Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Gen Z Melawan Krisis: dari Kegelisahan Menuju Peradaban Islam
OPINI

Gen Z Melawan Krisis: dari Kegelisahan Menuju Peradaban Islam

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
04 Jul, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Bunda Chena 
(Aktivis Muslimah)


TanahRibathMedia.Com—Generasi Z (Gen Z) tumbuh di era yang serba cepat, digital, dan sarat akan perubahan. Di satu sisi mereka memiliki akses yang luas terhadap informasi dan teknologi serta berbagai peluang yang belum pernah dirasakan oleh generasi sebelumnya. Namun di sisi lain, derasnya informasi dan teknologi justru menghadirkan tantangan yang tidak mudah. Banyak anak muda hari ini hidup dengan penuh kecemasan, kebingungan dan keresahan akan masa depan.

Realitas tersebut memunculkan paradoks terhadap Gen Z. Mereka sering dianggap sebagai generasi yang rapuh secara mental dan rentan terhadap tekanan hidup. Namun dibalik anggapan itu, tersimpan potensi besar berupa daya respon dan kritis, keberanian bersuara, serta keinginan kuat untuk memperjuangkan perubahan. Kegelisahan yang mereka rasakan, bisa saja bukan tanda kelemahan tapi justru awal dari kesadaran mendalam terhadap realitas kehidupan. Dari sini muncul pertanyaan: akankah Gen Z tenggelam dalam depresi atau justru bangkit menuju perubahan lebih baik?

Berbagai survei menunjukkan bahwa Gen Z adalah generasi yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental dan kecemasan, tidak hanya di Indonesia namun melanda dunia internasional. Survei Jakpat menunjukkan bahwa Gen Z Indonesia banyak mengalami  masalah kesehatan mental seperti mood swing, kecemasan dan stres. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari pengaruh media sosial, tuntutan untuk selalu produktif hingga kekhawatiran akan masa depan (databoks.katadata.co.id, 11-1-2025). Hal ini diperkuat oleh BPS Kabupaten Gorontalo (5 Februari 2025) yang menyebutkan bahwa ketidakpastian hidup, sulitnya memperoleh pekerjaan tetap, serta tingginya ekspektasi sosial menjadi beban tersendiri bagi generasi sekarang. Fenomena ini menggejala di seluruh dunia (gorontalokab.bps.go.id).

Laporan Axios (17-2-2024) menjelaskan bahwa ketidakpastian karier, tekanan ekonomi serta meningkatnya biaya hidup membuat banyak Gen Z hidup dengan sikap hidup yang skeptis terhadap masa depan. Meski demikian, ditengah banyaknya tekanan tersebut mulai muncul gelombang resistensi dari kalangan Gen Z. Mereka semakin kritis, semakin vokal terhadap berbagai persoalan sosial dan berani menyerukan perubahan. Hal ini terlihat dalam Indonesian Milleneal dan Gen Z Report oleh IDN times (27-8-2025) yang menunjukkan meningkatnya kesadaran kritis Gen Z terhadap kondisi sosial, sehingga diprediksi dapat menjadi titik balik menuju kebangkitan generasi tersebut.

Kecemasan yang dialami Gen Z hari ini tidak terlepas dari krisis multidimensi yang melanda dunia internasonal. Krisis ekonomi, sosial, politik, lingkungan hingga krisis moral saling berkaitan dan menciptakan tekanan hidup tersendiri bagi Gen Z. Mereka hidup ditengah ketidakpastian hidup sehingga merasa tidak aman akan masa depan.  Terlebih lagi, potensi besar yang dimiliki justru banyak dilemahkan oleh sistem kehidupan yang menjadikan materi sebagai standar utama kesuksesan. Akibatnya, mereka didorong untuk mengejar validasi, keuntungan pribadi tanpa memiliki landasan iman yang kuat. Sisitem kehidupan seperti ini merusak jati diri generasi muda dan membuat mereka hidup tanpa arah dan tujuan. 

Di sisi lain, negara sering abai terhadap pembinaan generasi. Hal ini terlihat dari belum optimalnya kebijakan yang menjawab akar persoalan mereka. Sistem pendidikan contohnya, masih banyak berorientasi pada nilai akademik dan persaingan pasar kerja, namun minim pembinaan iman, karakter, kesehatan mental serta lifeskill menghadapi realitas hidup.  Akibatnya banyak generasi yang yang tumbuh dengan tekanan untuk berprestasi namun miskin arah hidup. 

