Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Boleh Gak Sih Kita Belajar Agama dari Ustazah AI ?
OPINI

Boleh Gak Sih Kita Belajar Agama dari Ustazah AI ?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
24 Jul, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Febriana Eka Fitri 
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Kata AI tentu sudah tidak asing di telinga kita. AI atau Artificial Intelligence adalah kecerdasan buatan, teknologi atau sistem komputer yang dirancang untuk meniru kecerdasan manusia agar bisa menyelesaikan tugas, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara mandiri. Saat ini teknologi AI memang sudah sangat maju, dan merambah ke banyak aspek bukan hanya aspek teknologi, tetapi  hampir seluruh aspek kehidupan dipengaruhi oleh kemajuan AI, mulai dari aspek pendidikan, aspek sosial, bahkan sampai aspek keagamaan yang saat ini sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Sebuah akun dengan nama @nia.hajar_s atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ustadzah Nia yang memiliki jutaan followers di platform media sosial Tiktok, belakangan baru diketahui ternyata tokoh  tersebut adalah AI.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi (HDI) Kemenag, Thobib Al-Asyhar, menilai kemunculan Ustadzah AI menjadi bukti nyata bahwa lompatan teknologi digital kini sudah mulai merambah dan mewarnai ruang ruang syiar keagamaan. Meskipun teknologi ini menawarkan kemudahan akses informasi, Thobib mengingatkan masyarakat agar tidak menelan mentah-mentah setiap materi yang disampaikan (Detik.com, 1-7-2026).

Lalu muncul pertanyaan, bolehkah kita belajar agama pada ustazah AI? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa persoalan agama sangatlah kompleks, satu persoalan bisa mempunyai jawaban berbeda tergantung madzhab atau imam yang diikuti, serta tergantung hadis atau dalil yang dianggap paling sahih. Jadi satu persoalan bisa mempunyai jawaban dua atau bahkan lebih. Lantas mampukah AI menjawab semua persoalan tentang Islam, sedangkan AI hanya mempunyai informasi dari kumpulan data, buku, atau artikel yang ada di internet. Sedangkan persoalan tentang Islam sangat luas dan kompleks, butuh pengkajian hadist dan dalil Al Qur'an yang mendalam, dimana tidak semua orang untuk punya kapasitas untuk menjelaskan dan mendeskripsikan makna hadist, dan ayat Al Qur'an atau bahkan asbabun nuzul turun nya ayat tersebut. Selain itu kita juga perlu mengetahui sanad dari hadist yang dijadikan rujukan dalam suatu persoalan, dan perkara sanad ini pun tidak semua ustadz/ustadzah menguasai nya, karena diperlukan pemahaman dan proses pembelajaran yang sangat panjang sampai seseorang benar-benar dianggap mampu menafsirkan hadist, Al Qur'an, dan mengetahui sanad dari seluruh hadist yang dia ketahui. 

Bertanya tentang persoalan agama pada AI sebenernya tidak masalah, hanya saja kita tidak boleh menjadikannya sebagai rujukan utama, akan lebih baik kita bertanya langsung kepada ustaz/ustazah yang lebih mafhum keilmuan agamanya. Karena pada hakikatnya kita belajar memang membutuhkan seorang guru, agar bisa meluruskan apabila ada pemahaman kita yang salah. Allah telah mengingatkan akan pentingnya guru dalam proses belajar, dan persoalan ini Allah jelaskan dalam surat An Nahl ayat 43 dan Al Anbiya ayat 7 yang berbunyi:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."

Pandangan Islam Terkait AI

Dalam Islam sumber dari pengambilan hukum atas suatu persoalan itu ada 4 yaitu Al Qur'an, hadist, ijma, dan qiyas. Pertama, Al Qur'an adalah sumber jawaban atas segala persoalan. Allah Swt. mewahyukan Al Qur'an kepada nabi Muhammad saw., sebagai pedoman dan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Terkait hal ini Allah Swt. telah berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 16 yang artinya:

 "Dan kami turunkan kepadamu Al-kitab (Al Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri". 

Untuk menafsirkan Al-Quran membutuhkan banyak bidang keilmuan dari mulai ilmu nahwu sharaf sampai pengetahuan akan asbabun nuzul atau alasan turunnya ayat tersebut. Bidang keilmuan ini sangat krusial karena bisa menentukan ayat tersebut ditujukan untuk apa. Agar kita bisa menjadikan ayat tersebut sebagai rujukan dalam pengambilan jawaban suatu persoalan. agar tidak ada kesalahan dalam penafsiran. Keilmuan ini hanya dimiliki oleh para ulama yang menjalankan proses belajar yang sangat panjang. Maka suatu teknologi tidak bisa menggantikan peran ulama dalam hal ini. 

Kedua, hadist yaitu perkataan Rasulullah saw., hadist biasanya disandingkan dengan Sunnah. Namun karena Sunnah ada dalam konteks perbuatan Rasulullah saw. Sehingga dalam pengambilan jawaban atas suatu persoalan, kita lebih memakai hadist sebagai rujukan. Hadist ini memiliki banyak tingkatan, ada yang shohih, dhoif (lemah), bahkan ada hadist palsu. Tingkatan hadist ini menentukan hadist mana yang layak dijadikan rujukan suatu persoalan.

Para ulama biasanya mengetahui sanad dari setiap hadist, sehingga mereka tau kedudukan hadits tersebut. Sedangkan AI hanya bisa mengklasifikasikan hadist berdasarkan teks data atau informasi di internet, tanpa mengetahui sanad dan tingkatan hadist tersebut. Sehingga sangat besar kemungkinan akan adanya kesalahan dalam pengambilan rujukan dalam suatu persoalan jika kita hanya mengandalkan AI sebagai sumber informasi utama. 

Ketiga adalah ijma', yaitu kesepakatan seluruh sahabat terhadap suatu hukum setelah wafatnya Rasulullah Muhammad Saw. Ijma' bisa dijadikan sebagai sumber rujukan suatu persoalan, dan hal ini Allah sampaikan dalam QS. An-nisa ayat 115 yang artinya "Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (kesepakatan kaum mukminin), kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan kami masukkan ia ke neraka Jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Terakhir adalah qiyas (analogi) adalah metode menetapkan hukum suatu masalah baru yang belum ada teks hukumnya didalam Al Qur'an dan hadits, dengan cara menyamakannya dengan masalah lama yang sudah ada hukumnya karena keduanya memiliki kesamaan hukum ('illat). Penentuan qiyas ini juga tidak bisa dilakukan oleh semua ulama, karena tidak semua ulama memiliki kapasitas keilmuannya. Teknologi AI jelas tidak bisa menggantikan peran ulama dalam hal ini.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa teknologi AI hanya bisa kita gunakan untuk mencari informasi dan data terkait suatu persoalan tapi tidak bisa kita jadikan rujukan utama dalam persoalan agama. Karena sejatinya AI hanya alat yang tidak memiliki kesadaran, perasaan, dan pemikiran logis.
Wallahua'lam bishawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Juli 18, 2026
Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Juli 18, 2026
Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us