OPINI
Peringatan 78 Tahun Nakba Palestina, Setitik Harapan Pembebasan Palestina
Oleh: Nurjanah
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—78 tahun sudah Palestina dijajah entitas Yahudi, 15 Mei menjadi momentum yang sangat memilukan bagi warga Palestina, sebab momentum tersebut menjadi peristiwa Nakba (hari bencana) bagi warga Palestina. Dengan dukungan inggris, entitas Yahudi tidak hanya merebut paksa tanah kelahiran warga Palestina, tapi juga menganiaya mereka secara ketidakmanusiaan.
Namun sekalipun para pemimpin dunia diam, kaum muslim di sana seperti Hamas masih terus berjuang hingga saat ini untuk membebaskan Palestina dan mengusir entitas Yahudi (Antara.com, 12-6-2026).
Bagi warga Palestina, peristiwa Nakba bukanlah hanya sekadar cerita lalu atau pun sejarah yang bisa dilupakan begitu saja, melainkan masa-masa kelam perampasan hak yang meninggalkan trauma kekerasan secara struktural yang tak mungkin terlupakan. Nyawa anak-anak dan para perempuan menjadi ajang praktek kezaliman entitas Yahudi, tujuan mereka jelas ingin melenyapkan generasi Palestina.
Mirisnya para pemimpin lembaga internasional dunia seakan mandul, mereka ada tapi seakan tiada, mereka semua diam menyaksikan kekejian serta dehumanisasi yang tiada tara ini terjadi di depan mata mereka. Dan parahnya lagi mereka diam seribu bahasa saat Amerika dan para sekutunya justru dengan bebas memimpin segala pergerakan serta visi dan misi zionis. Penjajahan zionis terus berlanjut, hal ini menjadi bukti gagalnya sistem yang sedang tegak, dan memperlihatkan bobroknya konsep negara dan bangsa hingga mampu membungkam powernya umat Islam.
Parahnya lagi, para pemimpin negeri muslim di dunia beramai ramai menempatkan posisi mereka sebagai kacung bagi Amerika dan sekutunya, tanpa peduli akidah mereka tergadaikan. Pada saat warga Palestina bersiap bertahan dan menjadikan jihad sebagai cita-cita mereka, narasi perdamaian justru digaung-gaungkan negara adidaya. Faktanya gaungan itu hanya simbol untuk membungkam dunia.
Saatnya umat sadar, bahwasanya krisis palestina adalah bentuk ujian dari Allah Swt., untuk itu kita harus mewujudkan keimanan ukhuwah islamiah kita, dengan ikut berperan membebaskan Palestina. Genosida zionis yang tak henti terhadap Palestina hingga saat ini, adalah potret nyata atas kebohongan narasi perdamaian yang selama ini digemborkan Amerika. Hal ini menjadi bukti sistem yang diterapkan saat ini tidak mampu menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil 'alamin).
Saatnya umat menyadari bahwa negara-negara adidaya, ataupun lembaga-lembaga, sekalipun konferensi-konferensi internasional, sama sekali tidak bisa diandalkan untuk pembebasan Palestina. Sebab para penguasa muslim di dunia justru adalah pengekor, baik dalam organisasi ataupun lembaga regional, mereka adalah bagian dari organisasi serta konferensi yang sengaja dirancang Amerika untuk ikut serta dalam memudahkan berlangsungnya penjajahan terhadap Palestina.
Untuk persoalan pembebasan Palestina ini tentunya akan terus menjadi persoalan dunia jika tidak diselesaikan hingga ke akarnya, pembebasan Palestina akan mudah diraih jika negara penyokong zionis dimusnahkan, tentunya untuk itu sangat memerlukan kekuatan dalam skala besar dari umat Islam sendiri, hal itu bisa berupa bentuk berdirinya institusi kepemimpinan yang secara global yang bentuk visi maupun politik ideologinya memiliki kemampuan secara damai dalam menghadapi sistem kepemimpinan kapitalisme global.
Institusi kepemimpinan tersebut hanya mampu di wujudkan oleh negara yang menerapkan syari'at Islam. Hanya Khilafah yang menerapkan syari'at Islam secara kaffah (menyeluruh), oleh sebab itu Khilafah adalah satu satunya solusi untuk menyatukan umat dan menjadi naungan kekuatan militer, sekaligus pemutus rantai penjajahan dengan menegakkan jihad fisabilillah. Khilafah akan menegakkan kepemimpinan secara global, sehingga seluruh umat baik muslim ataupun nonmuslim mampu keluar dari kegelapan, dan berada dalam kehidupan yang penuh rahmat
Namun faktanya sekarang Palestina masih dalam pendudukan. Kaum muslim di sana menghadapi penderitaan tiada tara, oleh karena itu untuk membuktikan keimanan kita terhadap Allah Swt., kita mempunyai kewajiban untuk menolong mereka, dengan melibatkan diri kita untuk ikut berupaya menegakkan Khilafah, sebab hanya dalam khilafah satu-satunya yang menerapkan sistem kepemimpinan Islam yang bisa menjadi solusi untuk melenyapkan sumber kezaliman sampai ke akarnya.
Upaya ini tentu tidak mungkin dilakukan sendirian, melainkan harus bersama jemaah dakwah yang tulus dan fokus berjuang sesuai metode dakwah yang di contohkan oleh Rasullullah, yaitu dahwah pemikiran yang di dalamnya bersifat politik tanpa adanya kekerasan. Wallahu 'alam bissawab
Via
OPINI
Posting Komentar