OPINI
Bom Demografi Perkotaan Pascalebaran Bukti Timpangnya Ekonomi
Oleh: Fitri Andriani, S. S.
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Lebaran telah berakhir, maka akan terjadi ledakan penduduk juga di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan. Kota menjadi tujuan bagi pencari kerja dan pertaruhan nasib sebagian orang. Jakarta masih menjadi tujuan utama karena segala secara ekonomi lebih unggul daripada daerah lain bahkan di pedesaan.
Perputaran ekonomi di Jakarta lebih tinggi, bahkan tertinggi dari daerah lain. Lebih dari delapan puluh persen perekonomian sekarang berputar di wilayah Jakarta, selebihnya di daerah lain. Tidak meratanya anggaran ekonomi yang digelontorkan berakibat tidak meratanya pembangunan ekonomi. Ini akibat serius terhadap timpangnya kondisi daerah dan kota.
Kota dan Efek Kapitalisme Ekonomi
Secara kemajuan dan gaya hidup, Jakarta juga tetap terdepan. Segala model fashion, teknologi, semuanya bermula di Jakarta dan bisa dengan lebih murah dan mudah didapat dibanding daerah lain. Dalam hal pendidikan juga banyak sekali kampus yang menawarkan ilmu dan juga beasiswa bagi para pelajar. Sebab memang anggaran tertinggi. Semakin lengkap kelebihan yang ditawarkan Jakarta sebagai penarik para urban. Sehingga setiap lebaran berakhir adalah masa terjadinya ledakan demografi akibat warga terutama kaum muda yang sedang mempertaruhkan nasibnya ke kota. Beranggapan nasib akan berubah dengan merantaunya mereka ke Jakarta.
Padahal fakta lain yang tidak dipikirkan adalah, Jakarta sudah terlalu sesak karena wilayahnya yang sempit itu dipenuhi manusia dari berbagai daerah bahkan dari negara lain. Sedang kendaraan, mesin-mesin industri, buangan sisa industri dan rumah tangga, semuanya menambah polusi di Jakarta. Setiap masuk jam kerja, jalanan akan dibuat macet dan tidak jarang akan terjadinya kecelakaan.
Jakarta dengan lahan sempit dan penduduk yang padat tentu saja membutuhkan pasokan bahan pangan yang tidak sedikit, namun akan bercocok tanam di mana lagi? Maka satu-satunya solusi Jakarta hanya bergantung dengan pasokan bahan pangan, peternakan dan hasil pertanian dari daerah lain. Sayangnya daerah sekitarnya juga sebagai penyangga. para pemudanya habis berpindah ke Jakarta. Atau kalau ada para pemudanya tidak tertarik mendalami lapangan kerja sebagai petani atau peternak sebab harga jual dan biaya pemeliharaan yang kurang seimbang akibat kebijakan di Indonesia yang gemar import.
Desa yang pemudanya meninggalkan daerahnya dan pindah ke kota mengadu nasih menimbulkan dua ancaman. Desa kehilangan tenaga pemuda yang produktif. Kota juga mendapat bonus demografi yang menjadi beban. Karena makin menambah sesaknya pemukiman yang sudah sempit . Persaingan pencari kerja juga semakin berat (MetroTVNews, 27 Maret 2026)
Banyaknya daya tarik kota merisaukan pemerintah. Sehingga Surabaya sampai harus mengeluarkan SE (surat edaran) agar pejabat kelurahan dan kecamatan yang mengurusi surat perpindahan dari desa ke kota wajib menverifikasi warga tersebut sebelum memenuhi keinginannya. Dia harus sudah jelas apa keahliannya sehingga melakukan urbanisasi (Jatim Newsroom, 28 Maret 2026).
Sejatinya, jika penanganan pembangunan fasilitas merata dan pembangunan ekonomi juga seimbang antara kota dan desa, niscaya masalah ini tidak terjadi. Rakyat di desa akan tetap membangun desanya dan di kota tidak akan kebanjiran penduduk dari desa. (Kompasiana, 26 Maret 2026).
Persaingan kerja di kota sangat keras. Jumlah orang yang ahli dan yang tidak punya ketrampilan terlalu banyak. Sedang jumpah lapangan kerja yang ada diperebutkan bersama-sama. Kalau pun ada program pengentasan pengangguran, maka bertambahnya pendatang baru ini akan mengacaukan program yang sudah dianggarkan sehingga hanya menambah pengangguran dan jumlah rakyat miskin baru.
Jumlah kebutuhan pokok pun semakin terbatas untuk memenuhi kebutuhan warganya. Lahan pertanian dan peternakan sudah terbatas karena dijadikan lokasi hunian warganya. Harga kebutuhan pokok yang terbatas itu menjadi mahal di saat hari-hari pertanian dan peternakan mengalami masalah. Namun warga tidak berdaya karena memang kondisi Jakarta yang minim pertanian dan peternakan sangat bergantung daerah lain.
Pandangan Islam dalam Mengatasi Perekonomian
Perkotaan yang sudah sempit lahan pertanian dan peternakan dibandingkan wilayah lainnya di desa. Sedang kebutuhan pasokan bahan pangan dari daerah lain adalah hal yang pasti. Sebenarnya ini bukan masalah bila pemerintah mampu mangaturnya. Jakarta sebagai penghasil berbagai barang industri, maka bisa menghasilkan dan menyalurkan hasil industrinya ke daerah yang menghasilkan produk pertanian dan peternakan.
