Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SP Kapitalisme Digital Media Perusak Mental Generasi Indonesia
SP

Kapitalisme Digital Media Perusak Mental Generasi Indonesia

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


TanahRibathMedia.Com—Indonesia menjadi negara dengan masyarakat yang semakin tak bisa lepas dari ponsel. Laporan digital 2025 Global Overview (29-11-2025) mencatat, sebanyak 98,7 persen penduduk berusia 16 tahun ke atas menggunakan ponsel untuk online. Dengan waktu online 7 jam 22 menit melampaui waktu online harian rata-rata global 6 jam 38 menit.

Dengan demografi, perempuan usia 16-24 tahun tercatat sebagai pengguna ponsel paling aktif dengan durasi 4 jam 44 menit/hari. Sementara laki-laki usia 25-44 tahun cenderung lebih menggunakan komputer, meski tak selama pengguna ponsel. Kebiasan ini diprediksi akan terus meningkat seiring makin cepatnya adopsi teknoogi digital di tanah air.

Dengan demikian, Indonesia justru merupakan sasaran pangsa pasar ekonomi digital itu sendiri, alih-alih jadi pengendali. Digitalisasi dalam peradaban kapitalisme sangat rentan menyibukkan untuk sekadar mengejar kepentingan materi. Promosi ide-ide kebebasan gaya hidup hedonis begitu mudah kita dapati melalui arus digitalisasi. Ada beberapa faktor penyebabnya, yaitu mekanisme pembangunan infrastruktur digital di negeri ini masih mengandalkan investor yang bersedia mendanainya. Tentu sebagai pemodal akan mengambil keuntungan dari investasinya, melakukan privatisasi dan liberalisasi sda yang memosisikan negara tidak lagi sebagai pemilik tunggal atas BUMN, melainkan pihak lain bebas berinvestasi di dalamnya.

Selain itu, kemunculan islamofobia sikap kontra terhadap narasi Islam kafah hingga antipati terhadap dakwah syariat dan khilafah, mengakibatkan berbagai media mainstream acapkali mencitraburukkan ide-ide tersebut. Berbagai platform media sosial juga acapkali memblokir konten-konten dakwah Islam dengan berbagai tuduhan tidak mendasar, hasilnya masyarakat jauh dari ajaran Islam hingga teralienasi dari Islam itu sendiri.

Di sisi lain, invasi pemikiran dan budaya asing makin tidak terhindarkan, gaya hidup permisif ala Barat, perilaku konsumtif yang berlebihan, kerap dicitrakan sebagai tren yang menarik nan estetik dan menjadi hal yang tidak asing lagi dan bergerak dekat dengan masyarakat. Tidak heran jika berbagai perangkat digital hanya digunakan untuk mencari keuntungan dan kesenangan tanpa ada unsur keimanan.

Dalam Islam, digitalisasi juga akan dipandang sebagai nikmat Allah Ta'ala untuk mengumpulkan pundi-pundi amal demi meraih rida-Nya. Pemanfaatannya pun akan senantiasa terikat dengan syariatnya. Oleh karenanya, bentuk peran negara dalam sistem sahih untuk memastikan arus digitalisasi berjalan tanpa merusak fitrah dan identitas masyarakat. Sudah saatnya umat muslim menyadari hal ini dan segera melepaskan diri dari jebakan digitalisasi yang membajak potensi dan merusak identitas diri mereka dan terlibat dalam perjuangan menghadirkan sistem Islam kafah.
Wallahu'alam.

Sadawa
(Sahabat Tanah Ribath Media)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Board of Peace: Legitimasi Neo-Imperialisme Amerika di Tanah Gaza

Tanah Ribath Media- Februari 07, 2026 0
Board of Peace: Legitimasi Neo-Imperialisme Amerika di Tanah Gaza
Oleh: Hawilawati, S.Pd (Muslimah Permata Umat) TanahRibathMedia.Com— Awal tahun 2026 menjadi momen krusial bagi Palestina dan dunia Islam. Di tenga…

Most Popular

Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Februari 03, 2026
Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Februari 02, 2026
Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan?

Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan?

Februari 03, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Februari 03, 2026
Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Februari 02, 2026
Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan?

Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan?

Februari 03, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us