Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Efisiensi Anggaran: Solusi atau Masalah Baru?
Opini

Efisiensi Anggaran: Solusi atau Masalah Baru?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
01 Mar, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Sarah Fauziah Hartono 
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan efisiensi anggaran dalam tiga tahap dengan total penghematan mencapai Rp750 triliun. Pada tahap pertama, telah dihemat Rp300 triliun, sementara tahap kedua direncanakan sebesar Rp38 triliun. Tahap ketiga, yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menargetkan dividen sebesar Rp300 triliun (metrotvnews.com, 16-02-2025).

Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berfokus pada pencegahan kelaparan di kalangan anak-anak. Sebagian dana lainnya dialokasikan ke Badan Pengelola Investasi untuk dikelola sebagai investasi jangka panjang (kompas.com, 16-02-2025).

Namun, kebijakan ini menuai kritik karena pemangkasan anggaran justru banyak menyasar sektor vital, seperti infrastruktur, pendidikan tinggi, dan riset (tirto.id, 13-02-2025).

Bahkan, proyek-proyek pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti perbaikan jalan dan bendungan, harus ditunda (metrotvnews.com, 16-02-2025). 

Ironisnya, program MBG yang menjadi prioritas utama pun tidak luput dari permasalahan. Contohnya, ribuan siswa di Sumenep, Jawa Timur, mengalami pemberhentian bantuan MBG pada 17 Februari lalu (Kompas.tv, 16-02-2025). 

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah efisiensi anggaran benar-benar dilakukan demi kesejahteraan rakyat atau justru memperburuk kondisi masyarakat?

Terdapat ketimpangan dalam penerapan efisiensi ini. Beberapa sektor yang lebih mendesak untuk dipangkas, seperti anggaran pertahanan dan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), justru tidak tersentuh (tempo.co, 7-02-2025). Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan lebih berpihak kepada kepentingan tertentu dibandingkan dengan kepentingan rakyat. 

Efisiensi anggaran dalam sistem kapitalisme memang sering kali mengorbankan kesejahteraan masyarakat demi kepentingan kelompok tertentu dan korporasi besar.

Dalam sistem Islam, kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab penuh negara. Seorang pemimpin dalam Islam, atau khalifah, bertugas sebagai pengurus umat yang harus memastikan seluruh kebutuhan rakyat terpenuhi. 

Berbeda dengan sistem kapitalisme yang bergantung pada utang dan pajak sebagai sumber pendapatan negara, Islam memiliki sistem keuangan yang kuat dan mandiri. Sumber pendapatan negara dalam Islam terdiri dari tiga sektor utama: kepemilikan individu (zakat, sedekah, hibah), kepemilikan umum (sumber daya alam seperti minyak, gas, dan tambang), serta kepemilikan negara (jizyah, kharaj, dan usyur).

Dalam pengelolaan anggaran, Islam menetapkan pos-pos pengeluaran berdasarkan prinsip keadilan dan kemaslahatan umat. Anggaran belanja negara dialokasikan untuk kepentingan wajib, seperti jihad, kesejahteraan fakir miskin, gaji pegawai negeri, serta pembangunan infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, sekolah, dan rumah sakit. Selain itu, negara juga menyediakan anggaran untuk kebutuhan darurat, seperti bantuan bencana alam dan krisis pangan.

Jika kas negara mengalami defisit, Islam mengatur mekanisme yang tetap berpihak kepada rakyat tanpa harus mengandalkan pajak tinggi atau utang luar negeri yang membebani generasi mendatang. Dengan demikian, sistem ekonomi Islam menawarkan solusi yang lebih adil dan berkelanjutan dibandingkan dengan kebijakan efisiensi anggaran dalam sistem kapitalisme. Negara dalam sistem Islam tidak hanya memastikan efisiensi dalam pengelolaan anggaran, tetapi juga menjamin kesejahteraan rakyat tanpa mengorbankan sektor-sektor vital. 

Oleh karena itu, jika ingin mewujudkan kesejahteraan sejati, sudah saatnya mempertimbangkan sistem yang berlandaskan syariat Islam sebagai solusi hakiki atas permasalahan ekonomi saat ini.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi

Tanah Ribath Media- Mei 25, 2026 0
Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi
Oleh: Amy Sarahza (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Pesta Babi, salah satu judul film dokumenter karya anak negeri Dandhy Dwi Laks…

Most Popular

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Mei 21, 2026
Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Mei 21, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Mei 21, 2026
Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Mei 21, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us