Selain itu, derasnya arus digital membentuk gaya hidup hedonis, individualis, haus validasi juga belum diimbangi dengan perlindungan yang memadai. Generasi muda terus terpapar berbagai standar semu dari media sosial. Akibatnya, jangankan dirangkul, difasilitasi dan dibina, generasi muda justru sering menerima stigma negatif dari generasi sebelumnya, seperti dianggap lemah, manja, atau terlalu sensitif. Padahal, mereka sesungguhnya sedang berjuang menghadapi tantangan zaman yang jauh berbeda dari generasi terdahulu.

Namun demikian, kecemasan dan sikap kritis Gen Z juga dapat menjadi peluang perubahan. Rasa gelisah terhadap kondisi dunia menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kepedulian dan sensitivitas terhadap realitas. Jika diarahkan dengan benar, kegelisahan ini dapat menjadi energi kebangkitan menuju perubahan yang lebih baik dan kondisi kehidupan yang lebih ideal.

Islam menawarkan solusi menyeluruh atas krisis yang melanda dunia saat ini. Islam bukan sekadar agama ritual, tetapi juga sistem hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Penerapan Islam secara kaffah akan menghadirkan rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin), membawa ketenangan jiwa, keadilan sosial, serta keselamatan hidup bagi manusia.

Sejarah membuktikan bahwa generasi muda pada masa kejayaan Islam memiliki karakter yang sangat kuat dan dibentuk menjadi generasi unggul. Mereka tumbuh dengan kepribadian Islam yang kokoh sehingga pola pikir dan pola sikap senantiasa berlandaskan akidah. Pemuda Islam tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga intelektual dan sosial. Mereka menjadi motor peradaban yang melahirkan kemajuan besar bagi umat manusia.

Dalam Islam, negara juga memiliki peran strategis sebagai pelindung (junnah) dan pelayan umat (raa’in). Negara bertanggung jawab menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat secara adil, menyediakan pendidikan yang benar, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi berkualitas. Sistem pendidikan islam juga tidak hanya mencetak generasi yang kompeten secara akademik, tetapi juga beriman, berakhlak, dan memiliki visi perubahan.  Sehingga generasi muda akan tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara fisik, mental, intelektual dan spiritual. Dengan demikian tidak akan ada namanya generasi yang menghadapi tekanan hidup sendirian. 

Karena itu, pemuda hari ini perlu disadarkan akan peran besarnya dalam perubahan, mereka bukan generasi yang diciptakan untuk larut dalam kecemasan dan hilang arah. Mereka harus memahami dan mengemban mabda (ideologi) Islam sebagai landasan berpikir dan bertindak. Kepedulian terhadap kondisi umat harus ditumbuhkan agar lahir generasi yang bukan hanya kritis terhadap masalah, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi. Dengan islam, Gen Z tidak hanya mampu keluar dari depresi menuju resistensi, tetapi juga dari resistensi menuju kebangkitan Islam yang hakiki.

Penutup

Kecemasan yang melanda Gen Z hari ini sejatinya bukan persoalan individu semata, melainkan cerminan rusaknya sitem kehidupan yang melahirkan ketidakpastian, tekanan dan krisis. Karena itu solusinya harus menyentuh akar persoalan. Islam hadir sebagai solusi yang menyeluruh yang mampu mengembalikan arah hidup manusia sekaligus membangun peradaban yang menyejahterakan. Gen Z tidak seharusnya dianggap sebagai generasi yang rapuh. Dengan pembinaan Islam yang benar, kegelisahan mereka dapat bertransformasi menjadi kesadaran dan energi perjuangan. Dari depresi menuju resistensi dan dari resistensi menuju kebangkitan peradaban Islam.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Gen Z Melawan Krisis: dari Kegelisahan Menuju Peradaban Islam

Tanah Ribath Media- Juli 03, 2026 0
Gen Z Melawan Krisis: dari Kegelisahan Menuju Peradaban Islam
Oleh: Bunda Chena  (Aktivis Muslimah) TanahRibathMedia.Com— Generasi Z (Gen Z) tumbuh di era yang serba cepat, digital, dan sarat akan perubahan. D…

Most Popular

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

Juli 01, 2026
Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Juli 01, 2026
Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Juli 01, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

Juli 01, 2026
Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Juli 01, 2026
Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Juli 01, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us