OPINI
Gantung Diri karena Buku, Bukti Sistem Pendidikan yang Gagal
Oleh: Shofa Marwah
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Tragis! Siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), YBR (10), tewas gantung diri lantaran orang tuanya tak mampu membelikan buku tulis dan pulpen. Sebelumnya YBR dan siswa lainnya berkali-kali ditagih uang oleh sekolah sebesar Rp.1,2 juta. Tragedi ini seharusnya menjadi alarm bagi kita semua dan menjadi bukti bahwa hak seluruh anak negeri ini untuk bisa mengakses sekolah gratis masih belum dijamin oleh negara.
Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia seharusnya mampu menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua anak. Namun, realitasnya adalah biaya pendidikan yang tinggi membuat pendidikan yang berkualitas hanya bisa diakses segelintir orang, sementara banyak anak-anak miskin tidak mampu bersekolah. Ketika kebutuhan sekecil alat tulis pun tidak bisa terpenuhi maka ini adalah kegagalan negara dalam memenuhi hak hak dasar rakyatnya.
Di sisi yang lain, sistem ekonomi yang belum berhasil mensejahterakan masyarakat, juga rumitnya sistem birokrasi nyata menjadi stressor tersendiri yang juga berimbas pada kesehatan mental tidak hanya para orang tua, namun juga generasi. Paradigma sekuler kapitalistik sistem kehidupan hari ini juga berkontribusi dalam membentuk masyarakat menjadi makin minim empati dan tak lagi menjadi lingkungan yang menguatkan generasi.
Sebaliknya, di dalam sistem pemerintahan Islam pendidikan adalah hak setiap individu tanpa memandang status sosial, ekonomi atau agama sehingga negara memiliki tanggung jawab untuk menyediakannya. Islam juga mengatur perlindungan dan keamanan anak dalam keluarga dan lingkungan sosial, termasuk pengasuhan, pendidikan, kontrol sosial adalah jaminan negara terhadap hak dasar setiap individu.
Dalam pemerintahan Islam, pendidikan dianggap sebagai salah satu aspek penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, pemerintah Islam harus memastikan bahwa pendidikan tersedia untuk setiap individu dan sesuai dengan prinsip prinsip Islam. Maka, kita perlu mengubah sistem pendidikan yang ada saat ini menjadi sistem pendidikan yang lebih adil, berkeadilan, dan berorientasi pada kebutuhan rakyat miskin.
Via
OPINI
Posting Komentar