Begitu sebaliknya daerah yang melimpah hasil pertanian dan peternakan bisa menjadikan kota besar sebagai salah satu pangsa pasar hasil pertanian dan peternakannya. Pemerintah yang harus menyediakan kebutuhan bagi para petani dan peternak daerah. Agar pertanian yang membutuhkan bibit unggul, pupuk berkualitas, dan alat bertani yang modern bisa dengan mudah dan murah. Bagaimana para peternak juga membutuhkan bibit ternak juga dipermudah dengan bibit yang unggul hasil persilanganlembaga pemulia di negri ini. Lulusan sekolah pertanian dan peternakan yang sangat banyak dari tahun ke tahun bisa diberdayakan. Tinggal ada subsidi dan suport dari pemerintah saja.
Pengadaan industri pupuk dan alat pertanian itu bisa menyerap tenaga kerja buat rakyatnya. Harga pupuk dan ketersediaan pupuk berkualitas bisa segera diadakan dan ditekan harganya kalau pemerintah mau menyediakan. Ini juga demi masa depan pertanian dan ketahanan pangan jangka panjang kita. Melepas ketergantungan dari negara lain.
Akhir-akhir ini banyak pupuk alternatif yang ramah lingkungan dengan pupuk organik. Ini bisa jadi alternatif murah dan aman yang bisa dikembangkan oleh pemerintah agar bisa diteliti dan dikembangkan supaya lebih efektif dan efisien penggunaannya (Fakultas Teknologi Agrokutur Universitas Brawijaya. 13 Agustus 2024).
Penduduk desa dimudahkan dengan tanah pertanian dan peternakan. Karena lahan di desa masih luas dan cocok untuk program itu. Para pemuda yang ada dibekali ilmu pertanian dan peternakan yang mumpuni. Bila latar belakang pendidikan bukan dari pertanian. pihak penyuluhan bisa diadakan. Jalan-jalan desa diperlebar dan diperbaiki agar mobilisasi dan distribusi kebutuhan pertanian lancar dari kota atau wilayah lain ke desa. Desa tidak akan kekurangan bibit unggul, pupuk yang berkualitas dan harga bersaing. Hasil pertanian juga akan cepat didistribusikan ke wilayah lain sehingga tidak rawan rusak.
Distribusi hasil pertanian juga harus dilakukan pemerintah dengan pengadaan kendaraan pengangkut hasil pertanian. Para pakar pertanian yang merupakan lulusan sekolah pertanian diberdayakan agar menghasilkan solusi hasil pertanian tidak mudah rusak Sampai konsumen terjauh. Jika hasil panen sampai ke konsumen dengan baik walau letaknya jauh. maka hasil panen tidak akan sia-sia hingga ke konsumen. Kualitas terjaga, harga terjaga. petani sejahtera. Anak muda akan lebih semangatenggeluti bidang ini karena adanya harapan nafkah dan perbaikan ekonominya dari bidang pertanian.
Bidang peternakan juga penting ditangani dan dianggarkan lebih baik. Sebab kebutuhan bahan pangan protein setiap harinya pasti. Namun karena penanganan dan anggaran yang tidak baik. pemenuhan kebutuhan protein menjadi kacau. Harga tinggi seperti menjelang Tahun baru dan lebaran. Barang langka padahal kebutuhannya melonjak. Kadang bukan karena barang kebutuhan tidak ada. Namun sarana dan prasaran distribusinya yang tidak baik. Misal jalanan rusak parah, mobil pengangkut habisl pertanian dan ternak tidak memadahi. Inilah tugas pemerintah untuk menyelesaikannya. Pengadaan infrastruktur di mana saja ada kehidupan adalah tugas negara.
Itulah fungsi pemerintah sebagai pengatur urusan umat agar sejahtera dan terpenuhi segala kebutuhannya. Tidak memikirkan untung rugi dari rakyatnya seakan rakyatnya pembeli dan pemerintah adalah pedagang. Tugas pemerintah melayani kebutuhan rakyatnya. Jika ekonomi lancar, maka para pemudanya tidak akan berpindah ke kota dengan kenyamanan dan kemapanan di daerahnya sendiri. Ekonomi yang stabil juga akan bisa menjangkau fasilitas hidup yang memadahi pula tanpa berpindah ke kota. Istilah bom demograsi tidak akan terjadi lagi. Rakyat tidak kelaparan akan menjadi masalah bagi pemerintah.
Dalam Islam, sebelum rakyat kelaparan atau mendapat maslaah harusnya pemerintah sudah tau kebutuhan rakyatnya. Karena itu kepala negara harus punya tim khusus yang menjadi pengamat rakyat, kebutuhan apa yang harus disediakan. Pejabat di kementrian juga haruslah orang yang berasal dari bidang terkait dan kompeten di bidangnya. Jadi ketika ada masalah dan perencanaan maka mereka akan tepat sasaran dan cepat pada masalahnya.
Islam memandang bahwa seorang pemimpin adalah perisai bagi umatnya. Istilah Islam bahwa pemimpin adalah perisai bagi umatnya didasarkan pada hadis riwayat Imam Muslim: "Al-Imam junnah" (الإمام جنة). Konsep ini bermakna imam atau pemimpin bertindak sebagai pelindung (perisai) yang menjaga kemaslahatan, keamanan, dan keadilan serta kesejahteraan rakyatnya.
Wallahu a'lam.
Via
OPINI
Posting Komentar