Inspirasi
Sahabat Tak Sedarah, Tapi Searah
Oleh: Kartika Soetarjo
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Siapa itu sahabat?
Mereka adalah orang yang sangat dekat dengan kita, selalu menjadi pendengar semua cerita kita, pelukannya selalu hadir bahkan ketika dunia terasa jahat dan tidak adil.
Mereka tidak ada hubungan persaudaraan dengan kita, tetapi kadang mereka selalu mengerti kegelisahan hati kita melebihi saudara kita sendiri. Itulah sebabnya, lahirlah sebuah kalimat "sahabat tak sedarah tapi searah".
Hubungan darah adalah takdir yang tidak bisa kita pilih. Kita berbagi nama belakang dengan mereka agar terpatri ikatan keluarga. Memilih sahabat yang searah adalah takdir yang harus kita usahakan. Karena memiliki sahabat seperti itu adalah bagian dari hal yang memengaruhi kehidupan.
Sahabat searah akan menjadi jangkar dan layar bagi kita dalam mengarungi lautan kehidupan. Jangkar yang akan menahan kita agar istikamah ketika berlabuh di pantai syariat-Nya, dan layar yang akan selalu menahan kita dari badai ketika kita mengarungi lautan problema.
Searah tidak selamanya harus sama. Terkadang persahabatn sedikit tersekat oleh prinsip hidup yang berbeda. Namun, di sinilah letak cantiknya warna persahabatan. Saling menghargai prinsip, saling menghormati perbedaan pendapat, tidak ragu menegur dan menampar dengan kenyataan jika salah satunya salah arah dalam melangkah, tanpa bermaksud menjatuhkan.
Sahabat yang searah akan mensupport, dan mendoakan jika salah satunya selangkah lebih maju, dan menemukan kebahagiaan, agar sahabatnya bisa merasakan bahagia yang sama. Pertemuan yang jarang tidak menjadikan kaku bicara ketika berjumpa, dan yang paling krusial adalah satu frekuensi dalam menaati aturan syariat Ilahi.
Namun demikian, sahabat bukanlah manusia yang tanpa cela. Mereka manusia biasa yang rentan melukai sahabatnya sendiri. Karena sahabat dekat bagai lidah dan gigi. Sehebat apapun saling menyayangi, tetap ada risiko tersakiti. Seperti lidah yang tergigit oleh gigi.
Di sinilah hubungan persahabatan diuji. Namun, persahabatan yang dibangun karena Illahi akan tetap abadi walau masing-masing rasa pernah dilukai.
Syekh Jalaluddin Rumi berbisik dalam syairnya yang cantik, "mereka yang mencari teman tanpa aib, maka selamanya akan kesepian".
Artinya: tidak ada manusia yang sempurna. Jika kita mencari teman tanpa cela maka hidup akan kesepian selamanya.
Namun, hidup ini adalah pilihan. Dan memiliki sahabat yang searah adalah pilihan terindah.
Rasulullah saw. memberi gambaran tentang sahabat yang baik dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Al-Hakim. "Teman yang baik yaitu, orang yang jika engkau melihatnya, ia mengingatkanmu kepada Allah. Jika ia berbicara, ia menambah ilmu agama bagimu, dan jika ia beramal, ia mengingatkanmu pada akhirat".
Oleh karena itu, jangan sembarang memilih sahabat atau teman. "Mengenal dan menyapa memang jangan pilih-pilih manusia, tetapi untuk berteman dan bersahabat harus memilih mana yang paling mengenal Tuhannya."
Rasulullah saw. telah bersabda: "Seseorang itu berada diatas agama teman dekatnya, maka hendaklah setiap kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan teman"
(HR. Abu Dawud, dan Tirmidzi).
"Teruntuk sahabatku, terima kasih telah santun menegur khilafku, terimakasih selalu menetap di ruang celaku. Engkau mengetahui sisi burukku, tapi tak sedikit pun langkahmu menjauh dari duniaku. Harapanku, Surga adalah tempat reuni kita." Aamiin.
Sahabat dicatat erat, 28-9-2026.
Wallahu a'lam bishawab
Via
Inspirasi
Posting Komentar