Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Sistem Sekuler Gagal Melindungi dan Membentuk Generasi
OPINI

Sistem Sekuler Gagal Melindungi dan Membentuk Generasi

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
26 Okt, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Raina Syam
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Akhir-akhir ini ada beberapa kasus anak menganiaya anak. Salah satunya di Karawang, seorang anak berumur 3 tahun dianiaya oleh dua anak di bawah umur. Peristiwa itu bermula pada Senin sore (12/10) terduga pelaku berinisial R dan S mendatangi korban di dekat rel kereta api di sekitar Simpang Jomin, Karawang. Keduanya menghampiri korban dengan membawa gunting. Kemudian melakukan aksi kekerasan terhadap anggota badan vital korban. Selain itu, korban juga diduga dipukul serta dicakar pada bagian wajah dan dada, sehingga mengalami luka di bahu kiri dan luka cakaran. Korban yang menjerit kesakitan kemudian diantar pulang oleh terduga pelaku berinisial R (DetikNews, 16-10-2026).
‎
‎Bukan hanya di karawang, hal serupa terjadi di Surabaya. Anak berkebutuhan khusus meninggal setelah diduga dianiaya oleh anak tetangga rumahnya. Korban ditemukan meninggal dengan lilitan tali sepatu dan sabun colek di mulutnya (CNN Indonesia, 19-10-2026).
‎
‎Dampak dari rusaknya sistem saat ini, membentuk generasi yang mengkhawatirkan. Anak-anak yang harusnya bermain dan belajar tapi malah menjadi pelaku kekerasan sadis, sungguh miris. Kasus tersebut bukan terjadi sekali atau dua kali, bisa jadi di luar sana banyak kasus-kasus serupa hanya saja tidak terekspos. 
‎
‎Sekularisme memberikan ruang bagi konten-konten vulgar dan kekerasan hingga mudah di akses oleh anak-anak. Hal ini berkontribusi besar membentuk kepribadian mereka. Dari apa yang mereka lihat, dari yang mereka dengar, dari sanalah mereka meniru. Kegagalan tersebut juga dampak dari sistem pendidikan sekuler. Sistem pendidikan saat ini yang terlalu berfokus pada akademi dan siapnya anak untuk dunia kerja, mengenyampingkan akhlak dan moral. Akibatnya generasi saat sekarang memiliki kepribadian yang buruk dan buta secara ruhiyah. 
‎
‎Hal yang tak kalah penting adalah peran lingkungan dan keluarga. Faktanya banyak orang tua yang tidak fokus mendidik anaknya karena fokusnya teralih untuk mengejar ekonomi. Tekanan ekonomi dan tuntutan hidup membuat Orang tua kehilangan waktu mendampingi anak. Alhasil anak jadi kehilangan peran orang tua yang harusnya mengarahkan, mendidik, dan menjaga. Peran ibu yang harusnya menjadi ummu wa robbatul bait, kini teralihkan menjadi pembantu ekonomi keluarga. 
‎
‎Kontrol masyarakat yang lemah hingga menormalisasikan perilaku menyimpang anak, menjadikan anak merasa tidak ada hal yang salah dengan berbuatan yang mereka lakukan. Lingkungan yang membentuk mereka menjadi generasi yang tidak bisa menjaga perilaku hingga tergerus akhlak pada generasi saat ini. 
‎
‎Islam memandang bahwa pembentukan generasi dimulai dari akidah. Pendidikan bukan hanya fokus pada kecerdasan akademis dan intelektual tapi juga harus membentuk anak untuk memiliki kepribadian Islam yang takut kepada Allah. Ketika pendidikan menerapkan akidah sebagai landasan berpikir mereka maka mereka akan merasa bahwa ketika menyakiti orang lain adalah perbuatan buruk. 
‎
‎Dalam Islam ketika anak sudah mukallaf atau baligh ketika mereka melakukan penganiayaan apalagi sampai menghilangkan nyawa mereka akan dihukumi layaknya orang dewasa yaitu qishah. Namun jika mereka belum baligh Sanksi tidak akan diberikan tetapi mereka akan mendapatkan pembinaan dan penanganan yang sesuai. Kelalaian orang tua bisa manjadi faktor anak berbuat demikian maka jika ditemukan ada kelalaian tersebut orang tua kan mandapatkan sanski ta'zir. 
‎
‎Maka dari itu penting untuk memfilter apa saja yang masuk ke benak anak. Pencegahan ini menjadi langkah untuk meminimalisir perilaku menyimpang anak yang dilakukan karena tontonan yang tidak sesuai dan tidak mendidik. Hal ini menjadi tugas negara untuk melakukan kontrol media dengan memfilter hal-hal tersebut agar tidak bisa lagi diakses oleh siapapun termasuk anak-anak. Negara harus menjalankan kewajiban menjaga masyarakat dari ancaman yang menjadikan rusaknya generasi. 
‎
‎Selain itu kembalikan tugas ibu sebagai ummu wa robbatul bait agar fokus mendidik dan menjaga anak di rumah tanpa takut merasa kurang dalam ekonomi. Dengan perbaikan melalui sistem ekonomi islam itu sendiri. Tak kalah penting, peran ayah sangat berpengaruh untuk mendidik dan bertanggungjawab dengan perilaku anak. Maka dari itu hadirkan peran orang tua yang bukan hanya sekedar ada tapi juga upaya menjadikan anak generasi yang memiliki akidah sebagai landasan dan akhlak yang terpuji. 
‎
‎Sedangkan masyarakat dan lingkungan berkewajiban menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Negara harus memastikan terjaminnya kesejahteraan bagi masyarakat dengan sistem ekonomi Islam agar keluarga dapat memenuhi kebutuhan hidup dan menjalankan pengasuhan dengan baik. 
Wallahu a'lam bish-shawab. 
‎
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Fenomena Downgrade Lifestyle: Alarm Nyata Krisis Kesejahteraan

Tanah Ribath Media- Oktober 25, 2026 0
Fenomena Downgrade Lifestyle: Alarm Nyata Krisis Kesejahteraan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Fenomena downgrade lifestyle atau penurunan gaya hidup kini tengah menjadi ken…

Most Popular

Maraknya Bullying: Cermin Sistem Pendidikan yang Gagal

Maraknya Bullying: Cermin Sistem Pendidikan yang Gagal

Oktober 19, 2026
Menakar Bekal di Kursi Makan

Menakar Bekal di Kursi Makan

Oktober 20, 2026
Mengklaim Tanah Palestina, Israel Melanggar Hukum Internasional

Mengklaim Tanah Palestina, Israel Melanggar Hukum Internasional

Oktober 22, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Maraknya Bullying: Cermin Sistem Pendidikan yang Gagal

Maraknya Bullying: Cermin Sistem Pendidikan yang Gagal

Oktober 19, 2026
Menakar Bekal di Kursi Makan

Menakar Bekal di Kursi Makan

Oktober 20, 2026
Mengklaim Tanah Palestina, Israel Melanggar Hukum Internasional

Mengklaim Tanah Palestina, Israel Melanggar Hukum Internasional

Oktober 22, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us