Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Hardiknas: Tak Cukup dengan Peringatan, Dunia Pendidikan semakin Memprihatinkan
OPINI

Hardiknas: Tak Cukup dengan Peringatan, Dunia Pendidikan semakin Memprihatinkan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Hifza al Jannat
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Hari Pendidikan Nasional tiap tahun selalu dirayakan namun jika dilihat kondisi dunia Pendidikan semakin ke sini semakin memprihatinkan. Banyak kasus amoral yang terjadi seperti kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa. Polisi menangkap dua dari lima pelaku pengeroyokan terhadap seorang pelajar bernama Ilham Dwi Saputra (16) di Jalan Banyu Urip, Caturharjo, Pandak, Kabupaten Bantul. Dwi sempat dirawat lalu dinyatakan meninggal di rumah sakit akibat luka yang dideritanya (Kumparannews, 21-4-2026).

Selain itu, kasus terbaru adalah dugaan pelecehan seksual di dalam grup aplikasi pesan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Sebanyak 16 mahasiswa FHUI diduga menjadi pelaku pelecehan seksual tersebut (Kompas.com, 14-4-2026).

Dengan hal ini, lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman untuk masa depan bangsa sudah tidak terjamin lagi. Selain itu, kasus kecurangan dalam ujian terjadi pada Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 kemarin diwarnai dengan temuan praktik perjokian. Dua kampus besar di Jawa Timur, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Airlangga (Unair), melaporkan adanya upaya kecurangan dari peserta (detiknews, 22-4-2026).

Maraknya perjokian dan budaya plagiat terjadi di semua lembaga pendidikan. Pelaku dan pengedar narkoba di kalangan anak sekolah dan mahasiswa juga menambah daftar panjang kasus yang terjadi di lembaga pendidikan. Belum lagi banyaknya perilaku pelajar menghina guru atau memenjarakan guru karena memarahi atau menghukum siswa, memperjelas kondisi dunia pendidikan yang tidak baik-baik saja. 

Peringatan Hardiknas menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk memperbaiki kembali kondisi buruk dunia pendidikan hari ini. Kegagalan dalam mengimplementasikan arah atau peta jalan pendidikan mengakibatkan banyak pelajar yang memiliki krisis kepribadian yaitu cenderung sekuler liberal dan pragmatis sehingga jauh dari predikat kaum intelektual yang beradab dan bermoral.

Sistem pendidikan sekuler kapitalistik yang saat ini diterapkan menghasikan orang orang yang ingin sukses dengan cara yang instan tanpa mau usaha terlebih dahulu, juga orang orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang dalam jumlah yang banyak. Kasus kasus yang terjadi ini juga akan terus berlanjut jika kelonggaran sanksi negara bagi pelaku masih berlanjut. Kelonggaran yang terjadi adalah pelaku masih di bawah umur sehingga menoleransi kriminalitas sebagai kenakalan anak semata.

Minimnya pendidikan nilai-nilai agama yang benar juga menjadi pemicu banyaknya kasus yang terjadi. Pendidikan sekuler menjadikan ruang kebebasan semakin melebar yang pada akhirnya mengikis moral dan kepribadian mereka, yang mudah membuat mereka terseret arus kejahatan dan kemaksiatan. 

Berbeda dengan Islam, pendidikan merupakan hal yang penting dan mendasar yang wajib dijamin oleh negara. Artinya harus dipenuhi oleh negara dan merupakan tanggung jawab negara. Sistem pendidikan Islam berasas akidah Islam sehingga menghasilkan insan kamil yang tidak hanya cerdas tetapi juga bertakwa sehingga tidak melakukan kecurangan hanya demi meraih kesuksesan. Pendidikan Islam berfokus pada pembentukkan karakter (syakhsiyah islamiyah) atau akhlak yang sesuai dengan syariat. Hal ini menjadi pondasi penting untuk membentuk pola pikir pelajar. Karena dalam pendidikan Islam pelajar harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan syariat Islam. 

Ketika terjadi pelanggaran, Islam menerapkan sistem sanksi yang tegas. Pertimbangan dalam Islam bukan hanya tentang umur melainkan apakah pelajar tersebut sudah baligh ataukah belum, karena ketika sudah baligh berarti pelajar sudah mukallaf (sudah dikenai beban hukum) sehingga sanksi bisa ditegakkan. 

Islam akan berupaya membangun suasana hidup yang penuh dengan ketakwaan karena standar yang digunakan hanyalah meraih ridho Allah Swt. Negara Islam selalu mendorong setiap orang untuk berlomba dalam amal kebaikan. Selalu menciptakan lingkungan yang harmonis, mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim (Ukhuwah Islamiyah), dan senantiasa membangun kepribadian yang Islami. Pendidikan yang diterapkan dalam keluarga dan lingkungan harus bersinergi dengan baik serta sistem pendidikan Islam yang diterapkan oleh negara harus berpijak pada akidah dan syariat Islam.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Tanah Ribath Media- Mei 05, 2026 0
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik
Oleh: Anggun Istiqomah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh peristiwa yang memprihatinkan. Se…

Most Popular

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Demiliterisasi Gaza, Upaya Barat Untuk Terus Menjajah Palestina

Demiliterisasi Gaza, Upaya Barat Untuk Terus Menjajah Palestina

April 29, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Demiliterisasi Gaza, Upaya Barat Untuk Terus Menjajah Palestina

Demiliterisasi Gaza, Upaya Barat Untuk Terus Menjajah Palestina

April 29, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us