

Juli 01, 2026
Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Juli 01, 2026
Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Juli 01, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us