Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Program Pelatihan Anti Korupsi Bukan Solusi Hakiki
Opini

Program Pelatihan Anti Korupsi Bukan Solusi Hakiki

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
08 Jun, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Susi Ummu Humay
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Pemkab Bandung bergandengan tangan dengan KPK RI menyelenggarakan Program Pelatihan Anti Korupsi Dasar dan Integritas (perintis). Kegiatan ini dikhususkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung tahun anggaran 2025 di Hotel Grand Sunshine Resort and Convention Soreang, selama tiga hari sejak Selasa sampai Kamis (20-22 Mei 2025).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menghasilkan para ASN yang jujur, inovasi dan berdedikasi. Ketika penutupan program perintis pada hari Kamis, turut hadir Bupati Bandung Dadang Supriatna beserta Direktur Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Anti Korupsi KPK RI, jajaran OPD di lingkungan Pemkab Bandung dan para pihak lainnya.

Dadang menjelaskan bahwa manusia hidup di dunia ini ada tiga hal, lahir, sibuk melaksanakan ujian, dan terakhir meninggal dunia. Ketika meninggal dunia maka akan ada hisabnya, oleh karena itu kita harus selalu mengingat ada malaikat Raqib yang mencatat amal baik manusia dan malaikat Atid yang mencatat amal buruk manusia (Hibar, 23-05-2025).

Pemkab Bandung melalui program Perintis, bertujuan membentuk ASN anti korupsi, namun sistem yang diadopsi negara Indonesia masih kapitalisme. Sehingga hampir semua layanan publik ataupun dasar seringkali memerlukan tambahan biaya secara resmi maupun tidak. Oleh karena itu kegiatan ini tidak menyentuh akar permasalahan. 

Dadang mengingatkan agar ASN takut akan malaikat Raqib dan Atid, namun penguasanyalah yang membuka peluang terjadinya korupsi. Jadi pelatihan tersebut tidak akan ada manfaatnya apabila, pertama, biaya hidup dan gaji ASN tidak seimbang. Karena dengan gaji kecil tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidup seperti membayar KPR, kesehatan, sekolah dll. 

Kedua, budaya suap yang mengakar. Karena sistem birokrasi yang rumit dan lambat menyebabkan pelicin sebagai jalan pintas. Hal ini sudah menjadi budaya.

Ketiga, lemahnya keteladanan pemimpin. Apabila pemimpinnya terlibat korupsi, maka mustahil ASN diminta jujur. Integritas itu turun dari atas, tidak seharusnya dibebankan ke bawah. 

Keempat, sistem yang mengandalkan pajak dan utang. Hal ini menyebabkan pungutan terus menerus dibebankan kepada rakyat dan ASN sehingga mereka menjadi frustasi. 

Kelima, kegiatan spiritual tetapi sistem tidak berubah. Jika sistem kapitalisme yang rusak tidak diubah maka pelatihan spiritual hanya sebagai simbolik. Seharusnya tidak hanya perubahan individu tetapi harus ada reformasi mendasar. 

Sistem politik demokrasi telah terbukti gagal memberantas korupsi. Maka saatnya diganti dengan sistem politik Islam. Karena politik Islam mempunyai mekanisme agar negara bersih dari korupsi.

Solusi yang hakiki tidak cukup hanya dengan program moralitas personal tetapi harus ada reformasi sistemik yang menata ulang, pertama pengelolaan kekayaan alam dikelola oleh negara secara amanah. Kedua pelayanan publik dilaksanakan dengan jujur tanpa adanya biaya tersembunyi. Dan ketiga pemimpin dan pejabat diawasi dengan syar'i dan ketat. 

Oleh karena itu, untuk menuntaskan pemberantasan korupsi diperlukan adanya kerjasama yang kuat antara individu ASN dengan lingkungan kerja dan masyarakat yang saling menjaga.

Dalam sistem Islam, kesejahteraan para pejabat negara akan diperhatikan. Yaitu dengan memberikan gaji yang layak. Para pejabat akan diberi gaji yang dapat mencukupi serta tunjangan dan fasilitas agar kebutuhan mereka terpenuhi. Para pejabat tidak diperbolehkan menerima hadiah selain dari gaji yang mereka terima. 

Rasulullah Saw. bersabda, “Hadiah yang diberikan kepada para penguasa adalah suht (haram) dan suap yang diterima hakim adalah kufur.” (HR Imam Ahmad).

Sistem Islam juga memberikan sanksi yang menjerakan. Sanksi bagi pejabat yang korupsi yaitu ta'zir. Bentuk dan tingkat sanksinya bersandar pada ijtihad khalifah atau kadi. Sanksi tersebut bisa berupa penyitaan harta seperti yang dicontohkan Khalifah Umar bin Khaththab ra. diungkapkan (tashir), dipenjara, sampai dihukum mati apabila itu mengakibatkan dharar bagi umat dan negara.

Demikianlah pemberantasan korupsi dalam sistem Islam yang mampu menyelesaikan persoalan korupsi hingga ke akarnya. Serta menciptakan pemerintahan bersih yang dapat mewujudkan kehidupan umat manusia yang adil dan sejahtera.

Wallahu a'lam bish-shawab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us