Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI BBM Bergejolak, Rakyat Terseret: Cermin Ketergantungan yang Mengkhawatirkan
OPINI

BBM Bergejolak, Rakyat Terseret: Cermin Ketergantungan yang Mengkhawatirkan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
13 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Ilma Nafiah
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Gejolak harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan. Meski pemerintah memastikan BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan, realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang tidak baik-baik saja. BBM nonsubsidi mengalami lonjakan harga, sementara di berbagai daerah masyarakat harus rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya membeli BBM eceran dengan harga jauh lebih mahal (Kompas.id, 31 Maret 2026).

Situasi ini diperparah dengan tertahannya kapal tanker milik Pertamina di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Ketegangan global di kawasan tersebut berdampak langsung pada pasokan energi, termasuk bagi Indonesia yang masih sangat bergantung pada impor minyak. 

Dilema Kebijakan di Tengah Tekanan Global

Pemerintah berada dalam posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, menaikkan harga BBM berisiko memicu inflasi dan gejolak sosial. Bahkan tanpa kenaikan pun, antrean panjang sudah terjadi di sejumlah wilayah. Di sisi lain, mempertahankan harga melalui subsidi berarti menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang tidak bisa ditopang dalam jangka panjang.

Langkah-langkah penghematan pun mulai diberlakukan, seperti ‘work from home’ (WFH), pembatasan pembelian BBM, hingga pengurangan program tertentu. Namun kebijakan ini lebih bersifat reaktif daripada solutif. Ia tidak menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.

Indonesia sebagai negara net importir minyak sangat rentan terhadap fluktuasi harga global. Ketika terjadi gangguan pasokan atau konflik geopolitik, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Inilah konsekuensi dari ketergantungan terhadap komoditas strategis yang seharusnya bisa dikelola secara mandiri.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Bagi masyarakat, gonjang-ganjing BBM bukan sekadar isu ekonomi makro. Ia hadir dalam bentuk antrean panjang, biaya transportasi yang meningkat, hingga harga kebutuhan pokok yang ikut merangkak naik. Ancaman inflasi menjadi nyata dan semakin membebani kehidupan sehari-hari.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem ekonomi saat ini belum mampu memberikan perlindungan yang stabil bagi rakyat. Ketika faktor eksternal begitu dominan memengaruhi kebijakan dalam negeri, maka kedaulatan ekonomi menjadi dipertanyakan.

Potret Ketergantungan dalam Sistem Kapitalisme

Fenomena ini mencerminkan lemahnya kemandirian energi. Dalam sistem kapitalisme, pengelolaan sumber daya sering kali tidak terintegrasi secara optimal. Negara yang memiliki potensi besar justru tetap bergantung pada impor karena berbagai faktor, mulai dari kebijakan, investasi, hingga kepentingan global.

Akibatnya, setiap gejolak dunia akan dengan mudah mengguncang stabilitas dalam negeri. Ketahanan ekonomi menjadi rapuh karena tidak berdiri di atas kekuatan sendiri.

Perspektif Islam: Menuju Kemandirian Energi

Dalam pandangan Islam, energi seperti minyak dan gas termasuk dalam kategori kepemilikan umum yang harus dikelola negara untuk sebesar-besarnya kemaslahatan rakyat. Pengelolaan ini tidak boleh diserahkan kepada pihak swasta atau asing yang berorientasi keuntungan semata.

Kemandirian energi hanya dapat terwujud ketika sumber daya yang melimpah di berbagai wilayah negeri Muslim dikelola secara terpadu. Distribusi dilakukan secara merata untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.

Dengan kemandirian ini, negara tidak mudah terpengaruh oleh gejolak global. Stabilitas ekonomi dan politik dapat terjaga karena tidak bergantung pada pihak luar. Bahkan, negara memiliki potensi untuk menjadi kekuatan besar yang disegani di dunia.

Selain itu, Islam juga mengajarkan penggunaan energi secara bertanggung jawab. Penghematan dilakukan bukan dengan mengurangi pelayanan publik, tetapi dengan memastikan penggunaan yang tepat guna. Negara juga akan mengembangkan sumber energi alternatif untuk menjamin keberlanjutan.

Refleksi dan Harapan

Gonjang-ganjing BBM hari ini menjadi pengingat bahwa ketergantungan adalah titik lemah yang harus segera diatasi. Tanpa kemandirian, setiap krisis global akan selalu berujung pada penderitaan rakyat.

Sudah saatnya kebijakan energi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menyentuh akar persoalan. Kemandirian, keadilan distribusi, dan keberpihakan kepada rakyat harus menjadi fondasi utama dalam pengelolaan sumber daya. Jika tidak, maka antrean panjang dan kecemasan masyarakat akan terus menjadi pemandangan yang berulang di masa depan.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ketika Ruang Hidup Anak Tak Lagi Aman, Tanggung Jawab Siapa?

Tanah Ribath Media- Juni 05, 2026 0
Ketika Ruang Hidup Anak Tak Lagi Aman, Tanggung Jawab Siapa?
Oleh: Annisa Nia  (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Menurut laporan KPAI yang bertajuk: “Darurat Perlindungan Anak" menyataka…

Most Popular

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Semakin Berat

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Semakin Berat

Mei 30, 2026
Indonesia dan Jerat Mafia Judol Internasional

Indonesia dan Jerat Mafia Judol Internasional

Mei 30, 2026
Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Mei 30, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Semakin Berat

Rupiah Melemah, Beban Rakyat Semakin Berat

Mei 30, 2026
Indonesia dan Jerat Mafia Judol Internasional

Indonesia dan Jerat Mafia Judol Internasional

Mei 30, 2026
Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah-Bawah Makin Berat

Mei 30, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us