OPINI
Anak-Anak Gaza Target Genosida Zionis
Oleh: Pudji Arijanti
(Pegiat Literasi untuk Peradaban)
TanahRibathMedia.Com—Komisi Penyelidik PBB merilis laporan mengejutkan. Israel dituduh sengaja menargetkan anak-anak Palestina. Ini genosida, kejahatan perang di Gaza dan Tepi Barat. Ratusan ribu anak menjadi korban penderitaan fisik dan mental. Lebih kejam lagi, pembunuhan ini terus berlanjut bahkan setelah gencatan senjata Oktober 2025. Menurut PBB, ini adalah strategi yang disengaja untuk menghancurkan masa depan Palestina. Setiap hari Zionis membunuh satu anak Gaza. Masa depan anak Gaza terancam, ini merupakan genosida oleh Zionis. Namun, Israel menolak semua tuduhan dan menyebutnya fitnah (Bbc.com, 24 Juni 2026).
Tindakan Israel terhadap anak-anak Palestina memang dilakukan secara sengaja. Zionis menargetkan anak-anak Gaza sebagai bagian dari strategi genosida untuk menghabisi masa depan muslim Palestina. Ratusan ribu anak menjadi korban pembunuhan dan penderitaan fisik serta mental. Bagi Zionis, tidak ada kata "anak-anak harus dilindungi". Justru anak-anak harus dihabisi agar rakyat Palestina pupus.
Menurut Komisi Penyelidik PBB, ini merupakan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang di Gaza dengan tujuan jelas: menghancurkan masa depan rakyat Palestina. Zionis melakukan segala cara, termasuk membunuh anak-anak, demi meraih tujuan mereka yaitu menguasai seluruh wilayah Palestina dan mewujudkan Israel Raya. Mereka tidak peduli dengan gencatan senjata maupun kecaman lembaga PBB. Lebih kejam lagi, pembunuhan ini masih terus berlanjut bahkan setelah gencatan senjata pada Oktober 2025.
Harapan Semu
Dunia tidak bisa berharap Zionis berbelas kasih, apalagi berharap pada bualan PBB yang terbukti gagal dengan puluhan resolusinya. Bahkan dunia Islam sekalipun sebagian penguasanya justru makin mesra dengan AS dan Zionis karena, terikat paham nasionalisme dan politik kapitalistik.
Oleh sebab itu, untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel, sangat keliru jika harapan terus disandarkan kepada para penguasa nasionalis maupun kepada PBB. Paradigma negara-bangsa (nation-state) membuat setiap negara lebih berfokus pada kepentingan dan batas wilayahnya masing-masing. Sementara itu, berbagai upaya yang ditempuh melalui PBB tidak terwujud penyelesaian paripurna. Selama kondisi ini tidak segera dihentikan, kemerdekaan Palestina akan semakin kabur.
Khilafah Perisai Hakiki
Satu-satunya harapan membebaskan Palestina hanya pada Khilafah. Karena Khilafah menjawab kebuntuan dunia terhadap penyelesaian Palestina. Khilafah adalah satu-satunya institusi politik Islam yang akan mengerahkan kekuatan jihad fi sabilillah untuk mengalahkan Zionis dan membebaskan Palestina. Lebih dari itu, Khilafah akan mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi anak-anak Palestina. Mulai dari jiwa, kesehatan fisik dan mental, pendidikan, kesejahteraan, hingga seluruh aspek masa depan mereka akan dijamin. Oleh karena itu, menegakkan Khilafah adalah qadhiyah mashiriyah umat, persoalan hidup-mati yang wajib diperjuangkan penegakannya.
Anak-anak Gaza membutuhkan perlindungan hakiki. Yakni hidup merdeka tanpa desingan peluru dan tumbuh normal sebagaimana anak-anak di belahan dunia lainnya. Karena itu, perjuangan membebaskan Palestina adalah dengan hadirnya kepemimpinan Islam yang dapat menyatukan kekuatan tentara kaum Muslimin di seluruh dunia.
Wahai kaum Muslimin, Palestina butuh mobilisasi pasukan jihad sesungguhnya. Sebagaimana, pasukan pembebas yang dikirim Khalifah Umar bin Khattab dan Shalahuddin Al Ayyubi. Saatnya kaim Muslimin bersatu. Saatnya kembali ke Islam. Hanya Islam yang bisa mempersatukan umat. Sebab, umat yang bersatu akan lebih kuat menjaga kehormatan dan memperjuangkan keadilan bagi Palestina.
Palestina membutuhkan pembela yang memiliki kemampuan untuk menghadapi kekuatan lawan secara seimbang. Sehingga penjajahan segera hilang dari bumi Palestina. Allahu Akbar!
Wallahu'alam bissawab.
Via
OPINI
Posting Komentar