OPINI
Perang, Kedaulatan Energi Terancam
Oleh: Rury Andrianti
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—‘Panic buying’ bahan bakar minyak (BBM) melanda sejumlah negara di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memicu lonjakan harga minyak dunia. Kekhawatiran gangguan pasokan minyak terutama setelah penutupan Selat Hormuz, mendorong masyarakat di berbagai negara berbondong-bondong mengisi penuh tangki kendaraan (CNN Indonesia.com, 5 maret 2026).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta masyarakat tetap tenang dan menegaskan stok BBM nasional dalam kondisi aman. BBM adalah komoditas strategis, kelangkaan bisa menimbulkan gejolak ekonomi, sosial dan politik. Setelah tercetusnya perang AS-Israel dan Iran beberapa hari ini. Pasokan BBM ke sejumlah negara-negara di dunia termasuk Indonesia terancam. Alhasil panik buying BBM terjadi. Berkaitan dengan hal ini kedaulatan energi menjadi faktor penting untuk stabilitas politik, ekonomi suatu negara.
Hari ini, kapitalisme global mengeksploitasi sumber daya energi dari negara-negara lemah sebagai alat penjajahan di bidang ekonomi guna meraup keuntungan ekonomi dan menciptakan ketergantungan energi. Dalam Islam urgensi kedaulatan energi merupakan sebuah keniscayaan. Islam telah menetapkan aturan mengenai kepemilikan, pengelolaan kekayaan, dan peran negara dalam menjamin kebutuhan dalam hal ini termasuk distribusinya. Sistem kepemilikan dibagi menjadi tiga antara lain kepemilikan individu, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara.
Sumber daya strategis yang merupakan aset milik umum. Sumber daya alam seperti air, listrik, tambang dan lain-lain adalah milik umum yang harus dikelola negara secara langsung untuk kepentingan rakyat.
Sebagaimana hadits Rasulullah:
"Kaum muslim berserikat dalam tiga hal padang rumput, air, dan api." (HR. Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah)
Sumber daya alam di negara-negara muslim yang berlimpah semestinya menjadi kekayaan yang bisa menyejahterakan rakyatnya. Sudah saatnya kita mencampakkan sistem kapitalisme yang rusak dan merusak juga menyengsarakan. Penjajahan kapitalisme global yang mengeruk kekayaan negara-negara Islam hanya bisa dihentikan dengan kembali kepada penerapan syari'at Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah.
Wallahu a'lam bishshawab.
Via
OPINI
Posting Komentar