OPINI
Pembunuhan Merajalela, Hanya Islam Solusinya
Oleh: Marlina Wati, S.E
(Muslimah Peduli Umat)
TanahRibathMedia.Com—Kasus pembunuhan yang terus terjadi di berbagai daerah menunjukkan bahwa nyawa manusia semakin mudah terancam. Berbagai persoalan seperti konflik, kriminalitas, kekerasan, hingga lemahnya perlindungan terhadap masyarakat membuat rasa aman menjadi sesuatu yang sulit dirasakan. Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan: sampai kapan pembunuhan akan terus terjadi?
Tim Jatanras Polda Sumut menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan seorang sopir taksi online. Terduga pelaku diamankan di kawasan Pulo Brayan Kota Medan, Jumat (14-8-2026). Keterangan yang diperoleh wartawan mengungkapkan, kasus ini bermula ketika seorang driver taksi online diduga dibegal oleh penumpang yang menyamar sebagai penumpang.
Korban kemudian ditemukan meninggal dunia di area perkebunan tebu Desa Payabakung Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Jasad korban sendiri ditemukan warga dalam posisi telentang dengan kedua kaki terikat. Korban diketahui mengenakan celana pendek berwarna biru dan kaus putih.
Pada tubuh dan wajah korban juga ditemukan sejumlah luka memar yang diduga berkaitan dengan tindak kekerasan. Selain itu, kendaraan Daihatsu Ayla yang digunakan korban sebagai taksi online turut dilarikan pelaku. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta motif di balik kejadian tersebut.
Terduga pelaku kini diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan polisi. Sedangkan saat diamankan, terduga pelaku terlihat sempat melakukan perlawanan dan menolak di katakan sebagai pelaku pembunuhan (Metro24 jam.id.com, 14-8-2026).
Rusaknya Sistem yang Diterapkan di Negeri Ini
Penangkapan seorang pria oleh Tim Jatanras Polda Sumut yang diduga berkaitan dengan kasus pembunuhan seorang sopir taksi online menjadi salah satu bentuk respons aparat dalam menangani tindak kejahatan yang mengancam keselamatan masyarakat, terutama para pekerja transportasi berbasis aplikasi.
Kasus ini sekaligus menegaskan pentingnya proses penyelidikan yang mendalam untuk mengetahui rangkaian kejadian, motif, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Meski demikian, karena yang bersangkutan masih berstatus sebagai terduga, proses hukum harus tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Penetapan seseorang sebagai tersangka maupun pelaku harus didasarkan pada bukti yang sah dan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Di tengah sistem kapitalisme, perkembangan transportasi online memang memberikan peluang pekerjaan sekaligus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transportasi. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat berbagai risiko yang harus dihadapi para pengemudi ketika bekerja di ruang publik. Mereka berhadapan dengan pelanggan yang identitas, maksud, dan tujuannya belum tentu dapat diketahui secara pasti.
Diperlukan sistem perlindungan yang lebih kuat melalui peningkatan keamanan, pengawasan, serta tanggung jawab perusahaan platform dan negara dalam memberikan rasa aman kepada para pekerja. Kasus ini juga memperlihatkan bahwa keamanan masyarakat tidak hanya bergantung pada kewaspadaan individu, tetapi juga pada kemampuan aparat dalam mencegah dan menangani tindak kriminal secara efektif.
Penangkapan terduga pelaku merupakan salah satu tahapan dalam proses penegakan hukum, sementara kepastian mengenai siapa yang bertanggung jawab harus dibuktikan melalui alat bukti yang sah, keterangan saksi, penyelidikan yang objektif, dan proses pengadilan yang transparan.
Masyarakat pun perlu mendapatkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, tidak terjadi penghakiman sepihak terhadap seseorang sebelum seluruh proses hukum selesai dan adanya keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum.
Islam Menjamin Keamanan dan Perlindungan Rakyat
Dalam Islam, pembunuhan dan perampasan harta merupakan perbuatan yang dilarang keras. Islam sangat menjaga jiwa dan harta manusia. Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Ma’idah ayat 32 bahwa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang dibenarkan seakan-akan seperti membunuh seluruh manusia.
Karena itu, negara memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat dari berbagai bentuk kejahatan. Rakyat harus mendapatkan rasa aman ketika bekerja, mencari nafkah, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk para pengemudi transportasi online yang bekerja di ruang publik.
Islam juga mengajarkan agar hukum ditegakkan dengan adil. Allah Swt. berfirman:
“Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.” (TQS. An-Nisa ayat 58)
Artinya, seseorang tidak boleh dihukum hanya karena dugaan atau tekanan masyarakat. Harus ada bukti dan proses hukum yang benar. Rasulullah ï·º juga bersabda:
“Imam adalah pemelihara dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (puya
Para pekerja harus mendapatkan perlindungan ketika menjalankan pekerjaannya. Inilah pentingnya sistem yang menempatkan keselamatan jiwa dan keamanan masyarakat sebagai tanggung jawab negara. Dalam Islam, hukum tidak hanya bertujuan menghukum setelah kejahatan terjadi, tetapi juga mencegah kejahatan dan memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat.
Via
OPINI
Posting Komentar