Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Kala Aspirasi Rakyat Diabaikan, Jalanan Jadi Ruang Sidang
OPINI

Kala Aspirasi Rakyat Diabaikan, Jalanan Jadi Ruang Sidang

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
02 Jul, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Tety Kurniawati 
(Aktivis Dakwah dan Penggiat Literasi)

TanahRibathMedia.Com—Gelombang aksi demonstrasi mahasiswa secara masif terus bergulir di berbagai daerah. Tuntutan mereka meliputi perubahan kebijakan ekonomi dan praktik militerisme dihentikan. Aksi demonstrasi itu mulai berlangsung pada Senin(15/06), menyusul aksi serupa di Jakarta, Yogyakarta dan kota-kota lain pada Jumat (12/6) dan Sabtu (13/6) (bbcnewsindonesia.com, 15-6-2026).

Namun alih-alih menerapkan tuntutan rakyat, pemerintah dan DPR tetap melanjutkan sejumlah kebijakan yang menuai protes. Seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, revisi undang-undang dan pengelolaan APBN. Pemerintah berdalih program-program tersebut dapat dievaluasi sambil berjalan, baik secara tata kelola dan pembenahan di lapangan.

Aksi demonstrasi maupun keberanian rakyat untuk bersuara di ruang publik dan media sosial sejatinya bentuk pengawasan masyarakat sipil dan wujud kepedulian terhadap jalannya pemerintahan. Meski demikian, pejabat pemerintah seringkali memberi respon defensif dan terkesan anti terhadap kritikan. Bahkan menganggap hal tersebut sebagai ancaman. Kala rakyat merasa aspirasinya diabaikan, jalanan berubah jadi ruang sidang.


Kapitalisme Melahirkan Kesenjangan Struktural

Standar relasi rakyat dan penguasa dalam sistem Kapitalisme merujuk pada prinsip transaksional berupa manfaat dan kepentingan. Negara berperan sebagai regulator pasar, sementara rakyat diposisikan sebagai subjek ekonomi. Relasi ini mensyaratkan manfaat timbal balik di mana rakyat butuh jaminan hukum dan regulasi, sedangkan penguasa membutuhkan modal dan legitimasi dari aktivitas ekonomi yang rakyat geluti.

Faktanya, kekuasaan dan modal sering kali berjalan beriringan di sistem ini. Menciptakan kesenjangan struktural yang membuat penguasa leluasa memaksakan kebijakan demi melanggengkan kekuasaan ataupun mengakomodasi kepentingan segelintir elite pemodal. Regulasi negara sengaja dibajak untuk melayani kepentingan bisnis tertentu, dibandingkan memastikan tercapainya kesejahteraan publik.

Kebijakan tak populer yang menindas rakyat dibungkus dengan narasi "kepentingan nasional" atau"pertumbuhan ekonomi" sebagai justifikasi agar rakyat terpaksa menyetujui. Jika masih ada rakyat yang nekat bersuara sumbang maka penguasa tak segan melakukan tindakan represif, intimidasi siber , framing media oleh buzzer hingga kriminalisasi hukum untuk membungkamnya.

Inilah yang dikenal sebagai paradoks kebebasan liberal dalam sistem Kapitalisme. Kebebasan berpendapat hanya diterjemahkan sebagai kebebasan pers dan berekspresi. Ketika kritik publik menggugat hegemoni pemilik kapital. Negara tanpa ragu merespon secara represif atas nama menjaga iklim investasi dan stabilitas ekonomi nasional.

Solusi Islam

Relasi rakyat dan penguasa dalam Islam diatur berdasarkan syariat. Bukan kepentingan, melanggengkan kekuasaan maupun manfaat. Islam menetapkan hubungan antara rakyat dan penguasa dibangun di atas prinsip amanah, keadilan, dan ketaatan dalam kebaikan. Kekuasaan hanya wasilah untuk menegakkan agama dan kemaslahatan bersama, bukan hak istimewa. Penguasa wajib menerapkan syariat dalam setiap aspek kehidupan (poleksosbudhankam), bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan dan pengurusan urusan rakyat, menegakkan keadilan, bermusyawarah dalam mengambil keputusan dan melayani kepentingan publik tanpa diskriminasi. Di lain sisi, rakyat wajib taat pada pemimpin (penguasa) yang menerapkan secara utuh syariat Islam.

Rakyat memiliki hak untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan bernegara. Hak ini mencakup kebebasan menyalurkan aspirasi,  memilih pemimpin (mekanisme bai'at), dan mewajibkan penguasa untuk bermusyawarah dalam berbagai hal yang diatur syariat. Dalam Islam, rakyat wajib melakukan muhasabah (introspeksi diri) saat menghadapi kezaliman penguasa, karena bisa jadi pemimpin yang zalim merupakan cerminan dari kemaksiatan rakyat itu sendiri. Selain itu, rakyat tetap berkewajiban melakukan muhasabah lil hukam (mengoreksi penguasa) dengan cara yang santun dan nasehat yang membangun. Aktivitas ini merupakan hak sekaligus kewajiban politik rakyat untuk memastikan penguasa tidak berlaku zalim dan tetap berjalan atas hukum syariat.

Saat syariat diterapkan secara Kaffah dalam kehidupan. Tidak ada lagi aspirasi rakyat yang terabaikan, peradilan jalanan sebagai satu-satunya cara rakyat mendapat sorotan, dan kesenjangan struktural yang mengeliminir kepentingan dan kesejahteraan publik. Sebab Islam dengan pengaturannya yang paripurna selalu mengutamakan tercapainya ketertiban sosial, kepastian hukum, dan keadilan yang terstruktur dalam kehidupan bernegara. Wallahu'alam bisshawwab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Kapitalisme Meniscayakan Asas Manfaat dalam Relasi Penguasa dan Rakyat

Tanah Ribath Media- Juli 02, 2026 0
Kapitalisme Meniscayakan Asas Manfaat dalam Relasi Penguasa dan Rakyat
Oleh: Najah Ummu Salamah  (Komunitas Penulis Peduli Umat) TanahRibathMedia.Com— Pada Jumat (19 Juni 2026), mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi…

Most Popular

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

Juli 01, 2026
Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Juli 01, 2026
Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Juli 01, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

Juli 01, 2026
Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Juli 01, 2026
Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Juli 01, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us