SP
Trauma Anak Gaza
TanahRibathMedia.Com—Psikoterapi anak dari Norwegia, Katrin Glatz Brubakk telah menyampaikan ke BBC bahwa setiap anak Gaza mengalami trauma. Lebih dari satu juta anak yang telah menderita trauma parah yang salah satu akibatnya menyebabkan anak-anak kehilangan kemampuan berbicara. Para dokter mengatakan di rumah Sakit Hamad di Kota Gaza, kasus anak-anak kehilangan kemampuan berbicara semakin meningkat (Kompas.id dari Al Jazeera, 24-4-2026).
Bagaimana tidak menjadi trauma yang mendalam ketika mereka melihat, mendengar, menyaksikan semua kejahatan entitas zionis yang terus menyerang, membunuh, dan menghancurkan Gaza tanpa belas kasihan. Rasa kemanusiaan zionis Yahudi telah lenyap sehingga para tentara zionis tak segan menyiksa, membunuh di depan anak-anak bahkan membantai anggota keluarga yang lainnya. Anak-anak Gaza menjadi yatim atau piatu bahkan yatim piatu. Kesedihan yang terlalu mendalam menyebabkan mereka kehilangan kemampuan untuk berbicara. Skenario genosida rakyat Gaza bukan hanya menjajah fisik namun sekaligus dengan mental karena zionis menghendaki membabat habis penduduk dan generasi rakyat Gaza
Di balik kengerian dan horornya tentara zionis, dunia seakan tak mampu menghentikan jahatnya entitas zionis ini. Lembaga internasional UNICEF tertidur lelap karena takut pada negara adidaya Amerika, bahkan penguasa kaum muslimin justru melakukan pengkhianatan terhadap perjuangan muslim Palestina. Mereka lebih sibuk dengan urusan dalam negeri dan mengamankan posisi mereka di hadapan Amerika. Mereka tidak lagi menganggap rakyat Gaza sebagai saudara atau bagian dari kaum muslimin.
Rasulullah bersabda persaudaraan kaum muslim itu ibarat bagaikan satu tubuh, apabila salah satu bagian ada yang sakit maka seluruh tubuh akan merasakan sakit atau demam. Saat ini kaum muslimin terpecah belah dengan nasionalisme (nation state) karena kehilangan perisai dan pemersatu yaitu khilafah.
Derita anak Palestina harus segera diakhiri dengan tidak hanya mengandalkan terapi atau galang donasi, namun harus lebih dari itu. Solusi sejatinya negeri mereka harus dibebaskan dari penjajahan zionis Israel yang mendapat dukungan penuh dari Amerika. Kejahatan dan kekejaman entitas zionis harus dilawan dengan Jihad Fii Sabiililah yang digerakkan dan dikomando hanya dengan institusi Khilafah. Khilafah akan mengutus tentaranya untuk melawan dan membebaskan Palestina dari segala bentuk penjajahan bukan menjadi pasukan perdamaian yang hanya menonton atas genosida yang dilakukan tentara zionis. Karenanya, kesadaran perjuangan kaum muslimin dalam penegakan Khilafah sangatlah penting bagi tercapainya upaya pembebasan Palestina dan terwujudnya persatuan kaum muslimin seluruh dunia.
Wallahu a'lam bissawab.
Ummu Sab'ah
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar