Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Puisi Ketika Fitrah Memanggil Pulang
Puisi

Ketika Fitrah Memanggil Pulang

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
24 Jul, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Rianti Budi Anggara

TanahRibathMedia.Com—Bukan langit yang berubah,
bukan pula bumi berhenti berputar.
Bukan pula gempa mengguncang dunia ini.
Yang berguncang hanyalah relung hati,
ketika diri mulai bertanya,

"Siapakah sebenarnya aku ini?"

Di sudut kota seorang pilu menangis sendu.
Bukan hujan yang membasahi pelupuk matanya,
bukan pula petir yang menyayat dadanya,
melainkan sunyi yang tak pernah menemukan telinga
untuk mendengar isi jiwanya.

Ada yang memeluk sepi setiap harinya,
menyembunyikan resah
di balik tawa yang dipaksakan.
Ia mencari rumah, tempat pulang,
menitipkan serpihan jiwanya.
Namun yang ditemuinya hanyalah
pintu-pintu penghakiman,
yang perlahan memadamkan harapan.

Di sudut gemerlap lampu kota,
seorang ibu mengangkat kedua tangannya ke langit.
Harapan terbisik lirih bersama air mata,
bukan memohon harta,
bukan pula kemuliaan dunia,
melainkan satu pinta
untuk anaknya yang sedang kehilangan arah.

"Ya Allah...
Jagalah anakku.
Jangan biarkan ia jauh
dari jalan yang Engkau ridai."

"Ya Allah...
Tunjukkanlah jalan-Mu yang lurus.
Jangan biarkan langkahnya tenggelam
dalam gelapnya dunia."

Doanya jatuh bersama air mata,
bukan karena benci,
melainkan karena cinta
yang takut kehilangan arah.

Ada pula seorang ayah,
lebih banyak diam daripada bicara.
Tatapannya kosong,
namun dadanya penuh gelisah.
Amarah dan kasih saling berebut ruang,
sedangkan sajadah menjadi tempatnya pulang.

Ia mulai belajar,
bahwa marah dan benci
tak pernah menyembuhkan.
Dan mencintai,
bukan berarti membenarkan.

Lantunan ayat suci terus mengalun,
zikir membasahi bibir yang tak lelah berharap.
Hati bermunajat dalam hening,
memohon agar cahaya-Nya
kembali menerangi perjalanan.

Allah menciptakan manusia
berpasang-pasangan.
Laki-laki dan perempuan,
dalam fitrah yang Dia tetapkan.
Fitrah adalah anugerah,
dan syariat adalah cahaya,
bukan penjara.

Namun di luar sana,
sebagian insan
menjadikan agama sebagai cambuk,
bukan lagi tuntunan hidup.
Sebagian lagi
menjadikan kebebasan sebagai kiblat,
seolah halal dan haram
tak lagi memiliki batas.

Wahai saudaraku,
yang masih menyimpan iman di dadamu,
engkau bukan dosamu.
Namun dosa
bukan pula sesuatu
yang layak dipelihara.
Lepaskan apa yang tak layak kau genggam,
jangan biarkan ia menguasai
jiwa yang Allah muliakan.

Setiap manusia
mempunyai ujian.

Ada yang diuji dengan harta,
ada yang diuji dengan kuasa,
ada yang diuji dengan syahwat,
dan ada pula yang diuji
dengan pergulatan dalam dirinya.

Bukankah setiap ujian
seharusnya membawa kita pulang,
bukan menjauh dari Tuhan?

Aku melihat manusia berdiri
di antara dua jalan.

Sebagian datang membawa cahaya,
mengulurkan tangan dengan kasih.

Sebagian lagi datang membawa api,
melempar batu,
merasa dirinya paling suci.

Sebagian bahkan menghapus
batas halal dan haram,
mengira itulah kasih sayang.

Padahal Islam mengajarkan
untuk menasihati tanpa mencaci,
merangkul tanpa membenarkan,
serta membuka pintu taubat
tanpa mengubah batas syariat.

Jangan menjadi tembok
yang menghalangi seseorang menemukan cahaya.

Jadilah tangan
yang membantunya berdiri.
Sebab mungkin,
Allah telah lebih dahulu
menerima tangisnya.

Bila hari ini langkahmu masih gontai,
jangan berputus asa dari rahmat-Nya.
Tak ada jiwa yang terlalu jauh
selama masih ingin kembali.
Tak ada hati yang terlalu gelap
selama masih mengetuk pintu ampunan-Nya.

Karena fitrah
tak pernah benar-benar mati.
Ia hanya tertutup oleh debu dunia,
menunggu waktu untuk dibersihkan
oleh taubat, doa, dan hidayah.

Maka ketika fitrah memanggil pulang,
jangan menutup telinga.
Sebab jalan kembali kepada Allah
selalu lebih indah
daripada jalan yang menjauh dari-Nya.

~~

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); sesuai fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Ar-Rum: 30)
Via Puisi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Juli 18, 2026
Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Juli 18, 2026
Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us