Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SP Ketika Listrik Padam, Tanggung Jawab Siapa?
SP

Ketika Listrik Padam, Tanggung Jawab Siapa?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
13 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Krisis listrik yang melanda wilayah Lingga kembali membuka mata publik tentang rapuhnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Warga yang terdampak bahkan menuntut kompensasi atas padamnya listrik yang berkepanjangan (Radarkepri.com, 30 Maret 2026).

Listrik bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan vital yang menopang hampir seluruh aktivitas kehidupan. Dari penerangan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi, semuanya bergantung pada ketersediaan listrik. Ketika listrik padam dalam waktu lama, maka lumpuh pula berbagai sendi kehidupan masyarakat.

Namun, krisis ini menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola. Dalam sistem kapitalisme, penentuan prioritas sering kali tidak berpihak pada kebutuhan riil masyarakat. Anggaran yang seharusnya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan vital justru kerap tersendat, bahkan sulit dicairkan. Ironisnya, di saat yang sama, dana dapat dengan mudah digelontorkan untuk proyek-proyek yang minim urgensi.

Belum lagi persoalan klasik seperti praktik korupsi yang terus berulang. Kebocoran anggaran membuat distribusi sumber daya menjadi tidak optimal. Akibatnya, masyarakat di daerah, khususnya wilayah terpencil, harus menanggung dampak dari buruknya pengelolaan tersebut. Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan listrik bukan sekadar masalah teknis, melainkan persoalan sistemik. Ketika orientasi kebijakan lebih mengutamakan keuntungan dan bukan pelayanan, maka kebutuhan dasar masyarakat akan sering terabaikan.

Dalam perspektif Islam, listrik termasuk dalam kategori kebutuhan publik yang wajib dipenuhi oleh negara. Negara bertanggung jawab penuh untuk memastikan ketersediaannya secara merata, termasuk hingga ke wilayah terpencil dan terjauh. Tidak hanya itu, dalam sistem Islam, sumber pembiayaan negara diatur secara jelas melalui Baitul Mal. Pemasukan negara berasal dari berbagai sumber seperti kepemilikan umum, kharaj, ghanimah, fa’i, jizyah, hingga rikaz. Dengan pengelolaan yang amanah, sumber-sumber ini cukup untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, termasuk listrik.

Negara dalam Islam berperan sebagai pengurus (ra’in) yang memastikan setiap kebutuhan rakyat terpenuhi tanpa diskriminasi. Pelayanan publik tidak diukur dari keuntungan, melainkan dari seberapa besar kemaslahatan yang dirasakan oleh masyarakat.

Krisis listrik di Lingga seharusnya menjadi momentum evaluasi. Bahwa pemenuhan kebutuhan dasar bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Tanpa itu, keadilan sosial hanya akan menjadi slogan tanpa makna.

Ilma Nafiah
(Sahabat Tanah Ribath Media)


Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Tanah Ribath Media- Juli 21, 2026 0
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi
Oleh: Lina (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, terseret…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Juli 18, 2026
Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Juli 18, 2026
Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us