PUISI
Luka yang Dijaga Diam
Oleh: Rianti Budi Anggara
TanahRibathMedia.Com—Pernah kuanggap kalian rumah dalam perjalanan
Tempat pulang lelahku pada kehidupan
Kupercaya setiap tutur adalah ketulusan
Namun ternyata manusia mudah berubah oleh kepentingan
Aku menjaga batasan sebagaimana keimanan
Menjaga kata, sikap, dan pandangan
Sebab wanita bukan sekadar teman dalam percakapan
Ia kehormatan yang wajib dijaga dalam perlakuan
Bukan semata hiburan dalam sepi kehidupan
Namun aku keliru, makna yang ku beri pada pertemanan
Yang kukira teduh ternyata hanya hujan
Kau hadir membawa banyak perhatian
Lalu hadir dengan luka tanpa penjelasan
Bukankah dahulu engkau memahami?
Bahwa hati perempuan mudah menyimpan arti
Sedang kedekatan yang dibiarkan tumbuh setiap hari
Menjelma harap yang sulit kembali mati
Aku tidak marah sebab perpisahan yang kurencanakan
Aku hanya kecewa pada caramu memperlakukan
Kedudukan mu sebagai wanita dalam peradaban
Yang semestinya kau jaga dengan adab dan penghormatan
Tapi suka rela kau beri tanpa harga yang sepadan
Kau bercanda seolah semuanya biasa
Membiarkan kedekatan berjalan tanpa arah
Sedang aku sibuk menjaga hati tetap terjaga
Agar langkah ini tak jatuh pada salah dan fitnah
Andai sejak awal aku dapat menarik batas denganmu
Memeluk jiwamu dalam dekapanku
Mungkin tak akan ada hati yang terluka dalam diamku
Sebab Islam mengajarkan kasih tanpa pandang bulu
Bukan memberi harap lalu kembali dengan luka baru
Kini biarlah semua kembali pada tempatnya
Aku tak ingin menggugat takdir pada manusia
Mungkin Allah sedang menjagaku dari kecewa
Yang lebih dalam dari sekadar kehilangan sementara
Kalian bukan satu-satunya, tapi kalian pernah menjadi satu bagian di dalam jiwa
Aku belajar bahwa tidak semua yang datang membawa kebaikan
Tidak semua perhatian lahir dari kesungguhan
Allah memperlihatkan wajah pengkhianatan
Agar hati kembali bergantung hanya kepada Tuhan
Dan jika suatu hari namamu kembali terlintas di kepala ku
Semoga bukan lagi luka yang hadir menyapa ku
Melainkan pelajaran agar diri lebih baik pada-Mu
Menjaga hati sebelum berharap pada makhluk-Mu
Kini kubiarkan doa menjadi pengganti suara
Tak lagi ingin menuntut penjelasan panjang
Cukuplah Allah yang mengetahui isi dada
Tentang hati yang pernah jatuh lalu belajar pulang
Via
PUISI
Posting Komentar