Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Menelisik Tagar #KaburAjaDulu
Opini

Menelisik Tagar #KaburAjaDulu

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
01 Mar, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: R. Raraswati
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Sejumlah media sosial diramaikan warganet dengan tagar #KaburAjaDulu. Seperti diketahui, simbol tagar (#) yang ditulis sebelum kata kunci atau frasa digunakan untuk mengategorikan kiriman agar ditampilkan dengan lebih mudah dalam pencarian di media sosial termasuk pada X (Twitter). Kali ini #KaburAjaDulu menjadi topik tren di Indonesia dalam media sosial X. Ketika membuka media sosial X (Twitter), akan ditemukan dengan mudah #KaburAjaDulu yang berisi berbagai informasi cara pindah ke luar negeri (detik.com, 11-2-2025).

Informasi dalam tren #KaburAjaDulu di antaranya adalah lowongan pekerjaan di luar negeri, beasiswa, kursus bahasa asing, hingga berbagai perbandingan antara Indonesia dengan negara lain. Tren tersebut menimbulkan spekulasi masyarakat apakah negara telah gagal menyejahterakan rakyat atau ternyata generasinya yang lemah?
Ketika ditelusuri, tren tagar #KaburAjaDulu awalnya berfungsi sebagai wadah untuk berbagi informasi tentang memulai kehidupan baru di luar negeri. Informasi itu meliputi tips mendapatkan beasiswa, cara bagaiamana mengganti kewarganegaraan, tips mengelola keuangan, mencari pekerjaan, termasuk mengatasi 'culture shock'. Namun, belakangan ini tagar tersebut berubah fungsi sebagai bentuk kekecewaan anak muda terhadap kondisi Indonesia sekarang. Tidak dimungkiri, saat ini Indonesia sedang menghadapi berbagai krisis di bidang ketenagakerjaan, tingginya pengangguran, gaji kecil, sulitnya lapangan pekerjaan, banyak PHK dan sebagainya.

Di sisi lain negara-negara maju menjanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi. Sebagaimana yang dirilis CEO World Magazine bahwasanya Swiss memberikan gaji rata-rata Rp.125 juta/bulan, sementara Indonesia rata-rata gaji masyarakatnya Rp.5,3 juta/bulan. Meski kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia yang melimpah, gaji/pendapatan rakyatnya tergolong kecil. Maka, wajar jika generasi muda ingin "kabur" ke luar negeri yang menawarkan peluang lebih baik.
Selain peluang pekerjaan yang lebih baik, pendidikan luar negeri juga lebih kualitas. Adanya kemudahan beasiswa ke luar negeri tentu menambah daya tarik minat generasi untuk “kabur” ke sana. Keadaan ini tidak lepas dari fenomena “Brain Drain” di mana generasi muda terdidik dan berbakat memilih menetap di luar negeri. Fenomena ini terjadi di Indonesia sejak tahun 1960-an dan sekarang semakin tinggi. 

Ketertarikan generasi muda untuk tinggal di luar negeri tentu bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Negara bisa kehilangan sumber daya manusia unggul yang seharusnya dapat memajukan keadaan. Fenomena ini mencerminkan kegagalan pemerintah dalam memberikan kesejahteraan rakyat. Negara dengan SDA melimpah seharusnya mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya. Memberikan kesempatan kepada generasi muda khususnya untuk melakukan inovasi-inovasi dalam mengelola sumber daya alam, bukan justru diserahkan kepada asing dan aseng.

Miris, Indonesia yang begitu luas dengan SDA melimpah dan SDM berkualitas masih tergolong negara berkembang bahkan memungkinkan jatuh menjadi negara miskin. Hal ini terjadi karena Indonesia berada di bawah kendali negara-negara adidaya, sehingga berkedaulat dalam mengatur negaranya sendiri.

Padahal Indonesia memiliki penduduk muslim terbanyak kedua di dunia yang semestinya bisa menerapkan aturan Islam. Sejatinya, jika pemerintah mau menerapkan syariat Islam secara menyeluruh, negara mampu berdaulat dan menjadi negara maju. Hal itu karena Islam bisa menjawab segala permasalahan umat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan dan lain sebagainya yang menjadi kebutuhan dasar rakyat. Itulah kesempurnaan Islam sebagaimana firman Allah, yang artinya:

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al Maidah:3).

Ayat tersebut menjelaskan kesempurnaan Islam. Namun, kesempurnaan itu hanya bisa dijalankan dengan sempurna oleh negara. Islam mewajibkan negara membangun kesejahteraan rakyat, dan memenuhi kebutuhan asasi setiap individu warganegaranya. Di dalam sistem Islam, pendidikannya berlandaskan akidah sehingga mampu menyiapkan SDM beriman yang siap membangun negara guna mendapatkan ridha Allah. Begitu pula negara akan sangat memperhatikan kesejahteraan setiap warga negaranya. Dengan demikian, Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam bisa dirasakan umat.

Wallahu ‘alam bish showab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi

Tanah Ribath Media- Mei 25, 2026 0
Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi
Oleh: Amy Sarahza (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Pesta Babi, salah satu judul film dokumenter karya anak negeri Dandhy Dwi Laks…

Most Popular

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Mei 21, 2026
Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Mei 21, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Mei 21, 2026
Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Mei 21, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us