OPINI
Israel Raya, Lenyapnya Palestina, Ternodanya Al-Aqsa
Oleh: Yuliana, S.E.
(Muslimah Peduli Umat)
TanahRibathMedia.Com—Ironis Israel telah merencanakan akan memperluas cakupan wilayah di jalur Gaza hingga 70%. Ini jelas akan menimbulkan kekhawatiran yang besar bagi rakyat Palestina. PM Israel Benjamin Netanyahu terang-terangan mengakui bahwa militernya telah menguasai 60% wilayah Gaza. Penandaan menempatkan blok beton berwarna kuning ini dimulai sejak 20 Oktober tahun lalu. Munculnya garis kuning ini saat gelombang pertama pasca penghalauan pasukan Israel dari wilayah Gaza, yaitu berdasarkan kesepakatan gencatan senjata di awal bulan tersebut. Data statistik otoritas Palestina menunjukkan agresi genosida yang dilakukan oleh Israel sejak Oktober 2023 hampir menewaskan 73.000 warga Palestina, dan telah melukai lebih dari 173.000 orang, sebagian besar korban merupakan anak-anak dan perempuan.
Aksi genosida entitas zionis terhadap Gaza tak lagi peduli dengan gencatan senjata. Dengan misi merebut dan menguasai tanah Palestina sampai 70 persen menyebabkan ribuan pemukiman Gaza akan hilang. Dengan bangga zionis Israel mengibarkan bendera di Masjid Al-Aqsa, ini menunjukkan symbol penguasaan yang mengalahkan umat Islam (Metrotvnews, 5-6-2026).
Gaza sedang sekarat. Penguasa muslim sedang terlena dengan kekuasaan semu duniawinya. Tidak sedikit pun merasa takut akan azab Allah di akhirat kelak. Kaum Muslim di belahan dunia lain juga sibuk dengan salih sendiri melalui ibadah ritual saja tanpa memikirkan bagaimana menyadarkan diri dan menyadarkan kaum muslim lainnya. Saudara kita di Palestina berjuang mempertahankan Marwah Islam. Menjaga Al-Aqsa dari rampasan zionis Israel, saudara kita di sini konsisten dengan suka rela menyerahkan semua urusan hidup diatur oleh makhluk. Meski kezaliman di mana-mana akibat kezaliman pemimpin yang memimpin tanpa berlandaskan syariat, berbuat semena-mena tanpa memikirkan nasib rakyat.
Tempat pengungsian menjadi wadah zionis menumpahkan bom. Anak-anak jadi sasaran tawanan mereka si tentara banci. Wanita-wanita Palestina jadi sandera di penjara-penjara mereka disiksa diperlakukan secara tidak manusiawi, dunia hanya diam membisu, menutup mata, menutup telinga. Jeritan mereka dipenjara memecah kesunyian malam. Tiada ketenangan bagi saudara kita di sana, pemimpin Islam tetap membisu. Gaza dihancurkan oleh entitas zionis yang berambisi membangun Israil Raya. Kaum laknat yang tak tau diuntung dan tak tau malu itu benar-benar buas mengurangi kelakuan manusia. Perlakuan mereka adalah kebiadaban, kekejaman, kezaliman, kejahatan perang, kejahatan manusia, dan kerusakan serta perusak yang terbesar di muka bumi.
Ambisi Israel Raya di dukung dan disokong sepenuhnya oleh AS. Tak tahu malu lagi AS mengajak penguasa Arab bersekongkol mendukung solusi dua negara. Derita yang tak kunjung usai yang dialami oleh Palestina ini juga dikarenakan pengkhianatan pengusaha muslim dan tak adanya persatuan umat Islam di dunia.
Islam memandang kekejaman zionis Israel adalah suatu perbuatan yang sangat dimurkai Allah Swt. untuk melawan dan memerangi ambisi entitas zionis, hanya dengan kekuatan dan persatuan kaum muslim, tak ada jalan lain selain dengan tegaknya khilafah. Khilafah tidak akan tegak tanpa perjuangan umat Islam untuk mendirikannya. Umat Islam seluruh dunia harus memprioritaskan tegaknya system Khilafah. Ini simbol dari wujudnya persatuan dan kesatuan umat Isam yang hakiki.
Saudara kita di Palestina hanya bisa diselamatkan dengan sistem Khilafah, karena khilafah akan menghapus sekat-sekat nasionalisme negeri-negeri muslim dan pengkhianatan-pengkhianatan para penguasa Muslim akan di hentikan. Islam akan bersatu di bawah satu naungan yaitu Daulah Islamiyah. Tak ada lagi saudara sesama muslim yang ditindas oleh kaum kafir. Tak ada lagi kaum muslim berjuang sendiri demi mempertahankan hak dari penjajah. Dalam sistem Islam Khilafah berkewajiban mengirim tentara untuk berjihad membebaskan Palestina. Tentara Islam akan diperintahkan memerangi zionis Israel. Seluruh muslim di penjuru dunia akan bersatu berjuang membela saudara seakidah yang sedang mengalami penderitaan. Wallahua’lam.
Via
OPINI
Posting Komentar