OPINI
Entitas Zionis Israel Bangun Tembok Membelah Gaza
Oleh: Pudji Arijanti
(Pegiat Literasi untuk Peradaban)
TanahRibathMedia.Com—Berbagai upaya terus dilakukan entitas Zionis Israel untuk menguasai dan menghancurkan Palestina. Salah satu perkembangan terbaru adalah pembangunan tembok tanah raksasa yang membelah sebagian besar wilayah Jalur Gaza. Proyek ini terungkap melalui citra satelit yang memperlihatkan bahwa pembangunannya telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Menurut laporan Associated Press, keberadaan tembok tersebut diperkirakan akan semakin memisahkan wilayah Gaza yang dihuni lebih dari dua juta penduduk. Hingga kini, panjang tembok itu telah mencapai sekitar 23 kilometer dan melintasi sejumlah kawasan permukiman Palestina yang sebelumnya luluh lantak akibat serangan militer Israel (Kompas.com, 22 Juli 2026).
Dengan membangun tembok yang melintasi sejumlah permukiman Palestina yang telah hancur akibat pemboman, Israel semakin memperluas pemisahan wilayah di Jalur Gaza. Keberadaan tembok tersebut diperkirakan akan semakin memecah wilayah Gaza menjadi beberapa zona yang terpisah. Kondisi ini memberi keuntungan bagi Israel untuk memperketat penguasaan militer sekaligus mempersempit wilayah lebih dari dua juta warga Palestina.
Zionis Israel Kejam
Pembangunan tembok yang membelah Gaza, makin memperkuat ambisi Israel atas wilayah Gaza dengan memecah kawasan menjadi beberapa bagian, tujuannya memudahkan pengawasan dan pengendalian. Kondisi tersebut mengokohkan penguasaan atas seluruh wilayah Gaza. Alhasil, semakin mudah menguatkan operasi militer Israel. Dengan demikian jelas, semakin kuat ambisi Israel untuk tetap mempertahankan Palestina sebagai tanah jajahan. Hal ini semakin nampak dengan berbagai cara menghadang kebebasan rakyat Palestina. Zionis tidak akan pernah memberikan kemerdekaan pada rakyat Palestina sekalipun dunia menentang.
Dari sudut pandang ini, berbagai tawaran penyelesaian seperti Board of Peace (BoP) maupun gagasan New Gaza hanyalah propaganda yang menipu. Jelas,
tidak menyentuh akar persoalan, jika tidak ada jaminan kedaulatan dan hak menentukan nasibnya sendiri bagi rakyat Palestina. Beragam tawaran penyelesaian yang diklaim membawa kemerdekaan Palestina sejatinya tidak lebih dari solusi semu yang mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.
Khilafah Pemersatu
Oleh sebab itu, umat Islam perlu bersikap kritis terhadap berbagai penyelesaian konflik yang tidak memberikan jaminan atas hak-hak dasar dan kedaulatan rakyat Palestina. Setiap tawaran perdamaian perlu dikaji bukan hanya narasi yang dibangun. Umat Islam tidak boleh tertipu oleh propaganda negara kafir (BoP dan New Gaza)
Harus dipahami bahwa berdamai dengan entitas Zionis Israel adalah haram. Zionis Israel hanya dapat disingkirkan melalui jihad fisabilillah. Hanya dengan tegaknya jihad, Palestina dapat meraih kemerdekaan yang hakiki. Sungguh memilukan, selama hampir delapan dekade, rakyat Palestina hidup di bawah penjajahan dan hingga kini belum memperoleh kemerdekaan. Oleh karena itu, melawan entitas Zionis Israel hukumnya fardu kifayah atas seluruh umat Islam. Namun, kita lemah, kita butuh Khilafah untuk menyatukan kekuatan dalam satu komando kaum Muslimin. Karena, tanpa Khilafah umat Islam tidak bisa menegakkan jihad secara sempurna.
Persatuan umat di bawah kepemimpinan Khilafah menjadi kunci kemenangan Palestina dan negeri-negeri Muslim. Dengan kepemimpinan yang menyatukan umat, kaum Muslim tidak akan mudah tertipu oleh propaganda, dipecah belah, maupun dijajah oleh musuh-musuh Islam.
Singkatnya umat Islam perlu terus diingatkan bahwa penderitaan yang berkepanjangan di Palestina dan lemahnya posisi negeri-negeri Muslim tidak dapat dilepaskan dari pengkhianatan penguasa Muslim yang lebih memilih tunduk pada kepentingan asing. Ketika kepemimpinan tidak lagi menjadi pelindung, maka umat dibiarkan tercerai-berai, lemah, dan mudah diarahkan oleh propaganda. Karena itu, perjuangan menegakkan Khilafah harus ditempatkan sebagai agenda utama, sebab hanya dengan kepemimpinan yang menyatukan umat, Palestina dan seluruh kaum Muslim dapat memiliki junnah atau perisai yang melindungi mereka dari penindasan, penjajahan, dan pengkhianatan yang terus berulang.
Persatuan umat di bawah kepemimpinan Khilafah akan menjadi kunci kemenangan Palestina dan negeri-negeri Muslim. Hal ini, menjadi kepemimpinan yang menyatukan, sehingga mengubah umat yang tercerai-berai menjadi kekuatan politik. Menjadi satu barisan yang punya arah, tujuan, dan daya tawar yang tinggi. Dengan begitu kaum Muslim tidak mudah tertipu propaganda, tidak gampang diadu domba oleh kepentingan asing, dan tidak terus-menerus dijajah oleh musuh-musuh Islam, sebab kekuatan yang bersatu jauh lebih sulit dilemahkan daripada umat yang berjalan sendiri-sendiri.
Penutup
Agresi Zionis Israel di Gaza menunjukkan bahwa penjajah tidak pernah berhenti mengejar penguasaan penuh atas Palestina. Karena itu, umat Islam tidak boleh tertipu dengan berbagai propaganda perdamaian yang justru melegitimasi penjajahan. Umat harus terus menjaga persatuan, menguatkan kepedulian terhadap Palestina, dan berjuang sesuai tuntunan syariat hingga penjajahan berakhir.
Wallahu'alam bishawab.
Via
OPINI
Posting Komentar