Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Guru Direndahkan, Sistem Dipertanyakan
OPINI

Guru Direndahkan, Sistem Dipertanyakan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Yuyun Maslukhah S.Sn
(Sahabata Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Guru merupakan sosok yang sangat berjasa dalam membentuk masa depan generasi. Namun, peristiwa memprihatinkan belakangan ini kembali mencoreng dunia pendidikan. Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa di SMAN 1 Purwakarta menunjukkan sikap tidak pantas terhadap seorang guru di dalam ruang kelas. Dalam video tersebut, para siswa tampak terlihat mengejek hingga melakukan gestur acungan jari tengah yang dinilai melecehkan sosok yang seharusnya dihormati. 

Pihak sekolah sudah memberikan skorsing selama 19 hari kepada siswa yang terlibat. Namun, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai sanksi tersebut belum tentu menjadi solusi terbaik dalam membentuk karakter siswa. Ia mengusulkan bentuk hukuman yang lebih edukatif dan berdampak langsung pada perubahan perilaku (detik.com, 18-4-2026).

Buah dari Pendidikan Sekularisme Liberalisme

Pelecehan guru di Purwakarta sebagai cerminan krisis moral akibat sistem pendidikan sekuler liberal yang memisahkan agama dari kehidupan dan mengagungkan kebebasan individu tanpa batas. Hal itu mengakibatkan lemahnya nilai moral peserta didik. Peristiwa itu sekaligus mencerminkan semakin melemahnya wibawa guru dalam dunia pendidikan. Apa yang membuat siswa begitu "berani" bersikap demikian terhadap guru? Apakah karena sanksi sekolah selama ini terlalu lembek atau guru tidak berdaya pada siswa yang berbuat kesalahan karena takut dituntut jika menegurnya?

Akan tetapi, tidak jarang juga tindakan tersebut dilakukan demi konten atau pengakuan di media sosial. Siswa lebih mementingkan "viralitas" dan "keren-kerenan" di mata teman sebaya daripada menjaga martabat seorang guru. Program "Profil Pelajar Pancasila" sering digaungkan sebagai arah pembentukan karakter siswa. Namun, kasus ini menjadi tamparan keras bahwa implementasinya belum berjalan optimal dan masih cenderung sebatas administratif di atas kertas. Begitulah hasil dari penerapan sistem kapitalis sekuler. Sungguh patut dipertanyakan, masihkah layak sistem ini dipertahankan padahal sudah jelas kegagalannya?

Sistem Pendidikan dalam Islam

Sistem pendidikan dalam Islam kurikulumnya dibangun berlandaskan akidah Islam untuk mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam (Syakhshiyah Islamiyyah), yaitu pola pikir dan pola sikap yang sesuai syariat. Peserta didik yang bersakhsiyah Islam telah terbentuk ketakwaan individunya, sehingga perbuatannya akan terikat dengan hukum syarak dan selalu mempertimbangkan halal haram atau diperintahkan oleh Allah apakah justru dilarang oleh Allah. 

Negara Islam (Khilafah) akan berperan optimal dalam membentuk generasi berkepribadian Islam, salah satunya dengan menyaring konten digital yang merusak moral, seperti tayangan yang mencontohkan pembangkangan, pelecehan, atau kekerasan, dan segala konten yang bertentangan dengan syariat Islam. Penerapan sistem sanksi Islam yang berfungsi sebagai penebus (jawabir) dosa bagi pelaku dan pencegah (zawajir) bagi orang lain supaya tidak melakukan hal serupa. Sanksi dalam Islam memberikan efek jera yang nyata, tetapi tetap adil sesuai syariat.

Pada masa kejayaan Islam (khilafah Abbasiyah, Umayyah), semua ilmu pengetahuan berkembang pesat dalam sistem yang berlandaskan akidah Islam. Dari fondasi tersebut melahirkan ilmu sains, kedokteran, filsafat, teknologi, dan seni. Dalam Islam, guru diposisikan sebagai sosok mulia yang mendapatkan penghargaan tinggi dan penghidupan yang sangat layak dari negara melalui baitulmal. Dalam beberapa riwayat, pengajar Al-Qur’an bahkan memperoleh sekitar 15-20 dirham. Itu menunjukkan adanya perhatian serius terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. 

Sistem seperti ini, menjadikan terjaganya wibawa guru di mata murid dan masyarakat. Tentu saja konsep tersebut tidak akan bisa diterapkan dalam sistem demokrasi kapitalisme yang berbeda kerangka nilai dan mekanismenya. Karena itu, besar harapan akan segera hadirnya kembali sistem Islam yaitu Khilafah yang berlandaskan syariat Islam secara menyeluruh dalam aspek kehidupan. 
Wallahu a’lam bishawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Tanah Ribath Media- Mei 05, 2026 0
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik
Oleh: Anggun Istiqomah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh peristiwa yang memprihatinkan. Se…

Most Popular

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Demiliterisasi Gaza, Upaya Barat Untuk Terus Menjajah Palestina

Demiliterisasi Gaza, Upaya Barat Untuk Terus Menjajah Palestina

April 29, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Demiliterisasi Gaza, Upaya Barat Untuk Terus Menjajah Palestina

Demiliterisasi Gaza, Upaya Barat Untuk Terus Menjajah Palestina

April 29, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us