IBRAH
Hikmah Ampuh di Balik Kresek Hitam yang Lusuh
Oleh: Kartika Soetarjo
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Sungguh tak terlukiskan, betapa gemetarnya jemari kita ketika menerima sebuah bingkisan kresek hitam dari insan yang dicinta. Mata tak peduli pada warna paket yang usang, dan bentuknya yang tak beraturan. Karena pikiran dan hati tajam fokus kepada sang pemberi.
Bingkisan usang dirangkul lembut, disimpan dalam dekap nan hangat. Tak sedikit pun deret tanya singgah di dada tentang rahasia apa yang ada di dalam bungkus yang pudar warna, tersebab ditolak oleh suka cita yang memuncak.
Kresek lusuh direngkuh oleh rasa yang bergemuruh. Tak ingin tergesa membuka, karena lisan tak henti memuja sang pemberi bahagia. Tak terasa netra membasah sendu, memeluk rasa yang kian merindu pada sang pemberi bingkisan berdebu. Tak peduli bungkus luar yang pudar warna bak harga kaki lima, karena sang pemberi adalah insan istimewa.
Tangan lembut membuka simpul, debar hati membuka tali. Bahagia pun membuncah, setelah tahu isi si lusuh adalah sesuatu yang sangat indah. Lalu, menyeruaklah rindu bertemu. Namun sayang seribu sayang, tidak semua orang menyimpan rumus itu dalam kehidupan.
Mengapa saat Allah Swt. yang memberi bingkisan kresek hitam usang berlabel kegagalan, pengkhianatan, penolakan, atau mungkin penundaan menjelmanya sebuah doa, justru marah dan kecewa yang menjadi reaksi pertama? Padahal Sang Pemberi adalah Dia yang selalu mencintai, menyayangi, dan tak pernah sedetik pun jeda dari menjaga hamba-Nya.
Jawabannya sederhana. Karena inti relung kita tertuju kepada apa yang dikirimnya, bukan kepada siapa pengirim paketnya. Mata kita fokus pada penampilan luar bingkisan yang menyakitkan. Bukan kepada Allah yang Maha Rahman.
Mulai sekarang, jika menerima kresek kegagalan yang usang dalam kehidupan, raihlah dengan tulus, ikhlas dan penuh kesabaran. Gandeng hati agar selalu tertuju kepada Sang Maha Pemberi. Yakinlah, Allah Al-Jabbar tidak akan membiarkan hamba-Nya terus larut dalam luka yang mengakar.
Gagal hanya bungkus luar, pengkhianatan hanya penampilan bingkisan, dan tertundanya bahagia hanya cara Allah mencurahkan segenap rindu pada hamba-Nya.
Mungkin selama ini, harapan kita selalu disandarkan pada jasa manusia, atau mungkin kita terlalu lama berpaling rasa dari-Nya.
Bayangkan! Ketika insan yang kita cinta berbagi kasih ke lain hati, cemburu pasti menghujam diri. Allah pun cemburu jika hamba-Nya berpaling cinta. Walau cemburu-Nya bukan tandingan manusia, tetapi seperti itulah perumpamaan kecil kecemburuan-Nya.
Dia yang memberi segala kehidupan kepada kita, sedangkan kerinduan kita berikan kepada selain-Nya. Pantaskah?
Oleh karenanya, jika satu saat datang kepada kita bingkisan kresek hitam kesedihan, jangan buru-buru membuang paket pengkhianatan itu, jangan langsung mengusir bingkisan takdir yang belum selesai diukir, jangan langsung mengutuk bungkus yang buruk, lalu terpuruk.
Tetapi lihatlah, siapa pengirim paket tersebut.
Tersenyumlah dengan penuh bangga, dan bukalah simpul paket ujian itu dengan husnuzan kepada-Nya. Setelahnya kita baru tahu, kresek usang berpenampilan kaki lima, ternyata isinya benda berbintang lima. Yakni kejutan indah berupa hikmah: "Selalu muhasabah dalam setiap musibah, dimaafkan segala dosa dan salah, menjelmanya berkah dari setiap tengadah, serta dalam ketaatan selalu istikamah."
Nasihat lembut berdesir dari Syekh Rumi sang penyair.
“Tanda Allah jatuh cinta padamu ialah ketika cemburu-Nya ditampakkan dengan membuatmu patah hati pada dunia.”
Dari itu, kita mendapat pelajaran. Bahwa tanda seseorang benar-benar tenang dalam takdir Ilahi, adalah ketika ia tidak terlalu gembira saat diberi, dan tidak hancur saat diuji. Karena ia tahu, di dalam setiap keadaan, Allah sedang menuntunnya menuju kebaikan.
Wallahu alam bishawwab.
Misteri kresek hitam, 27 Oktober 2026
Via
IBRAH
Posting Komentar