OPINI
Perundungan Kian Masif, Negara Tak Berperan Aktif?
Oleh: Ummu Rofi'
(Aktivis Muslimah)
TanahRibathMedia.Com—Kekerasan terhadap anak semakin meningkat. Kondisi generasi saat ini sangat memprihatinkan dan mudah sekali melakukan tindak kekerasan terhadap sesama temannya. Sistem kapitalisme telah menggerus kepribadian generasi muslim saat ini, sedangkan sistem Islam berbeda karena akan menghasilkan generasi yang berkepribadian Islam secara kaffah.
Dilansir dari laman Kompas.com, (5-6-2026), terjadi peristiwa pembakaran 3 orang santri, di Lombok Tengah. Pelaku diduga kakak kelas korban. Latar belakangnya karena korban mengadu kepada pemimpin ponpes sering di bully oleh pelaku. Akhirnya pelaku dendam dan mengancam untuk membakar korban. Lalu terjadilah pembakaran tersebut.
Fakta di atas mencerminkan krisis pola pikir dan pola sikap generasi saat ini. Mengkhawatirkan jika tidak ada penanganan serius terhadap kekerasan generasi. Mengapa ini sering kali terjadi? Kekerasan sesama generasi ini akan menjadi bola gunung es. Jika didiamkan maka akan tambah besar permasalahan ini.
Berakar dari diterapkannya sistem kapitalisme saat ini. Negara hanya parsial dalam menyelesaikan permasalahan kekerasan generasi. Tujuan pendidikan pun tidak menjadikan anak didik berkepribadian baik dan bertakwa. Sebaliknya menjadikan anak hanya mencari prestise semata. Kapitalisme menjadi dasar kian masifnya kekerasan generasi saat ini. Data menjelaskan bahwa di tahun 2026, bullying kian meningkat drastis hingga 71 persen yaitu 233 kasus terjadi di sekolah dalam waktu tiga bulan terakhir (Kompas.com, 14-4-2026).
Akar Permasalahan adalah Kapitalisme
Mengerikan ketika sistem kapitalisme terus diadopsi oleh negara ini. Seharusnya penguasa introspeksi untuk mengurusi permasalahan seluruhnya, termasuk urusan generasi saat ini. Krisis pola pikir dan pola sikap yang jauh dari aturan Allah Swt. semakin meningkat. Inilah kapitalisme yang bertujuan menghancurkan generasi muslim dari jati dirinya sebagai muslim yang sebenarnya. Penguasa saat ini hanya menjadi regulator dan fasilitator saja. Bukan untuk meriayah urusan umat secara keseluruhan. Akhirnya kerusakan pola pikir dan pola sikap generasi saat ini kian masif dan negara tak berperan di dalam pengurusan anak didik. Jikalau ada permasalahan, solusi yang diberikan tak menyentuh akar persoalan yang terjadi.
Kurikulum pendidikan kapitalisme pun berubah-ubah tidak menjadikan anak didik memahami dengan benar dan tidak menjadikan anak berkepribadian sesuai dengan Islam. Dalam aspek sanksi hukum juga tidak ada efek jera kepada pelaku bullying. Akhirnya bullying kian masif di tengah lingkungan sekolah saat ini. Aspek individu dan masyarakat tidak ada saling kontrol satu dengan yang lainnya, khususnya terhadap tindakan generasi yang melampaui batas ini.
Solusi Islam
Berbeda dengan sistem Islam yang memiliki aturan yang fundamental dan menyelesaikan permasalahan sampai ke akar. Sistem Islam berlandaskan akidah islamiyah, aturannya bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah, yakni dari Allah Swt. Allah yang telah menciptakan manusia beserta seperangkat aturan untuk dijalankan selama hidup di dunia.
Dari aspek penguasa, masyarakat, individu, kurikulum pendidikan dan sanksi hukum dalam sistem Islam memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya. Penguasa yang mengadopsi aturan dari Al-Qur'an agar untuk dijalankan kepada seluruh rakyatnya. Sedangkan masyarakat saling mengontrol sesama umat manusia, individu yang bertakwa kepada Allah Swt.
Aspek pendidikan berasaskan akidah islamiyah, kurikulum ini tidak akan berubah meski pergantian amanah jabatan penguasa maka akan menjadikan pola pikir dan pola sikap Islam secara totalitas. Ouputnya mengharap rida Allah Swt. dan menjalankan segala sesuatunya karena Allah Swt. Maka generasi akan menjadi generasi yang bersyakhsiyah Islam dan cerdas. Suatu keniscayaan di dalam sistem Islam tindakan bullying tidak ditemukan dan jikalau ada, maka sanski hukum akan berlaku bagi pelaku tindakan bullying. Ketika di bawah umur maka khalifah akan mengembalikan kepada kedua orang tuanya untuk diberikan nasehat dan dididik agar tidak melakukan hal kejahatan. Namun jika sudah dewasa, hukuman akan diserahkan kepada khalifah sebagai hukuman ta'jir (penjara, diasingkan, diyat, dan lain-lain).
Sifat sanksi dalam Islam adalah zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus). Ketegasan hukuman dalam Islam menjadikan pelaku jera. Karena dengan dorongan ketakwaan individu sadar akan perbuatan yang dilakukan. Oleh karena itu andil khalifah penting dalam pengurusan urusan umat seluruhnya. Rasulullah Saw bersabda:
“Seorang imam (kepala negara) adalah pemimpin yang akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Khatimah
Jelaslah dalam sistem Islam akan terwujud generasi yang bertakwa dan bersyakshiyah Islam secara totalitas. Karena pemimpinnya sungguh-sungguh bertanggung jawab dan amanah dalam mengurusi urusan rakyatnya. Tidak seperti saat ini kehidupan generasi kian rusak, namun negara tak berperan untuk menyelesaikan permasalahan ini sampai ke akarnya. Oleh karena itu, kembalilah kepada sistem Islam yang menjaga generasi dari tindakan bullying dan tindakan kejahatan yang lainnya.
Wallahu 'alam bish showwab.
Via
OPINI
Posting Komentar