Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Gaza Terluka Tanpa Pembela, Saatnya Umat Bersatu
OPINI

Gaza Terluka Tanpa Pembela, Saatnya Umat Bersatu

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Dewi Puspita Sari, MT
(Pengamat Kebijakan Publik)

TanahRibathMedia.Com—Kejahatan dan kekejaman yang terus dipertontonkan Zionis dan sekutunya makin luar biasa. Namun yang paling menyakitkan dari semua itu adalah diamnya kaum muslim yang katanya satu tubuh. Para pemimpin negeri-negeri Islam masih sibuk mengamankan kekuasaannya dengan menjadikan kafir penjajah sebagai relasi kepercayaannya.  Meskipun masih ada pembelaan terdengar, yang memprihatinkan justru umat Islam masih terpecah belah dalam menyikapi derita Gaza.

Dalam keadaan terhimpit seperti saat ini, umat Islam Palestina tetap teguh berpegang pada tali agama Allah sambil terus berupaya berjihad membela kehormatannya. "makin besar kezaliman maka, masa kehancuran akan semakin dekat". Itu sunatullah yang akan terjadi. Karena sejatinya kejayaan dan kehancuran akan dipergilirkan. Saat ini Zionis kembali berulah, mereka menyita kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza di perairan internasional, dekat wilayah Yunani. Sebanyak 211 aktivis dilaporkan ditangkap oleh militer Zionis, dan 31 aktivis terluka.

Zionis berusaha menjustifikasi penahanan tersebut dengan menuding pelayaran kapal tersebut beroperasi di bawah arahan kelompok Hamas. OHCHR (Office The High Commissioner Human Right) telah memverifikasi kematian hampir 300 jurnalis sejak Oktober 2023, ketika Zionis Israel mulai meluncurkan agresi ke Gaza.

Serangan Israel selama dua tahun di Gaza yang menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 lainnya, serta menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil. Sebelum gencatan senjata pada Oktober 2025, Israel telah menguasai sekitar 53 persen wilayah Jalur Gaza. Sementara itu, kelompok Palestina Hamas menyatakan bahwa militer Israel menguasai lebih dari 60 persen wilayah pesisir Palestina (AntaraJatim, 4 Mei 2026). 

Semakin Kejam: Kezaliman Akan Segera Berakhir

Pelanggaran hukum diberbagai wilayah, termasuk laut internasional adalah bukti nyata bahwa entitas Zionis tidak mengenal batas dalam melanggengkan genosida, blokade bahkan pembantaian atas Gaza. Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa tidak ada satupun hukum internasional yang berlaku untuk Zionis dan sekutunya. Dunia hanya menjadi penonton yang tak berdaya dan bersuara dalam menghadapi kebengisan penjajah. Seharusnya negara bangsa saat ini menyadari bahwa sistem nation state bentukan penjajah adalah penajajahan gaya baru rancangan adidaya untuk mencengkram negeri-negeri dan melemahkan persatuan.

Label "teroris" yang disematkan kepada mujahid Palestina digunakan untuk melegitimasi agresi mereka. Ini adalah justifikasi palsu yang telah berulang kali digunakan Zionis untuk mengkriminalisasi setiap bentuk solidaritas terhadap Palestina. Tidak ada satu pun negeri-negeri Muslim yang mengirimkan angkatan lautnya untuk melindungi kapal-kapal kemanusiaan tersebut. Ini membuktikan bahwa sistem negara-bangsa (nation-state) yang ada hari ini tidak dirancang untuk melindungi umat Islam, tetapi menjaga eksistensi Zionis dan sekutunya. Para pemimpin dunia hari ini lebih takut kehilangan kekuasaannya sebagai boneka asing daripada memperjuangkan kemerdekaan rakyatnya. Pemimpin dunia saat ini terjangkit "wabah al-Wahn" cinta dunia takut mati. Semua itu karena Islam saat ini seperti terasing ditengah umatnya.

Akar masalah penjajahan Palestina, bahkan negeri-negeri lainnya adalah tidak adanya negara yang berdiri atas landasan akidah Islam, sehingga negeri-negeri didunia hari ini, termasuk Palestina menjadi sasaran penjajah Kapitalis-Barat. Akidah Islam satu-satunya ideologi yang telah terbukti mampu mengalahkan kekejaman adidaya kala itu, yakni Persia dan Romawi. Sehingga kekuasaan Islam kala itu mampu bertahan selama belasan abad.

