Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Terpaksa Mencuri Demi Biayai Pendidikan Anak
OPINI

Terpaksa Mencuri Demi Biayai Pendidikan Anak

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
02 Jul, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Sri Syahidah 
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Seorang pria mencuri uang di toko kelontong milik Alfin Setyo (37), warga Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Uniknya, pencuri itu kembali lagi ke toko itu dan menyelipkan surat yang berisi permintaan maaf dan berjanji akan mengembalikan uang yang dicurinya (kompas.com 12 Juni 2026).

Alasan pelaku mencuri uang adalah untuk membayar sekolah anaknya. Pelaku mengatakan bahwa dia mencuri karena terpaksa. Setelah beberapa hari berlalu pelaku kembali lagi untuk menemui pemilik toko dan membayar uang yang dicurinya. Pemilik toko yang merasa kasihan membebaskan sisa uang yang dicuri oleh pelaku. Inilah fakta hidup di alam sekuler kapitalis.  Terpaksa menjalankan perbuatan tercela demi kebutuhan dasar yang seharusnya dipenuhi oleh negara. Mencuri memang perbuatan yang tercela, tetapi terpaksa dilakukan demi anak dan keluarga.

Pendidikan adalah hak dasar yang harus diterima oleh setiap individu rakyat. Memang ada program pendidikan gratis yang dicanangkan oleh pemerintah, tetapi pada faktanya pendidikan memerlukan berbagai sarana dan prasarana yang masih harus dipenuhi pembiayaannya secara mandiri. Program pendidikan gratis juga semua orang bisa mengaksesnya. Bahkan di daerah terpencil masih ada anak yang putus sekolah. Kasus  anak putus sekolah masih tergolong tinggi. Menurut data Susenas BPS menunjukkan terdapat 2.922.607 Anak Tidak Sekolah pada rentang usia 7-18 tahun, dengan kelompok usia 16-18 tahun menyumbang angka putus sekolah paling tinggi (2.009.918 anak). 

Mengacu hasil Survei Ekonomi Nasional (Susenas) pada 2021, tercatat 76 persen keluarga mengakui anaknya putus sekolah karena alasan ekonomi. Sebagian besar (67,0 persen) diantaranya karena tidak mampu untuk membayar biaya sekolah, sementara sisanya (8,7 persen) karena harus mencari nafkah. Melihat tingginya angka anak putus sekolah berbanding terbalik dengan tujuan yang ingin dicapai selama ini yaitu Program Indonesia Emas. Ini merupakan PR besar di negara ini yang bukan hanya pada masalah pendidikan saja. Masalah ekonomi memiliki kaitan erat dengan masalah pendidikan. Bagaimana mau menyekolahkan anak jika untuk kebutuhan makan saja masih susah?

Problem pendidikan maupun problem ekonomi juga saling berkaitan dengan aspek yang lainnya, sebab baik kebijakan pendidikan, ekonomi, sosial merupakan buah dari sistem politik pemerintah. Kapitalisme dengan landasannya yang berasaskan sekuler dan bertujuan untuk meraih keuntungan materi yang sebesar-besarnya pasti akan melahirkan aturan pendidikan yang transaksional. Pendidikan akan di kapitalisasi demi meraup keuntungan materi yang harus diterima oleh pemilik modal. Negara juga akan berlepas tangan sebab negara tidak menganggap bahwa pendidikan gratis merupakan kewajiban negara bagi rakyatnya. Kalaupun ada kebijakannya pasti tidak serius alias ala kadarnya saja.

Pendidikan dalam Islam

Negara yang berasaskan Islam akan memandang bahwa pendidikan merupakan.
hak bagi setiap individu rakyat, sehingga negara akan menggratiskan biaya sekolah bagi warganya. Pendidikan gratis oleh negara Islam tidak hanya bagi jenjang dasar saja, tetapi hingga jenjang pendidikan tinggi. Selain gratis, negara akan memfasilitasi sarana maupun prasarana yang dibutuhkan untuk belajar. Setiap siswa akan diberikan tunjangan uang saku maupun uang makan. Semua pembiayaannya akan dibiayai oleh negara melalui Baitul mal.

Sudah wajar ketika kita mendapati bahwa dalam sejarah kejayaan Islam, pengetahuan sains dan keilmuan berkembang begitu pesat. Tak ada lagi seorang bapak yang mencuri demi membiayai pendidikan sekolah anaknya. Kalaupun ada yang begitu, negara tidak akan menghukumnya sebab hal itu terjadi karena kelalaian negara dalam meriayah rakyatnya. Sistem ekonomi Islam akan menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar bagi setiap rakyatnya. Negara akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi seorang ayah maupun penanggung nafkah. Dengan begitu tidak akan terjadi kasus pencurian karena keterpaksaan. 

Hal ini akan terealisasi hanya di dalam sebuah negara yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh. Sudah saatnya umat ini memperjuangkan demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Wallahu a'lam.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Kapitalisme Meniscayakan Asas Manfaat dalam Relasi Penguasa dan Rakyat

Tanah Ribath Media- Juli 02, 2026 0
Kapitalisme Meniscayakan Asas Manfaat dalam Relasi Penguasa dan Rakyat
Oleh: Najah Ummu Salamah  (Komunitas Penulis Peduli Umat) TanahRibathMedia.Com— Pada Jumat (19 Juni 2026), mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi…

Most Popular

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

Juli 01, 2026
Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Juli 01, 2026
Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Juli 01, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

MBG Libur, Protes Pengusaha Muncul

Juli 01, 2026
Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Rakyat Mulai Sadar, Pemerintah Masih Abai

Juli 01, 2026
Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Padam Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Juli 01, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us