Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Pertanyaan Pilu: Kapan Anak-Anak Gaza Bahagia?
OPINI

Pertanyaan Pilu: Kapan Anak-Anak Gaza Bahagia?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
08 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Pudji Arijanti
(𝘗𝘦𝘨𝘪𝘢𝘵 𝘓𝘪𝘵𝘦𝘳𝘢𝘴𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘗𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢𝘣𝘢𝘯)

TanahRibathMedia.Com—Kondisi anak-anak Gaza yang kehilangan kemampuan berbicara menjadi bukti nyata dampak traumatis dari kejahatan entitas Zionis yang terus melancarkan serangan, merenggut nyawa, dan meluluhlantakkan Gaza. Kekerasan yang berlangsung tanpa henti telah meninggalkan trauma mendalam pada anak-anak yang setiap hari menyaksikan kematian anggota keluarga, kehilangan tempat tinggal, serta hidup dalam ketakutan. Kondisi ini menunjukkan bahwa agresi yang terjadi selain serangan fisik, juga penghancuran masa depan generasi Palestina.

Menurut psikoterapis anak dari Norwegia, Katrin Glatz Brubakk mengatakan ke BBC Mundo: "Tidak ada satu pun anak di Gaza yang tidak trauma”. Lebih dari satu juta anak yang telah menderita trauma parah (detiknews, 30 Mei 2026).


Derita Tidak Bertepi

Kejahatan yang menimpa rakyat Gaza tidak hanya mengakibatkan kehancuran fisik melalui pembunuhan, pengepungan, kelaparan, dan perusakan berbagai fasilitas vital, tetapi juga menimbulkan luka mendalam pada kondisi mental dan psikologis masyarakatnya. Trauma berkepanjangan akibat perang sehingga kehilangan keluarga, tempat tinggal, rasa aman, dan masa depan telah menimbulkan penderitaan yang mendalam, terutama bagi anak-anak. 

Dunia hingga kini belum mampu menghentikan kejahatan yang menimpa rakyat Gaza. Cukup menyampaikan berbagai kecaman, resolusi, dan bantuan kemanusiaan. Akan tetapi, tidak menghentikan agresi yang terus berlangsung. Di saat rakyat Palestina menghadapi pembunuhan, pengusiran, dan penghancuran secara sistematis, banyak negara Muslim belum mengambil langkah politik yang efektif untuk menghentikan serangan tersebut. 

Akibatnya, rakyat Gaza terus menghadapi penderitaan berkepanjangan tanpa perlindungan dari negeri-negeri muslim. Bahkan banyak negara seperti Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, dan Bahrain menjalin keamanan dengan AS dan dalam beberapa kasus menanggung sebagian biaya keberadaan pasukan atau fasilitas militer Amerika. Ironis sekali bukan? Padahal, AS adalah sekutu zionis Israel.

Lebih jauh, berlarut-larutnya penderitaan rakyat Gaza menunjukkan bahwa umat Islam saat ini kehilangan perisai yang dahulu melindungi dan menjaga kehormatan mereka, yaitu Khilafah Islam. Akibatnya, kaum Muslim di berbagai negeri terpecah dalam batas-batas negara bangsa dan tidak memiliki satu kepemimpinan politik yang mampu menyatukan kekuatan umat untuk membela saudara-saudaranya yang tertindas. 


Hanya Butuh Solusi Hakiki

Kepemimpinana Islam berfungsi sebagai 𝘫𝘶𝘯𝘯𝘢𝘩 (perisai) yang melindungi rakyat dan menjaga keamanan mereka. Ketika institusi tersebut tidak ada, maka umat menjadi rentan terhadap berbagai bentuk penjajahan, agresi, dan intervensi asing, sebagaimana yang dialami rakyat Palestina hingga hari ini.

Oleh karena itu, derita anak-anak Palestina harus segera diakhiri, bukan dengan memberikan terapi trauma atau bantuan kemanusiaan, tetapi dengan membebaskan negeri mereka dari penjajahan Israel. Sebab, selama akar persoalan belum dicabut pendudukan dan agresi akan terus berlangsung. Upaya yang dibutuhkan bukan hanya pemulihan korban, melainkan penghentian kezaliman yang menjadi penyebab utama lahirnya berbagai trauma dan krisis kemanusiaan di Gaza.

Kejahatan entitas zionis harus dilawan dengan jihad fii sabiilillah. Karenanya, dibutuhkan institusi Khilafah yang akan mengirimkan tentaranya untuk membebaskan Palestina. Khilafah yang dapat menyatukan potensi umat dengan kekuatan politilk. Sehingga pembelaan terhadap Palestina tidak berhenti pada kecaman dan bantuan kemanusiaan belaka.

Kesadaran perjuangan untuk menegakkan Khilafah merupakan bagian penting dari upaya membangkitkan kembali umat Islam agar memiliki kepemimpinan yang menyatukan kekuatan politik, ekonomi, dan militer kaum muslimin. Dalam pandangan Islam, penjajahan atas Palestina tidak dapat dilepaskan dari kondisi umat yang tercerai-berai dalam banyak negara dan kepentingan yang berbeda. 

Karena itu, pembebasan Palestina dipandang bukan sekadar persoalan kemanusiaan atau diplomasi, melainkan juga terkait dengan hadirnya kepemimpinan yang mampu melindungi negeri-negeri Islam, menjaga kehormatan umat, dan mengarahkan seluruh potensi kaum muslimin untuk menghadapi berbagai bentuk penjajahan dan penindasan. Dengan kesadaran inilah umat didorong untuk memahami Islam secara menyeluruh serta berjuang mewujudkan persatuan umat berdasarkan akidah Islam.


Penutup

Kejahatan penjajahan di Palestina tidak akan berakhir selama umat Islam tetap tercerai-berai dan berada dalam cengkeraman dominasi kekuatan asing. Oleh karena itu, membangun kesadaran umat terhadap pentingnya persatuan politik Islam dan perjuangan menegakkan kepemimpinan Islam menjadi bagian dari upaya strategis untuk mewujudkan pembebasan Palestina serta negeri-negeri muslim mengembalikan kemuliaan umat Islam di tengah percaturan dunia. Wallahu'alam bissawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us