Straight News
Jurnalis: Paradigma Kapitalistik Melihat Ekonomi Hanya dari Permukaan Transaksi
TanahRibathMedia.Com—Merespon pernyataan Presiden Prabowo "Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok", Jurnalis Joko Prasetyo menilai ucapan tersebut menunjukkan paradigma Kapitalistik yang melihat ekonomi hanya dari permukaan transaksi.
"Ucapan itu menunjukkan paradigma Kapitalistik yang hanya melihat ekonomi dari permukaan transaksi, bukan dari struktur sistem," tuturnya sebagaimana rilis yang diterima oleh Tanah Ribath Media pada Ahad (17-05-2026).
Menurutnya, dalam sistem kapitalisme mata uang nasional tunduk pada pasar global, spekulasi, utang luar negeri dan dominasi dolar AS. Om Joy, sapaan akrabnya, juga mengatakan bahwa dalam sistem kapitalisme negara-negara berkembang dijadikan pasar sekaligus objek permainan finansial internasional.
"Akibatnya nasib rakyat ikut terguncang setiap kali rupiah diguncang," ujarnya.
Ironisnya, jelas Om Joy, solusi yang ditawarkan tetap berada dalam kerangka kapitalisme yang sama.
"Menjaga investasi, ekspor, hubungan dagang, dan stabilitas pasar," tukasnya.
Padahal, kata Om Joy, akar masalahnya adalah sistem ekonomi ribawi yang menjadikan uang sebagai komoditas spekulasi, bukan alat tukar yang stabil dan adil.
Islam Memandang Mata Uang
Selanjutnya Om Joy menjelaskan bagaimana Islam memandang mata uang.
"Uang bukan sekadar simbol ekonomi, tetapi bagian dari penjagaan harta rakyat," terangnya.
Karena itu, imbuhnya, Khilafah Islam dahulu dan insya Allah di masa yang akan datang ketika Allah ridhoi tegak kembali menggunakan dinar dan dirham berbasis emas perak yang memiliki nilai intrinsik.
"Bukan uang kertas fiat yang mudah dimainkan oligarki finansial global," katanya.
Terakhir, ia menegaskan bahwa dalam sistem pemerintahan Islam negara wajib menjaga kestabilan mata uang.
"Negara wajib menjaga kestabilan mata uang dan melarang praktik riba, spekulasi, serta ketergantungan ekonomi kepada kekuatan asing," pungkasnya.[] Nur Salamah
Via
Straight News
Posting Komentar