SP
Demiliterisasi Gaza, Upaya Barat Untuk Terus Menjajah Palestina
TanahRibathMedia.Com—Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) disebut mendesak Hamas agar segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi Jalur Gaza. Dikutip dari AntaraNews, pada Selasa (7-4-2026), Amerika Serikat menginginkan Hamas menyerahkan hampir semua persenjataannya serta menyerahkan peta jaringan terowongan bawah tanah di Jalur Gaza. Penyerahan senjata ini dianggap sebagai syarat rencana Perdamaian dan Hamas diharuskan untuk menerimanya.
Hamas dengan tegas menolak syarat yang diajukan oleh BOP karena syarat tersebut dianggap sebagai bentuk ancaman bagi pejuang Hamas dan rakyat Palestina. Senjata juga merupakan salah satu hal penting yang harus terus ada guna untuk melawan penjajahan yang dilakukan oleh Zionis Israel dan dibantu oleh AS tanpa henti. Pelucutan senjata juga dianggap sebagai ancaman eksistensi pejuang Palestina.
Hamas juga menuntut dunia internasional untuk bertindak atas pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan oleh Zionis Israel, yang mana gencatan senjata ini sudah disepakati oleh kedua pihak. Namun, lagi dan lagi Zionis Israel selalu melanggarnya dengan terus melakukan penyerangan hingga menewaskan warga sipil. Mirisnya tuntutan hamas hanya ditanggapi dalam bentuk kecaman-kecaman terhadap Zionis Israel tanpa ada tindakan nyata sebagai bentuk pembelaan terhadap pejuang Hamas dan rakyat Palestina. Mereka lebih berpihak pada kepentingan penjajah dibandingkan dengan mendukung pejuang Palestina.
Pada dasarnya, BOP bukanlah mediator netral, tetapi jebakan kapitalisme global yang condong pada kepentingan Barat dan Zionis Israel. Apapun yang dilakukan oleh mereka sudah jelas tujuannya adalah untuk kepentingan mereka sendiri guna memperkuat eksistensi Zionis Israel di Wilayah Timur Tengah. Di sisi lain pelucutan senjata merupakan upaya Barat untuk menghentikan perjuangan perlawanan rakyat Gaza dengan jihad. Pelucutan senjata juga merupakan bagian dari serangan pemikiran dengan tujuan untuk mengubah pemahaman umat tentang makna jihad dimana melawan dengan senjata dianggap sebagai ancaman atau sumber konflik dan penyerahan senjata dianggap sebagai satu-satunya jalan mendapat perdamaian.
Pada hakikatnya diplomasi ataupun negoisasi dengan Barat bukanlah solusi untuk kebebasan Palestina. Namun solusi yang seharusnya diambil oleh kaum muslimin hanyalah dengan jihad yaitu dengan kekuatan militer mengangkat senjata dalam naungan Khilafah. Khilafah akan menggerakkan militer untuk mengusir Zionis Israel dari tanah Palestina, tanahnya kaum muslimin.
Aniroh, Amd. Akt
(Aktivis Muslimah)
Via
SP
Posting Komentar