Kezaliman akan selalu ada jika umat Islam sebagai umat terbaik yang faham cara menghilangkan kezaliman diam. Untuk itu, perlunya upaya menyeru kepada Islam sebagai satu-satunya sistem kehidupan yang membawa kepada kebaikan, persatuan serta menghilangkan kezaliman. Keyakinan terhadap janji Allah, bahwa Allah akan senantiasa menolong hamba yang menolong agamaNya harus tertanam kuat, menjadi penggerak menuju persatuan untuk menghapus kezaliman. Dengan demikian penjajah akan kehabisan cara menghancurkan umat karena kuatnya persatuan dan ukhuwah mereka dibawah akidah Islam yang kokoh.

Persatuan Umat: Sebuah Keniscayaan

Kesadaran akan persatuan umat harus dibangun, karena telah lama penjajahan terjadi. Baik penjajahan fisik (genosida, perbudakan, pembantaian) hingga penjajahan pemikiran (ideologi kapitalis sekuker demokrasi, paham nation state). Gaza adalah bagian dari tanah kaum Muslimin yang wajib dilindungi. Membiarkan blokade ini berlanjut tanpa tindakan nyata adalah kemungkaran yang wajib diubah dengan kemampuan tertinggi yang dimiliki umat. 

"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar (lemah) dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (TQS. Al-Anfal: 46) 

Khilafah Islamiyyah adalah satu-satunya institusi yang secara syar'i memiliki kewenangan dan kewajiban untuk melindungi jiwa-jiwa kaum Muslimin yang ditindas oleh kekuatan zalim dengan jihad fii sabilillah. Perjuangan mewujudkan Khilafah adalah kewajiban yang harus ditempuh umat, membangun kepemimpinan politik Islam yang bertumpu pada ideologi yang sahih yakni Islam. Dakwah dan jihad merupakan jalan terbaik yang telah dicontohkan teladan terbaik pemimpin umat Islam, Rasulullah saw.

Kemarahan umat atas penyitaan kapal kemanusiaan ini seharusnya bukan sekadar pada kecaman dan keprihatinan sesaat tanpa upaya nyata. Dakwah untuk membangun kesadaran persatuan adalah tugas utama umat Islam. Persatuan hakiki hanya akan terwujud dengan penerapan Islam secara kaffah dalam Khilafah. Pentingnya aktivitas dakwah menyeru pada yang haq mengikuti metode perjuangan Rasulullah dalam mewujudkan Khilafah sebagai perisai (junnah) akan mewujudkan kesadaran persatuan.

Khilafah akan menjadi adidaya dunia yang telah dijanjikan Allah dalam Surat An-nur ayat 55, dan akan mengulang masa kejayaannya dulu kala Rasulullah mempimpin Daulah Khilafah pertama di Madinah. Khilafah mampu menyatukan negeri-negeri di seluruh dunia dengan satu kepimpinan yang adil yakni Islam. Dengan demikian umat memiliki satu pemikiran, perasaan dan aturan yang sama dalam menegakkan Islam dan membebaskan seluruh penjajahan di dunia. 
Wallahu a'lam
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Tanah Ribath Media- Mei 20, 2026 0
Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme
Oleh: Marlina Wati, S.E. (Muslimah Peduli Umat) TanahRibathMedia.Com— Akhir-akhir ini banyak berita yang menyesak dada. Belum sembuh luka dari kasu…

Most Popular

Dehumanisasi yang Dinormalisasi: Krisis Nurani terhadap Palestina dan Moralitas yang Terdegradasi

Dehumanisasi yang Dinormalisasi: Krisis Nurani terhadap Palestina dan Moralitas yang Terdegradasi

Mei 18, 2026
UU PPRT: Harapan Baru atau Bukti Kegagalan Negara Menyejahterakan Perempuan?

UU PPRT: Harapan Baru atau Bukti Kegagalan Negara Menyejahterakan Perempuan?

Mei 18, 2026
Pelecehan Seksual di Pesantren: Buah dari Sistem yang Gagal Melindungi

Pelecehan Seksual di Pesantren: Buah dari Sistem yang Gagal Melindungi

Mei 15, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Dehumanisasi yang Dinormalisasi: Krisis Nurani terhadap Palestina dan Moralitas yang Terdegradasi

Dehumanisasi yang Dinormalisasi: Krisis Nurani terhadap Palestina dan Moralitas yang Terdegradasi

Mei 18, 2026
UU PPRT: Harapan Baru atau Bukti Kegagalan Negara Menyejahterakan Perempuan?

UU PPRT: Harapan Baru atau Bukti Kegagalan Negara Menyejahterakan Perempuan?

Mei 18, 2026
Pelecehan Seksual di Pesantren: Buah dari Sistem yang Gagal Melindungi

Pelecehan Seksual di Pesantren: Buah dari Sistem yang Gagal Melindungi

Mei 15, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us