Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini PPN Merangkak Naik, Ekonomi Rakyat Kian Tercekik
Opini

PPN Merangkak Naik, Ekonomi Rakyat Kian Tercekik

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
28 Nov, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Sali
(Aktivis Muslimah Kebumen)

TanahRibathMedia.Com—Baru-baru ini linimasa jagadmaya diramaikan oleh rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen di tahun 2025 nanti. Hal ini memicu kekhawatiran dari berbagai kalangan masyarakat terutama para pengusaha. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya memberikan sinyal bahwa kenaikan ini tetap akan diberlakukan, namun pelaku usaha meminta pemerintah menunda kebijakan tersebut karena dikhawatirkan kenaikan PPN akan memicu lonjakan harga barang dan akan makin menekan daya beli masyarakat terutama kelas menengah bawah. 

Alphonzus Widjaja selaku Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), menegaskan, kenaikan PPN ini akan berdampak langsung pada menurunnya daya beli masyarakat. Selain itu Alphonzus mengingatkan, bahwa daya beli masyarakat adalah pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dan berkontribusi konsumsi rumah tangga saat ini mencapai 57 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Ia mengkhawatirkan adanya penurunan daya beli ini akan menghambat target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen (CNBC Indonesia, 15-11-2024).

Kenaikan tarif PPN ini diklaim sebagai upaya dalam meningkatkan penerimaan negara guna mendukung pembiayaan pembangunan dan mengurangi ketergantungan pada utang. Namun faktanya belum tentu hal itu terwujud mengingat besarnya utang negara dan berbagai problematika lain yang masih menjadi PR penguasa dalam peningkatan dan pertumbuhan ekonomi. 

Di sisi lain kebijakan kenaikan PPN ini justu akan memicu kesengsaraan rakyat, terlebih di tengah situasi ekonomi yang sulit, menurunkan daya beli masyarakat. Ditambah fakta adanya problematika korupsi yang justru menjerat para pejabat tinggi dan pemerintah yang gemar berutang. 

Situasi ini adalah wajar konsekuensi penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang menstandarkan setiap aktivitas pada tujuan materi semata sehingga  menjadikan pajak sebagai sumber pemasukan negara. Di sisi lain negara hanya menjadi regulator dan fasilisator, yang melayani kepentingan para pemilik modal.

Berbeda dengan sitem Islam yang memiliki sistem ekonomi yang mewajibkan negara menjadi ra’in, mengurus rakyat dengan penuh tanggung jawab.

Islam memiliki berbagai sumber pendapatan negara. Dalam APBN Islam, sumber utama penerimaan negara adalah:  Pertama, dari kepemilikan individu, misalnya zakat, infaq, shodaqoh. Kedua, dari kepemilikan umum, misalnya pertambangan emas, perak, tembaga, nikel, minyak, gas, batu bara, hutan dan lain-lain. Ketiga, dari kepemilikan negara, misalnya : ghanimah, fa'i, jizyah, kharaj, khumus, dan lain-lain. Pajak bukanlah sumber utama negara, bahkan hanya menjadi alternatif terakhir ketika kas baitul mall dalam kosong. Sementara ada kewajiban atas rakyat yang harus ditunaikan. Sebab negara bertanggung jawab dalam meriayah setiap individu rakyat agar terwujud masyarakat yang sejahtera. 

Wallohualam Bishowab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Pelecehan Israel ke Aktivis GSF: Kejahatan Melampaui Batas

Tanah Ribath Media- Juni 10, 2026 0
Pelecehan Israel ke Aktivis GSF: Kejahatan Melampaui Batas
Oleh: Pudji Arijanti (π˜—π˜¦π˜¨π˜ͺ𝘒𝘡 π˜“π˜ͺ𝘡𝘦𝘳𝘒𝘴π˜ͺ 𝘢𝘯𝘡𝘢𝘬 π˜—π˜¦π˜³π˜’π˜₯𝘒𝘣𝘒𝘯) TanahRibathMedia.Com— Penyelenggara GSF 2.0 mengungkapkan, relaw…

Most Popular

Sistem Kapitalis Tidak Memberi Tempat Aman bagi Anak

Sistem Kapitalis Tidak Memberi Tempat Aman bagi Anak

Juni 04, 2026
Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Menjerit: Potret Rapuhnya Ketahanan Pangan dalam Sistem Kapitalisme

Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Menjerit: Potret Rapuhnya Ketahanan Pangan dalam Sistem Kapitalisme

Juni 04, 2026
Hanya Islam yang Mampu Memberikan Ruang Aman bagi Anak

Hanya Islam yang Mampu Memberikan Ruang Aman bagi Anak

Juni 04, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Sistem Kapitalis Tidak Memberi Tempat Aman bagi Anak

Sistem Kapitalis Tidak Memberi Tempat Aman bagi Anak

Juni 04, 2026
Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Menjerit: Potret Rapuhnya Ketahanan Pangan dalam Sistem Kapitalisme

Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Menjerit: Potret Rapuhnya Ketahanan Pangan dalam Sistem Kapitalisme

Juni 04, 2026
Hanya Islam yang Mampu Memberikan Ruang Aman bagi Anak

Hanya Islam yang Mampu Memberikan Ruang Aman bagi Anak

Juni 04, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us