PUISI
Ra’in di Tenda Ramadan
Oleh: Ilma Nafiah
TanahRibathMedia.Com—Ramadan datang di tanah pengungsian
Tenda basah memeluk sisa harapan
Angin laut membawa lirih kerinduan
Takbir menggema di sela genangan
Listrik redup malam terasa panjang
Sahur sederhana di tikar terhampar
Anak-anak menatap langit yang lapang
Mencari bintang di balik sabar
Ladang rusak perahu karam di pantai
Roda ekonomi patah tertahan
Tangan lelah tetap menengadah
Memohon rahmat di bulan pengampunan
Bantuan turun bagai gerimis senja
Namun langkahnya tersendat jalan
Janji menggantung di udara
Sementara lapar tak kenal penundaan
Di manakah ra’in penjaga amanah
Yang disebut pengurus seluruh insan
Ramadan menguji arti amanah
Bukan sekadar pidato dan siaran
Negeri diuji oleh derita alam
Bukan hanya lumpur kehilangan
Tetapi nurani dalam tata kelola
Adakah riayah jadi kenyataan
Dulu pemimpin turun ke lapangan
Membuka baitul mal tanpa ragu
Merasa dingin yang dirasa rakyat
Hingga pulih luka satu per satu
Ramadan bukan cuma ibadah sunyi
Ia cahaya keadilan sosial
Menjaga pangan listrik dan rumah
Agar doa naik tanpa ganjal
Jika tenda masih jadi persinggahan
Kepemimpinan patut ditimbang
Ra’in sejati hadir menenangkan
Bukan bersembunyi di balik bayang
Via
PUISI
Posting Komentar